SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Baru Satu Tersangka Kasus Pencurian Pelat Baja Senilai Rp4,4 Miliar

  • Reporter:
  • Selasa, 8 Januari 2019 | 09:08
  • Dibaca : 297 kali
Baru Satu Tersangka Kasus Pencurian Pelat Baja Senilai Rp4,4 Miliar
Sejumlah Kendaraan melintas di atas Jembatan 1 Dompak, Selasa (13/11). Pembangunan jembatan ini masih menyisakan kasus raibnya material pembangunan berupa pelat baja senilai Rp4,4 miliar. /SUTANA

BATAM – Kepolisian Daerah (Polda) Kepri menetapkan L sebagai tersangka kasus raibnya pelat baja bekas pembangunan Jembatan 1 Dompak, Tanjungpinang, senilai Rp 4,4 miliar. Ia berperan mengambil dan memindahkan 43 lembar pelat baja sesuai pengakuannya kepada polisi.

“Tersangka ditangkap di Kijang Sabtu (5/1) dan mulai ditahan sejak Minggu (6/1),” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga didampingi Wadireskrimum Polda Kepri AKBP Ari Darmanto, Senin (7/1).

Penetapan tersangka ini berdasarkan hasil pemeriksaan sejumlah saksi dan penghitungan ulang di Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Jadi dari 166 lembar pelat yang ada di lokasi, telah berkurang 43 lembar dan sisa 123 lembar yang kemudian sudah diamankan di Satpol PP Kepri,” ujarnya.

Erlangga menjelaskan, berdasarkan fakta-fakta di lapangan, diketahui bahwa pada 24 Juni 2018 tersangka L mengambil pelat baja dengan lorry. Kemudian dibawa ke penampungan milik RS dan baja-baja ini dipotong menjadi tiga bagian tiap pelatnya dan total menjadi 72 bagian.

“Pada 10 Juli RS mengirimkan barang tersebut menggunakan kapal Pelindo I Kijang dan 13 Juli kapal sampai di Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara,” ujarnya.

Sampai di sana barang curian ini langsung dibawa ke tempat saudara RS di Medan. Dari keterangannya L dapat uang dari RS sebesar Rp119 juta, kemudian diserahkan ke ACP sebesar Rp100 juta dan bayar lorry sebesar Rp 10 juta.

“Tersangka ini hanya dapat Rp9 juta saja, tapi Dinas PU rugi Rp4 miliar,” ujarnya.

Dijelaskannya berdasarkan perhitungan dalam kontrak, harga perlembar pelat baja tersebut berkisar Rp38 jutaan. Tersangka L diganjal dengan pasal 362 dan 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

“Dari L akan ada perkembangan lagi, setelah jadi tersangka akan dilaksanakan pendalaman terhadap L mengenai ACP yang menerima uang Rp 100 juta perannya apa,” tutupnya.

Pengacara Pemerintah Provinsi Kepri Andi M Asrun sangat yakin dan percaya, atas kinerja kepolisian Polda Kepri yang nantinya akan menetapkan aktor utama sebagai tersangka dalam kasus pencurian pelat baja bekas pembangunan Jembatan I Dompak, yang merugikan pemerintah hingga Rp4,4 miliar.

“Saya yakin kasus pencurian pelat baja itu akan diungkap tuntas Polda Kepri, dan aktor utamanya akan ditetapkan sebagai tersangka,” tegas Asrun dihubungi di Tanjungpinang, Senin (7/1).

Menurutnya, saat ini Polda Kepri telah menetapkan salah satu pelaku pencurian pelat baja tersebut. Walau yang ditetapkan itu bukan sebagai tersangka utamanya. Namun ke depan Polda Kepri pasti akan membongkar dan menetapkan siapa pelaku dan otak utamanya.

Dengan begitu, tegasnya, proses hukum raibnya pelat baja ini terus berjalan, tidak berhenti. Walau memang dalam penanganan kasus ini terbilang lama, sebab kepolisian tentunya memerlukan data lengkap sebagai pendukung penanganan kasus ini.

“Kan saat ini terbukti, proses hukum terus berjalan dan sudah menetapkan satu tersangkanya,” ujarnya lagi.

dicky sigit rakasiwi/sutana

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com