SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Berantas Peredaran Ponsel Seken dari Singapura

  • Reporter:
  • Kamis, 7 Februari 2019 | 10:42
  • Dibaca : 225 kali
Berantas Peredaran Ponsel Seken dari Singapura
Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau

BATAM KOTA – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau merespons terkait maraknya penjualan dan peredaran ponsel bekas eks Singapura di Batam. Disperindag akan segera berkoordinasi dengan Bea Cukai dan kepolisian menertibkan penjualan ponsel seken dari Singapura ini.

Ia mengatakan, larangan impor barang bekas seperti ponsel pintar tertuang di Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 17 Tahun 2018 tentang Ketentuan Impor Barang Modal Dalam Keadaan Tidak Baru atau Bekas ini seolah tak berpengaruh di Batam terhadap masuk dan beredarnya ponsel bekas eks Singapura.

Bahkan penjualan ponsel seken dari Singapura di Batam dilakukan terang-terangan. Penjual mengucapkan kata-kata eks Singapura itu dijadikan brand dan pemanis agar konsumen tertarik membelinya.

Maraknya peredaran ponsel bekas eks Singapura ini otomatis nomor mobile equipment identity ( IMEI) juga tak terdaftar atau tak teregistrasi di Indonesia. Disperindag Batam sesegera mungkin akan berkoordinasi dengan beberapa instansi di semua sektor, termasuk sektor lalu lintas barang.

“Kami akan berkoordinasi utamanya dengan Bea Cukai Batam untuk sesegera mungkin menindak lanjuti barang-barang yang tidak sesuai dengan perizinannya, dan lalu lintas barang masuk yang diperjual belikan bebas di lapangan,” ujarnya.

Gustian menjelaskan, seperti ponsel bekas eks Singapura. Misalnya, kalau itu memang benar diimpor ke Batam dan diperjualbelikan bebas, sudah menyalahi aturan tata niaga. “Itu harus kompak segera ditindaklanjuti dan ditertibkan dengan sinergitas,” katanya

Tak hanya dengan Bea Cukai saja. Disperindag juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menertibkan penjualan ponsel bekas eks Singapura yang nomor registrasinya berupa IMEI tak terdaftar di Indonesia.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Tipe B Batam, Sumarna yang dikonfirmasi mengatakan, Bea Cukai Batam saat ini lagi mengumpulkan datang tangkapan sekaligus memetakan di pelabuhan ilegal mana saja ponsel bekas eks Singapura itu masuk ke Batam. “Kawan-kawan dari P2 (Penyidikan dan Penindakan) saat ini lagi fokus menganalisa terkait jalannya masuk barang ilegal tersebut,” ujarnya dalam pesan whatsapp.

Maraknya peredaran ponsel bekas eks Singapura yang dijual bebas di Batam juga mendapat tanggapan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla saat kunjungannya ke PT Satnusa Persada, belum lama ini.
Jusuf Kalla saat itu meminta peredaran ponsel bekas eks Singapura di Batam harus segera diselesaikan oleh aparat dan instansi terkait di Batam. “Harus segera diselesaikan, itu jelas melanggar aturan,” tegas JK.

Diberitakan sebelumnya, pengusaha ponsel di Batam mengeluh dengan maraknya peredaran ponsel seken dari Singapura. Banjirnya ponsel seken eks Singapura dengan harga murah ini membuat pendapatan toko-toko penjualan ponsel baru turun drastis. Bahkan tak sedikit dari pengusaha terancam gulung tikar.

Pemilik toko ponsel di kawasan Lucky Plaza Nagoya dan sejumlah pusat perbelanjaan mengaku omzet mereka semakin turun dalam beberapa waktu terakhir. Salah seorang pengusaha ponsel di pusat perbelanjaan Lucky Plaza, Anton mengatakan, penjualan ponsel baru miliknya turun drastis sejak maraknya ponsel seken dari Singapura. Hal ini sudah dikeluhkan sejak lama, namun sampai saat ini belum ada tindakan tegas dari pihak terkait.

