SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Batam Masih Jadi Tujuan Pencaker

  • Reporter:
  • Kamis, 10 Januari 2019 | 10:40
  • Dibaca : 172 kali
Batam Masih Jadi Tujuan Pencaker
ilustrasi. Foto Arrazy Aditya,.

SEKUPANG – Kota Batam masih menjadi daerah tujuan bagi pendatang untuk mencari pekerjaan. Di awal tahun 2019 ini, setiap harinya lebih dari 40 pencari kerja (pencaker) datang ke Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk mengurus kartu tanda pencari kerja (kartu kuning).

Kepala Seksi (Kasi) Penempatan dan informasi Pasar Kerja Disnaker Batam, Afrizon mengatakan, terhitung sejak awal tahun 2019 para pencaker terus berdatangan mengurus kartu kuning. “Di hari pertama dan kedua setelah kantor dibuka awal tahun ini, pengurusan kartu kuning cenderung meningkat,” ujarnya di Kantor Disnaker Batam, Rabu (9/1).

Peningkatan pengurus kartu kuning terjadi pada 4 Januari lalu, tercatat ada sebanyak 120 pemohon kartu pencari kerja. Hal ini dikarenakan hampir di setiap kecamatan mengalami kekosongan blangko kartu kuning, seperti Kecamatan Nongsa, Sekupang dan terakhir Batam Kota. “Makanya pencaker berbondong-bondong mengurus kartu kuning di Disnaker,” ujarnya.

Ramainya pencaker datang ke Disnaker selain kekosongan blangko kartu kuning di kecamatan, hal tersebut juga dikarenakan di awal tahun ini Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemko Batam yang dinyatakan luluss juga membuat kartu kuning dan langsung dilegalisir sebanyak sepuluh lembar.

“Karena untuk tahun ini Disnaker juga mencetak 18.000 blangko untuk pembuatan kartu kuning,” katanya.

Petugas loket pengurusan kartu kuning, Taufanul Hakim menjelaskan, dalam dua hari terakhir ini permohonan pengurusan kartu kuning mengalami peningkatan. Berbeda dengan akhir tahun 2018 lalu yang hanya ada 20 pemohon dalam sehari.

Saat ini, sambungnya, rata-rata pembuatan kartu kuning per hari sebanyak 40 orang. “Hari ini (kemarin) belum jam istirahat sudah 30 orang yang mengurus. Kami prediksi nantinya kurang lebih 60 orang yang membuat kartu kuning,” ujarnya.

Salah seorang pencaker yang membuat kartu kuning, Amel mengungkapkan, motivasinya ke Batam karena Upah Minimum Kota (UMK) Batam yang tinggi dan banyaknya kawasan industri sehingga membuatnya datang mencari kerja ke Batam.

Pertama, karena UMK Batam sangat tinggi dibandingkan di daerah saya. Selain itu, orang kampung saya biasanya kalau sudah tamat SMA dan tidak melanjutkan kuliah biasanya mencari pengalaman di daerah lain,” kata wanita asal Medan, Sumatera Utara ini. cr1

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com