SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Bea Cukai Tangkap Dua Kapal Penyelundup

  • Reporter:
  • Jumat, 9 Agustus 2019 | 14:48
  • Dibaca : 149 kali
Bea Cukai Tangkap Dua Kapal Penyelundup
ilustrasi

BATUAMPAR – Kapal patroli Kanwil Bea Cukai Kepri dan Batam menggagalkan penyelundupan rokok dan rotan. Penindakan pertama dilakukan terhadap KM Mawar yang memuat rokok tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan dan cukai sejumlah 1.650.000 batang dari Jurong Port, Singapura yang berlayar menuju sekitar Perairan Nongsa, melakukan kegiatan ship to ship (STS) rokok ke high speed craft (HSC), pada Kamis (1/8) lalu.

“Estimasi nilai barang Rp1.179.750.000 dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan Rp955.576.875,” kata Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam, Sumarna, Kamis (8/8).

Kemudian pada Minggu (4/8) kapal patroli Kanwil DJBC Khusus Kepri BC 30005 melakukan penindakan terhadap KLM Bahtera Bahari yang memuat rotan tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan sejumlah 233.550 kg dari Gresik, Jawa Timur tujuan Malaysia di sekitar perairan Perhantuan.

“Estimasi nilai barang Rp5.138.100.000 dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan sejumlah Rp1.027.620.000,” ujarnya.

DJBC berkomitmen untuk melakukan pengawasan dan penindakan terhadap barang-barang ilegal sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat dan industri dalam negeri. Komitmen tersebut diimplementasikan dalam bentuk sinergi operasi bersama antara Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam dan Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepri untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

“Hasil penindakan rokok ilegal oleh KPU BC Batam dan Kanwil DJBC Khusus Kepri sejumlah 20.184.498 batang, dengan estimasi nilai barang Rp14.431.916.070 dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan Rp 7.468.264.260,” katanya.

Selain itu, sambungnya, mengingat banyaknya kapal penyelundup yang tidak mengaktifkan pemasangan sistem pelacakan otomatis (automatic identification system/AIS) di perairan Indonesia, maka DJBC bekerja sama dengan Ditjend Perhubungan memberlakukan kewajiban AIS bagi seluruh kapal sesuai dengan PM-7 Tahun 2019 tanggal 20 Februari 2019, dan mulai berlaku efektif pada 20 Agustus mendatang. “Jadi AIS ini wajib diaktifkan oleh seluruh kapal yang berada di perairan Indonesia,” kata Sumarna. dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com