SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Bersama Teman Menuju Pentas Dunia

  • Reporter:
  • Kamis, 30 November 2017 | 17:35
  • Dibaca : 77 kali
Bersama Teman Menuju Pentas Dunia

KISAH hidup James sebelum menjadi pebasket profesional benar-benar seperti sebuah film tragedi. James dibesarkan oleh ibunya seorang diri di Akron, Ohio.

Dan konon, kabarnya ayah James mendekam di penjara. James lahir pada 1984 silam saat ibunya, Gloria, berumur 16 tahun. Pada awalnya mereka hidup di sebuah rumah besar yang sudah ditempati empat generasi keluarganya. Ketika Gloria pergi bersekolah, dititipkan ke buyut dan neneknya.

Tapi beberapa bulan setelah kelahiran James, buyutnya meninggal dunia, dan neneknya pun wafat pada 1987. Pascakematian orang tuanya, kehidupan Gloria dan James makin berantakan. Mereka pun dikabarkan hidup menumpang di apartemen milik orang lain.

Selama tinggal di Akron, Ohio, James kecil menjalin persahabatan dengan Maverick Carter dan Randy Mims. Ketiganya selalu pergi dan bermain bersama-sama karena memiliki satu hobi yang sama, main basket. Ketiganya sempat terpisah setelah lulus sekolah menengah atas.

James sibuk dengan kontrak Cleveland Cavaliers, sedangkan Maverick Carter dan Randy Mims melanjutkan studi dengan masuk universitas. Saat di Cleveland, James bertemu dengan Rich Paul, sosok yang menurut James mirip dengan kedua temannya di Akron itu.

Persahabatannya dengan Rich Paul semakin kuat seiring waktu. Pada 2005 James melakukan sebuah keputusan besar dengan memecat agen yang mewakili dirinya. Keputusan tergesa-gesa tersebut membuat James kehilangan arah. “Ada ribuan artikel mengatakan apa yang saya lakukan salah,” kenang James.

Pada saat krusial itulah teman-teman James kembali datang. Maverick Carter yang semula bekerja di Nike datang menemani James. Begitu juga dengan Randy Mims dan Rich Paul. Uniknya pertemuan tersebut justru membuat mereka bersepakat untuk membantu satu sama lain dengan mendirikan sebuah perusahaan LRMR.

Nama perusahaan itu merupakan singkatan dari keempat nama depan mereka, Rich, Maverick, dan Randy. Di Amerika beberapa selebriti dan atlet terkenal memang kerap memiliki entourage atau rombongan. Mereka biasanya adalah teman-teman baik atlet atau seleb tersebut yang selalu menemani ke mana saja.

Namun, pertemanan Rich, Maverick, dan Randy berbeda. Mereka memang selalu bersama-sama menemani. Mereka tetap sibuk mengembangkan bisnis LRMR. “Saya tidak ingin teman yang menemani saya tertawa di taman hiburan. Saya ingin teman yang sama-sama menemukan atau membangun sebuah taman hiburan,” katanya.

Hingga kini LRMR terbukti berhasil membawa ke era keemasan. Mereka yang dulunya yang sama-sama tinggal di daerah kumuh, kini beranjak menjadi sosok pengusaha yang patut diperhitungkan. Dosen Harvard Business School, Profesor Anita Elberse, malah meng apresiasi pola bisnis yang dikembangkan James dan kawankawannya.

Dia mengatakan cara kerja LRMR dalam sport marketing merupakan cara kerja pada masa depan. “Ini merupakan langkah besar yang bisa ditiru dalam sport marketing,” pungkasnya.  (wahyu sibarani )

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com