SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Belasan Ton Kayu Sitaan Dibiarkan Menumpuk

  • Reporter:
  • Selasa, 14 Maret 2017 | 17:33
  • Dibaca : 641 kali
Belasan Ton Kayu Sitaan Dibiarkan Menumpuk
Sejumlah warga mengabadikan belasan ton kayu sitaan Polda Kepri dibiarkan menumpuk di pantai Trikora, Pulau Pucung, Desa Malang Rapat, Gunung Kijang, Senin (13/3).Foto M Rofik

BINTAN – Belasan ton batang kayu jenis bintangor menumpuk di pantai Trikora, Pulau Pucung, Desa Malang Rapat, Gunung Kijang, Senin (13/3). Batang-batang kayu tersebut diberi police line (garis polisi) tanpa ada penanda/keterangan bahwa kayu tersebut barang bukti tindak kejahatan dan menjadi sitaan negara.

Menurut warga inisial Ms (47) yang bekerja di sekitar lokasi kayu mengatakan, kayu-kayu itu diperuntukkan untuk membangun kelong apung. Namun karena diduga hasil dari ilegal logging, dua bulan lalu diamankan petugas dari Polda Kepri.

“Sudah dua bulan begitu (terpasang police line), polisi yang pasang,” ungkap Ms, kemarin.

Dia mengatakan, kayu-kayu tersebut milik salah seorang bernama Akiat yang didatangkan dari Kabupaten Lingga. Ms tidak mengetahui pasti penyebab kayu-kayu tersebut disita petugas.

“Milik Akiat itu, tidak tau kenapa dipasangi garis polisi begitu,” katanya.

Kayu-kayu memiliki kekerasan dan daya tahan air laut hingga beberapa tahun lamanya itu ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Informasinya, kayu tersebut dijual seharga Rp900 ribu perbatang.

“Kalau untuk kelong, bisa tahan sampai empat tahun,” terangnya.

Kapolsek Gunung Kijang AKP Hendriyal membenarkan jika tumpukan kayu tersebut meruapakan hasil barang sitaan dan dalam proses penyelidikan pihak Dirkrimsus Polda Kepri. Sejauh ini, barang-barang tersebut tidak bisa digunakan pihak manapun karena sudah terpasang Police Line.

“Yang kita tahu, itu sitaan Polda, bukan Polres Bintan maupun Polsek Gunung Kijang,” ujarnya.

Walaupun kayu tersebut sitaan Polda, kata Hendriyal, pihaknya tidak mendapatkan tugas untuk melakukan pengawasan.

“Karena Polda yang menangani, kita tidak menangani lagi, kecuali kita mendapatkan pelimpahan,” katanya.

Pantauan di lapangan, kayu memiliki panjang sekitar 20 meter dengan diameter sekitar 20-40 centimeter. Posisinya di tepi pantai dan di pinggir jalan raya. Kayu tersebut dibiarkan begitu saja tanpa ada pengawasan ataupun penanda sebagai barang bukti sitaan negara.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com