SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Rokok Kawasan Bebas

  • Reporter:
  • Selasa, 16 April 2019 | 13:38
  • Dibaca : 151 kali
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Rokok Kawasan Bebas
Petugas Bea dan Cukai menggagalkan penyelundupan rokok khusus kawasan bebas yang diangkut dengan kapal penumpang di perairan Pulau Degong, Karimun, Sabtu (13/4). /ricky robiansyah

KARIMUN – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B menegah barang kena cukai hasil tembakau ilegal berupa rokok Khusus Kawasan Bebas di Perairan Pulau Degong Kabupaten Karimun, Sabtu (13/4).

Rokok kawasan bebas tersebut ditegah dari dua speedboat yang berlayar dari Batam tujuan Tanjungbatu. Adapun sarana pengangkut itu di antaranya Speedboat Bintang Rezeki Ekspress dan Speedboat Polewali Ekspress.

Dari kedua kapal tersebut, petugas menegah 5 koper dan 1 tas kecil berisikan rokok kawasan bebas yang tak diketahui pemiliknya.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC TMP B Bagus Hariadi mengatakan, barang kena cukai hasil tembakau ilegal tersebut ditegah Kapal BC 15034 saat melakukan patroli rutin disekitar perairan Karimun.

“Penegahan pertama dilakukan terhadap SB Penumpang Bintang Rezeki Ekspress 89 dari Batam tujuan Tanjungbatu. Kami temukan 4 buah tas koper berisikan rokok kawasan bebas batam,” kata Bagus Hariadi dalam rilis diterima KORAN SINDO BATAM, Senin (15/4).

Dari hasil pemeriksaan diatas kapal, tidak ada satu pun penumpang yang mengakui kepemilikan koper berisikan rokok kawasan bebas tersebut. Terhadap barang itu selanjutnya diamankan Petugas Bea dan cukai.

“Kita sempat melakukan pemerikaaan dan tidak ada yang mengaku membawa koper itu. Petugas langsung mengamankan ke kapal Patroli dan melanjutkan patroli,” katanya.

Lanjut Bagus, penegahan kedua dilakukan terhadap Speed Boat penumpang Polewali Ekspress 2 dari Batam tujuan Tanjungbatu. Diatas kapal tersebut, petugas kembali menemukan 1 buah tas plastik dan 1 tas koper berisikan rokok kawasan bebas.

“Modus digunakan sama, tidak ada penumpang maupun awak kapal yang mengaku pemilik koper. Selanjutnya petugas juga langsung mengamankan rokok kawasan bebas itu,” katanya.

Sejumlah hasil penegahan tersebut selanjutnya dibawa Tim Patroli KPPBC TMP B langsung ke Kantor untuk dilakukan proses lebih lanjut. Dari hasil pencacahan terhadap 5 koper dan 1 kantong plastik terdapat 74.520 batang rokok khusus kawasan bebas.

Berdasarkan pelanggaran yang telah dilakukan tersebut perkiraan nilai terhadap barang tersebut sekitar Rp38.800.000 dan potensi kerugian negara sebesar Rp27.572.400.

Atas kejadian tersebut diduga telah melanggar Pasal 19 ayat (3) dan (5) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 10 tahun 2012 tentang Perlakuan Kepabeanan, Perpajakan, dan Cukai serta Tata Laksana Pemasukan dan Pengeluaran Barang Ke dan Dari Serta Berada Di Kawasan Yang Telah Ditetapkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas yang berbunyi “ (3) Barang Kena Cukai hasil produksi pabrik di Kawasan Bebas yang akan dikeluarkan dari Kawasan Bebas ke tempat lain dalam Daerah Pabean, wajib dilunasi cukai; (5) Barang Kena Cukai untuk kebutuhan konsumsi penduduk di Kawasan Bebas tidak dapat dikeluarkan dari Kawasan Bebas ”.

“Atas penegahan BKC Hasil Tembakau ini, kasusnya terhadap barang tersebut akan ditetapkan sebagai Barang Dikuasai Negara oleh KPPBC TMP B Tanjung Balai Karimun,” katanya.

Ricky Robiansyah

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com