SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Batam Diselimuti Kabut Asap

  • Reporter:
  • Rabu, 11 September 2019 | 10:41
  • Dibaca : 72 kali
Batam Diselimuti Kabut Asap
Kabut asap menyelimuti Kota Batam, Selasa (10/9). Kabut asap ini disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kepri, dan sebagian besar terjadi di Batam. f ahmad rohmadi

BATAMKOTA – Kabut asap menyelimuti Kota Batam sejak dua hari terakhir. Kabut asap ini imbas dari belasan titik kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kepri. Kendati masih dalam kategori aman, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) sempat mendekati angka 50.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam mencatat, saat ini terdapat 17 titik karhutla yang terjadi di Kepri. Kebakaran yang terjadi di sejumlah titik di wilayah Kepri menjadi salah satu penyebab asap di Batam.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Herman Rozie mengatakan, kadar ISPU Batam sudah di ambang batas sehat, mendekati kategori sedang. Berdasarkan alat pemantau ISPU pada Selasa (10/9) pukul 13.00 berada pada angka 47 atau sudah mendekati ambang batas kategori baik.

“Sejauh ini masih aman, meskipun memang sempat mendekati angka 50,” ujarnya, kemarin.

Ia menjelaskan, kualitas udara dikatakan baik, apabila ISPU pada rentang 0-50, kemudian kategori sedang 51-100, tidak sehat 101-199, sangat tidak sehat 200-299, berbahaya 300-500. Karena itu ia menilai bahwa bahwa kualitas udara di Batam masih sehat.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, parameter PM 10 yang merupakan debu atau partikulat dengan ukuran 10 mikron dan gas SO2NO2 dan CO di Batam masih dalam kadar baik. Namun, pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada.

“Angka ISPU itu diperoleh dari alat pemantau kadar udara yang terpasang di Nagoya,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi menyatakan, saat ini kondisi udara di Kota Batam masih belum membahayakan bagi kesehatan. ISPU masih dianggap kategori sedang.

“Untuk Batam kayaknya masih, ok. Masih kategori sedang,” ujarnya.

Namun begitu, ia juga mengimbau agar masyarakat tetap harus waspada meskipun kondisinya masih dianggap bagus. Jika harus beraktivitas di ruang terbuka, usahakan menggunakan masker untuk menutup mulut dan hidung. Sebagai langkah antisipasi melindungi diri.

“Kalau mau pakai masker boleh. Cuma kalau kondisi parah maskernya bukan yang biasa. Ada khusus maskernya. Atau jika tidak ada hal penting tidak perlu betul ke luar rumah tetap di rumah saja,” imbau Didi.

Ia menjelaskan, dampak dari kabut asap dapat menyebabkan iritasi lokal pada mata, selaput lendir di hidung, mulut dan tenggorokan. Selain itu menyebabkan reaksi alergi, peradangan, hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan yang paling berat menjadi pneumonia atau radang paru.

“Kabut asap ini bisa menyebabkan kita sulit bernapas, batuk, merusak paru-paru dan buruk di mata akibat asap,” terang Didi.

Kepala Seksi Data dan informasi BMKG Hang Nadim Batam, Suratman mengatakan, belasan titik Karhutla di Kepulauan Riau menjadi penyebab Kota Batam diselimuti kabut asap.

Setidaknya, terdapat 17 titik karhutla yang terjadi di Kepulauan Riau. Namun kabut asap tersebut dinyatakan masih dalam kondisi yang aman dan belum membahayakan. “Kondisi tersebut masih aman,” katanya.

Belasan titik kebakaran ini sebagiannya berasal dari Kota Batam. Kabut asap tersebut pun ditegaskannya bukanlah kiriman dari Karhutla di Kalimantan dan Riau.

Menurut dia, kabut asap yang menyelimuti Kota Batam secara keseluruhan belum membahayakan polusi udara. Dari data KLHK disebutkan kondisi udara Kota Batam masih dalam keadaan baik.

Namun, dirinya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap waspada dan tidak melakukan pembakaran sampah ataupun pembukaan lahan dengan cara dibakar.

“Kami imbau masyarakat supaya hati-hati dan waspada. Jangan membakar sampah atau membuka lahan dengan membakar,” katanya. ahmad rohmadi/iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com