“Bukan hanya omzet turun drastis, tapi terjun bebas dengan beredarnya produk ponsek seken dari Singapura ini. Sudah sejak lama penjualan di toko kami mengalami penurunan,” ujarnya, Rabu (30/01)

Tidak hanya itu, sambungnya, hal sama juga kerap dikeluhkan oleh para pemilik konter ponsel resmi di pusat perbelanjaan Nagoya Hill Batam. Bahkan dengan adanya persaingan harga yang sangat berbanding jauh, beberapa pemilik konter sudah ada yang memikir menutup usaha mereka karena omzet yang terus menurun.

” Rata-raya pemilik konter handphone di sana mengeluhkan hal yang sama. Mereka sudah ada yang kepikiran untuk menutup konter, karena harga ponsel seken itu beda jauh,” lanjutnya.

Senada disampaikan Anggi, pengusaha ponsel di salah satu mal kawasan Nagoya. Ia mengeluhkan belum adanya tindakan cepat yang dilakukan oleh petugas terkait dalam mengawasi peredaran ponsel seken eks Singapura yang beredar di Batam.

“Kami mau ngeluh tapi gak tahu mau kemana. Kalau seperti ini kan udah gak sehat lagi namanya. Ini sudah seperti monopoli pasar oleh mereka yang jual handphone eks Singapura ini,” katanya.

Pantauan KORAN SINDO BATAM di salah satu pusat penjualan ponsel seken dari Singapura di kawasan Batam Centre, tampak disesaki oleh konsumen yang ingin mendapatkan ponsel bekas eks Singapura dengan kualitas grade A dan bermerek terkenal.

“Kalau mau yang masih mulus dan bagus, ini harganya selisih sampai Rp 500 ribu saja. Dijamin barangnya ok punya lah. Kalau mau yang murah, tapi cassing-nya sudah ada lecet-lecet, tapi tak merubah fungsi ada juga yang grade C. Tinggal pilih selera abang aja,” kata salah satu pelayan.

Ratusan ponsel seken Singapura berbagai merek tersusun rapi di etalase toko. Mulai dari Iphone, Samsung, LG, Xiaomi dan banyak lainnya. Harga yang ditawarkan juga sangat murah. Seperti Samsung Galaxy Note 5 yang dijual Rp2.150.000. Sementara ponsel baru di toko ponsel resmi kawasan Nagoya harganya Rp6.390.000. Perbedaan harga yang mencapai Rp4,2 juta ini membuat toko penjualan ponsel seken Singapura ini diserbu masyarakat.

Ponsel seken lainnya Samsung Galaxy Note 8 yang dijual Rp3,5 juta, sementara harga barunya di pasaran Rp10,5 juta. Lalu ada Iphone 7 Plus yang cuma dibanderol Rp7,4 juta. Di pasaran harga produk ini dijual Rp10,5 juta. Harga jual ponsel seken Singapura yang murah ini membuat pengusaha ponsel baru di Batam menjerit. Tak hanya mempunyai toko di Batam, pemilik ponsel seken dari Singapura ini juga memiliki cabang di daerah lainnya, seperti Jakarta dan kota lainnya.

Ketua Komisi II DPRD Batam, Edward Brando meminta instansi yang berwenang seperti Bea Cukai, Disperindag dan lainnya bersinergi untuk menertibkan maraknya ponsel seken eks Singapura yang diperjualbelikan secara terang-terangan di Batam.

“Yang namanya aturan dan larangan itu harus dijalankan, ditaati oleh siapapun tanpa terkecuali. Impor barang bekas eks Singapura seperti ponsel kan sudah dilarang. Faktanya masih banyak beredar di Batam dan pelaku usahanya terang-terangan mempromokan produknya, ini harus segera disikapi, ditindak. Ini sudah merugikan negara dan dampaknya dapat memicu persaingan usaha yang tidak sehat, serta memukul usaha yang legal,” terangnya.

Edward berharap jangan sampai Batam ini jadi negara penampung sampah atau barang bekas buangan negara luar seperti misalnya dari Singapura maupun negara lainnya, yang di Batam sendiri dijadikan komoditi bisnis diperjualbelikan. agung dedi lazuardi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com