SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Beda Generasi

  • Reporter:
  • Minggu, 25 Februari 2018 | 13:46
  • Dibaca : 118 kali
Beda Generasi

LONDON – Lihat biografi Pelatih Arsenal Arsene Wenger dan Arsitek Manchester City (Man City) Pep Guardiola akan ditemukan persamaan dari keduanya.

Sama-sama belum mendapatkan trofi Piala Liga! Serius! Wenger yang stelah men jejakkan kaki di daratan Inggris sejak 1996 berarti 22 tahun ternyata belum men da pat kan trofi Piala Liga. Padahal, dari ranah domestik dia sudah mendapatkan 3 gelar Liga Primer, 7 trofi Piala FA, dan 7 medali Community Shield.

Era Wenger, tepatnya sejak bernama Piala Coca-Cola, Piala Worthington, Piala Carling, Piala Capital One, Piala Liga, dan Piala Carabao tahun ini langkah The Gunners lebih banyak ter henti pada putaran keempat Piala Liga serta hanya dua kali ke final, yaitu 2006/2007 dan 2010/2011. Guardiola juga sama.

Dia membutuhkan dua setengah musim untuk bisa membawa timnya ke final di sebuah turnamen sejak menjejakkan kaki di Inggris musim 2016/2017. Setelah meng habis kan ratusan juta poundsterling, arsitek tim asal Spanyol itu bisa mengantarkan Man City ke partai final.

Musim lalu dia gagal total sehingga nirgelar. Nah , final dini hari nanti di Stadion Wembley akan menjadi kesempatan terbaik mendapatkan trofi pertama Piala Liga sekaligus menjadi pembeda pelatih beda generasi itu. “Sulit memenangkan piala apa pun. Fakta yang sederhana adalah tidak ada yang menang lebih dari kita (Piala FA),” kata Wenger, dikutip dailymail .

Dia kemudian mencontohkan Liverpool. “Mereka klub besar, berapa kali mereka memenangkan Piala FA sepan jang sejarah mereka? Tujuh(Arsenal 13). Ini menunjukkan tidak mudah menang (piala apapun),” tutur Wenger. Dari sisi waktu pertandingan, jeda yang dimiliki The Gunners tidak bisa dikatakan ideal karena mereka baru saja menjalanileg kedua 32 besar Liga Europa melawan Oster sunds FK, Jumat (23/2).

Situasi tersebut membuat Wenger melakukan rotasi pe main. Rotasi yang membuat mereka me nelan kekalahan 1- 2 dari wakil Swedia tersebut, meski tetap lolos ke 16 besar karena menang 3-0 pada leg pertama. Melawan Man City, Arsenal tentu lebih serius. Semua pemain siap diturunkan.

Gelandang Mesut Oezil dan striker Pierre-erik Aubamenyang berada dalam kondisi bugar setelah di istirahat kan saat melawan Ostersunds FK. Mes ki, Wenger masih menunggu kondisi terakhir striker Alexander Lacazette. Namun, beban Arsenal tidak ringan. Man City di bawah Pasukan Pep Guardiola tetap diunggulkan dengan semua kelebihan yang mereka miliki sepanjang musim ini.

Hanya Liverpool tim dari big six klasemen musim ini yang bisa mengalahkan Man City, itu pun harus melalui drama tujuh gol (4-3). Selebihnya, harus gigit jari. Selain itu, dari dua kali pertemuan pada Piala Liga, Wenger gagal menaklukkan Man City. Pada pertemuan 2010 pelatih berusia 68 tahun itu kalah 0-3 dan 0-1 pada 2012.

Wenger juga belum bisa lepas diri dari kutukan final Pia la Liga. Dalam dua kali kesempatan, Arsenal menyerah dari Chelsea 2-1 di final 2007 dan 1-2 vs Birmingham City. Padahal saat itu The Gunners mendapat status sebagai unggulan. “Mungkin kami adalah underdog , tapi semua harus percaya pada kualitas tim.

Sejarah, fakta yang telah kita lakukan sebelumnya, memperlihatkan. Jadi, kenapa tidak melakukannya lagi?” tandasnya. Bagi Guardiola, Piala Liga menjadi kesempatan terbaik membangun era kekuasaan baru di Stadion Etihad. Bermain dengan ke kuatan terbaik, mulai Sergio Aguero, Ra heem Sterling, Leroy Sane, Kevin de Bruyne, sampai David Silva hampir di pasti kan bisa turun.

Hanya Gabriel Jesus dan Fabian Delph yang absen. “Kami harus memenangi gelar memberi nilai lebih pada apa yang telah kami lakukan,” katanya. Gelar menjadi standar karena sejauh ini keberhasilan Man City berada di puncak klasemen sementara Liga Primer, menembus 16 besar Liga Champions, dan mencapai final Piala Liga bukan tanpa kritik.

Guardiola dianggap memanfaatkan kekuatan uang dari pemilik untuk membangun tim dengan mendatangkan bintang. Sejak mendarat di Inggris, dia sudah mengeluarkan dana tak kurang dari 448 juta poundsterling (Rp8,5 T).

Angka terbesar digunakan memecahkan rekor pembelian pemain termahal di posisi belakang. “Saya tak suka kalah di turnamen, seperti melawan Wigan (Piala FA). Lebih baik kalah pada Liga Primer dibandingkan Piala FA karena membuat kami tersingkir. Tapi, inilah sepak bola dan kami hanya fokus ke laga selanjutnya,” tandasnya.

ma’ruf

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com