SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

BC Gagalkan Penyeludupan 50 Karton Rokok FTZ

  • Reporter:
  • Jumat, 11 Januari 2019 | 10:10
  • Dibaca : 260 kali
BC Gagalkan Penyeludupan 50 Karton Rokok FTZ
ilustrasi

KARIMUN – Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri melakukan penegahan terhadap dua unit Speed Boat (SB) bermuatan Rokok Kawasan Bebas Batam (FTZ) di Perairan Kepri, Minggu (6/1) kemarin.

Dua Speed Boat diantaranya SB Elang Laut dan SB tanpa nama tersebut diketahui menbawa rokok kawasan bebas dari Jembatan 2 Barelang, Batam dengan tujuan Sungai Guntung Indragiri Hilir.

Kakanwil DJBC Khusus Kepri Agus Yulianto mengatakan, penangkapan kedua speed boat tersebut dilakukan SB Patroli BC 1410 yang sedang melakukan patroli disekitar perairan Tanjung Riau sekira pukul 07.00 Wib. Saat itu, Speed Boat Patroli BC melihat 2 kapal kecil melintas sekitar daerah Kepulauan Riau.

“Petugas langsung melakukan pengejaran dan berhasil menegah mereka di perairan daerah Kepri. Setelah dilakukan pemeriksaan sementara kedua speed boat itu diketahui membawa rokok kawasan bebas,” ujar Agus, Rabu (9/1) kemarin.

Ia mengatakan, Speed Boat tersebut dari pengakuan kedua Nahkoda membawa sekitar 50 karton rokok kawasan bebas masing- masing SB Elang Laut sebanyak 30 karton dan SB Tanpa Nama sebanyak 20 Karton dengan masing- masing didalamnya terdapat dua anak buah kapal.

“Pengakuannya ada 50 kardus dari kedua nahkoda itu, dan setelah kita lakukan perhitungan ternyata benar. Selain barang bukti, kita juga mendapatkan dua orang nahkoda dan empat orang abk di dala dua speed boat tersebut,” katanya.

Kakanwil mengatakan, rokok kawasan bebas ini hanya dapat beredar di kawasan Batam. Namun, dari beberapa penegahan yang dilakukan pihaknya masih mendapatkan adanya oknum- oknum yang mendistribusikan rokok tersebut keluar daerah kawasan bebas melalui pelabuhan tikus.

“Rokok ini hanya untuk kawasan FTZ dan ini menjadi masalah besar juga karena banyak kita temukan keluar bukan melalui pelabuhan resmi dan tanpa pemberitahuan,”katanya.

Atas penegahan diduga terdapat unsur pelanggaran tindak pidana kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Undang- undang nomor 17 tahun 2006 tentang perubahan atas undang- undang nomor 10 tahun 1995 tentang kepabeanan.

“Saat ini terhadap nahkoda, abk dan barang bukti sudah dilimpahkan ke BHP Kanwil DJBC khusus Kepri untuk diperiksa lebih lanjut,” katanya.

Agus mengatakan, dihari yang sama Kapal Patroli DJBC Khusus Kepri juga melakukan penegahan terhadap kapal motor Jaya Abadi bermuatan ribuan karung bawang merah asal Malaysia. Kapal tersebut ditegah di perairan Aceh, Minggu (6/1) sekira pukul 20.30 Wib.

“Pada hari itu juga kita menerima informasi ada kapal bermuatan bawang merah dari Penang Malaysia dengan tujuan Air Masin, Aceh Tamiang. Kita lakukan penegahan dan berhasil menangkap mereka di perairan pantai timur aceh,” katanya.

Dari hasil interogasi sementara terhadap nahkoda kapal berinisial R, diakui kapal tersebut bermuatan bawang merah sebanyak 1510 karung dan dibawa dengan tanpa disertai dokumen kepabeanan.

“Terhadap sarana pengangkut dan kapal, kita langsung melipahkan kepada Kanwil DJBC Aceh, karena itu merupakan wilayah perairan. Sementara untuk tersangka nahkoda berinisial R kita titipkan di Lapas Kuala Simpang,” katanya.

ricky robiansyah

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com