SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Batam Tak Perlu impor Bahan Pokok

  • Reporter:
  • Senin, 12 November 2018 | 10:37
  • Dibaca : 231 kali
Batam Tak Perlu impor Bahan Pokok
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita didampingi Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengecek harga beras di Pasar Pujabahari, Nagoya, Minggu (11/11).

LUBUKBAJA – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menolak rencana impor bahan pangan khusus untuk Kota Batam, serta kabupaten dan kota lain di Kepri untuk memenuhi ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

“Enggak usahlah. (Batam) enggak perlu impor,” ujarnya usai meninjau harga bahan pangan di Pasar Pujabahari, Nagoya, Minggu (11/11).

Menurut dia, meski berada di perbatasan dan berstatus Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas, namun perlakuan pembatasan impor untuk Batam tetap sama dengan daerah lain di Indonesia.

“Sama semua, ini wilayah republik,” katanya.

Enggar mengakui pemerintah daerah telah berulangkali meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) membuka keran impor pangan khusus untuk warga di perbatasan, terutama Batam untuk memenuhi kebutuhan warga.

Masyarakat Batam sangat bergantung pada pasokan pangan dari daerah lain, karena kota kepulauan itu bukan daerah penghasil. Menteri menegaskan meski tidak impor, namun pihaknya selalu berupaya memenuhi seberapa pun kebutuhan warga kota dengan memasok dari daerah lain di Indonesia.

“Wali Kota selalu menyatakan, (kalau tidak bisa impor) tolong cukupi. Beliau concern dengan ketersediaan kebutuhan masyarakatnya. Saya harus berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi. Kalau tidak, marah nanti Wali Kota ke saya,” kata Enggar.

Dalam kunjungannya ke pasar, ia sempat terkejut dengan adanya bawang burma yang beredar di pasaran. “Saya lihat bawang burma. Tapi Batam ada kekhasan sendiri. Kami tetap akan meminta sesuai dengan ketentuan,” katanya.

Semestinya, kebutuhan bawang bisa dipasok dari dalam negeri, tidak perlu impor, karena Indonesia memiliki banyak daerah penghasil, seperti Brebes, Bima dan Nganjuk.
Berdasarkan kunjungannya di Pasar Puja Bahari, harga kebutuhan pokok di Batam jelang Natal dan Tahun Baru masih relatif stabil, termasuk beras, sayur dan tempe. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk menjaga ketersedian beras, guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kemendag juga mengantisipasi potensi naiknya harga telur pada akhir tahun ini. Mengingat tingginya permintaan warga menjelang Natal dan Tahun Baru. Selain harga telur, harga ayam juga berpotensi naik. Karena diprediksi kebutuhan masyarakat akan telur meningkat, sedangkan pasokannya relatif mengkhawatirkan.

“Karena itu, kami juga dorong agar penjual di pasar tidak membeli dengan harga yang rendah kepada peternak,” katanya.

Menteri juga meminta seluruh kepala dinas perdagangan untuk terus mengawasi kenaikan harga komoditas itu. Menurut dia, pemerintah sebenarnya sudah menerapkan strategi untuk menekan kenaikan harga telur, sejak telur mengalami penurunan harga beberapa waktu lalu.

“Saat harga telur turun, kami justru menaikkan harga batas bawah dan meminta pedagang retail modern membeli harga lebih tinggi sehingga para peternak tidak mengalami kerugian,” kata dia.

Bila harga telur dibiarkan melemah, maka ia khawatir peternak memilih afkir dini, memotong ayam petelur. Pada akhirnya, pasokan telur berkurang dan harga akan meningkat lebih tinggi. Selain telur dan ayam, harga cabai merah dan cabai keriting juga berpotensi naik, dipengaruhi keterbatasan pasokan karena sudah memasuki musim hujan.

“Pasokan beras relatif mencukupi, demikian pula minyak goreng, daging, bawang putih dan bawang merah,” ujarnya. ahmad rohmadi/antara

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com