SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Berebut Kursi Senator Kepri

  • Reporter:
  • Senin, 16 April 2018 | 08:47
  • Dibaca : 84 kali
Berebut Kursi Senator Kepri

BATAM – Pendaftaran calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dimulai pekan depan. Ada bupati, mantan Kepala BP Batam, mantan anggota DPD, anggota DPRD, pengusaha, dan tiga anggota DPD yang bersaing memperebutkan empat kursi senator Kepri.

Meja panjang di ruang rapat Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepri Kamis (12/4/2018) lalu terasa sempit. Belasan orang duduk melingkar, mengapit Ketua KPU Kepri Said Sirajudin yang membuka rapat. Said didampingi tiga rekannya; Marsudi, Arison, dan Sriwati.

Belasan orang itu mendengarkan dengan cermat setiap kata yang diucapkan Said. Di depan mereka, komputer jinjing menyala. Kotak kue sama sekali tak dibuka. Orang-orang itu fokus menyimak pemaparan Said dan timnya yang memberi bimbingan teknis sistem informasi perseorangan peserta pemilu bagi bakal calon perseorangan yang akan maju di Pemilu 2019.

Mereka adalah para penghubung atau operator yang mewakili para bakal calon anggota DPD RI yang akan mendaftar ke KPU mulai 22 April, pekan depan. Bimbingan teknis ini harus disimak betul agar mereka tak salah mengisi data. Pemili 2019 ini, KPU tak hanya mensyaratkan penyertaan dokumen, tapi para calon juga diminta mengisi formulir secara online.

“Makanya kami membekali para penghubung dan operator dari masing-masing bacalon DPD RI di Provinsi Kepri ini,” kata Said di kantornya, Tanjungpinang, Kamis (12/4/2017).

Maju Lagi

Anggota DPD Hardi Selamat Hood mengatakan tengah mempersiapkan diri untuk maju lagi. Ia beralasan, masih ada permasalahan di Kepri yang belum terselesaikan. Hal itu mendasarinya ingin kembali duduk di Senayan.

“Insya Allah, jika Allah mengizinkannya saya akan maju lagi menjadi calon anggota DPD RI dari Kepri,” kata Hardi.

Ia mengatakan, persoalan besar yang masih menjadi perhatiannya adalah pendidikan di Kepri. Masih banyak persolan, katanya, yang harus diperjuangkan. Selama dua periode menjadi anggota DPD, ia mengaku sudah menjalankan janji-janji kampanyenya dulu. “Tapi tentu masih ada sisi lainnya yang masih perlu diperjuangkan untuk mengejar ketertinggalan Kepri,” katanya.

Soal permasalahan lahan di Kota Batam, di mana masyarakat masih dibebani pembayaran uang wajib tahunan (UWT) oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pajak Bumi Bangunan (PBB) oleh Pemko Batam, menurut Hardi, juga harus diperjelas agar masyarakat tidak dirugikan. “Kita selalu tekankan kepada BP Batam dan Pemko Batam untuk segera menguraikan benang kusut ini,” katanya.

Agar terpilih lagi, Hardi mengaku memperbanyak silaturahmi. “Kalau persiapan khusus tak ada. Kita memperbanyak silaturahmi dan memperkuat hubungan batin dengan tim dan masyarakat,” katanya

Haripinto Tanuwidjaja juga menyatakan akan kembali mencalonkan diri menjadi senator. Dia akan memperjuangkan program-program dan aspirasi masyarakat yang belum terealisasi dalam periode tahun 2014 – 2019.

“Mohon doanya. Kalau kembali dipercaya dan diberikan kesempatan, mudah-mudahan akan kembali mencalonkan diri,” kata Haripinto.

Seperti Hardi, Haripinto mengaku tak memiliki persiapan khusus. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk menilai kinerjanya selama lima tahun menjadi anggota DPD. Ia percaya, jika masyarakat puas maka akan kembali memilihnya di periode selanjutnya.

“Yang penting itu, bekerja dengan baik dan menjalankan apa yang menjadi tugas saya sebagai anggota DPD mewakili Kepri,” ujarnya.

Calon Baru, Wajah Lama

Anggota DPRD Kepri Syukri Fahrial mencoba naik ke Senayan. Syukri yang pernah menjadi anggota DPRD Batam ini kali ini siap-siap mendaftarkan diri sebagai calon anggota DPD. Dia beralasan maju ke DPD agar segala permasalahan di daerah bisa dengan cepat dia sampaikan ke pemerintah pusat.

Baginya, DPRD dan DPD memiliki tugas sama, yakni mengemban amanah masyarakat. Karena itu ia mengaku akan bekerja keras memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi masyarakat di Kepri. Karena itu pihaknya berharap bisa mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk membawa Kepri menjadi lebih baik.

“Kalau untuk persiapan saya kira sama dengan yang lainnya, komunikasi dan menampung aspirasi-aspirasi dari masyarakat,” jelasnya

Mantan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Mustofa Widjaja menampik disebut hendak mendaftarkan diri sebagai calon anggota DPD. Kepada KORAN SINDO BATAM, Mustofa mengatakan kabar pencalonannya tidak pasti. Namun, ia tak memastikan tak akan maju.

“Belum, belum ada. Kabar dari mana itu? belum ada kok, nanti saja ya,” kata Mustofa singkat.

Nama Mustofa muncul dalam acara bimbingan teknis para penghubung calon anggota DPD RI di KPU Kepri, Kamis pekan lalu. Ria Saptarika, yang juga hendak mendaftar sebagai calon anggota DPD, di halaman jejaring sosial, Facebook-nya, juga sempat mengunggah nama-nama orang yang mengirimkan wakilnya ke KPU. Ada nama Mustofa Widjaja di sana.

Dalam acara Sarasehan 2018 Komunikasi Sedulur Jawa Timur (Forkom -Sejati) yang mempertemukan tokoh-tokoh Jawa Timur hendak maju baik sebagai anggota DPRD, DPR, dan DPD, Minggu (8/4), Mustofa ikut hadir.

Tinggalkan Kursi Bupati

Bupati Lingga Alias Wello memilih meninggalkan kursi bupati agar bisa maju dalam pemilihan anggota DPD. “Saya sudah mantap. Tahun ketiga ini akan diselesaikan semuanya,” kata Wello.

Wello mulai menjabat Bupati Lingga sejak 17 Februari 2016. Tahun ini memasuki tahun ketiganya memimpin Lingga bersama Muhammad Nizar. Sebelum mundur, Wello mengaku akan menyelesaikan visi-misinya terlebih dahulu.

“Apa yang sudah dan apa yang belum selesai akan saya siapkan,” kata Wello.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com