SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

BGS 2019, Rayuan Belanja Murah Sasar Wisman dari Negara Tetangga

  • Reporter:
  • Selasa, 1 Oktober 2019 | 20:54
  • Dibaca : 92 kali
BGS 2019, Rayuan Belanja Murah Sasar Wisman dari Negara Tetangga
Kepala Disbudpar Batam Ardiwinata membuka Batam Great Sale 2019 di Grand Batam Mall, Selasa (1/10). /DOK DISBUDPAR BATAM

BULAN Oktober dinilai menjadi waktu sepi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam. Untuk itu beragam event digelar sebagai rayuan agar wisman tetap tertarik untuk datang, setidaknya dari negara tetangga; Singapura dan Malaysia.

FADHIL, Batam

Salah satu event yang digelar bulan ini yakni Batam Great Sale (BGS) 2019. Momen yang menjadi ajang belanja murah ini diyakini menjadi magnet kunjungan wisman ke daerah ini. Tak hanya belanja murah, program dari Kementerian Pariwisata, Hot Deals, juga disertakan.

“Kenapa Oktober? Karena di bulan ini biasanya low season, angka kunjungan wisman rendah. Maka kita adakan ini untuk menarik wisman ke Batam. Ayo datang beramai-ramai, belanja,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam Ardiwinata saat membuka BGS 2019 di Grand Batam Mall, Selasa (1/10).

Adapun kegiatan ini akan memberikan potongan harga hingga 70 persen, berlangsung hingga 31 Oktober. Selama digelar, sebanyak 218 tenant lokal, nasional, dan internasional berpartisipasi. Tenant-tenant ini berlokasi di 9 mal Kota; Grand Batam Mall, Mega Mall, Nagoya Hill, BCS, Kepri Mall, Mall Botania 2, Bayfront Mall, Panbil Mall, dan DC Mall.

“Tenant yang berpartisipasi tak hanya fashion, kuliner, tapi juga aksesoris, perabotan rumah, perlengkapan olahraga, bahkan massage spa juga ikut ambil bagian,” katanya.

Program untuk wisman disejalankan dengan paket Hot Deals dari Kementerian Pariwisata. Wisman khususnya Malaysia dan Singapura bisa membeli voucher-voucher dengan bundel diskon harga tiket kapal.

“Target kita, ada peningkatan wisman 70 persen di Oktober ini, sama dengan promo yang ditawarkan tenant, diskon sampai 70 persen. Kalau rata-rata kunjungan wisman per bulan 150.000, kita harap dengan Batam Great Sale ini bisa mendatangkn 250.000 wisman selama Oktober,” ujarnya.

Smeentara merek-merek yang ikut ambil bagian di antaranya Levi’s, Polo, Manzone, Poshboy, The Executive, Et Cetera, Sixty One, 3Second, Mississippi, Enzoro, Minoshe, The Slip, Wacoal, Polisk by Match, Wrangler, Wacoal, Eprise, Poshboy, dan Point Break untuk produk pakaian. Kemudian untuk pilihan sepatu bisa dilihat di Skechers, Red Modani, Summit, Spiffy, Nike, dan Fabiano Ricco.

Ardi optimistis program itu akan diminati wisman untuk datang ke Batam. Pihaknya bersama Kementerian Pariwisata sudah sejak beberapa bulan lalu melakukan promosi kegiatan itu di Singapura. “Di singapura sudah promo sejak 2 hingga 3 bulan lalu,” kata dia.

Kejar Target

Dengan banyaknya event penarik minat kunjungan wisman ini diharapkan mempu mencapai target kunjungan wisman sebanyak 2,4 juta kunjungan.

Hingga Juli 2019, Disbudpar Batam mencatat sebanyak 1.086.796 wisman mengunjungi Batam. Jumlah ini naik dibandingkan periode yang sama di tahun 2018, yang mana Batam hanya dikunjungi 1.044.309 wisman.

Ardi menagatakan, kunjungan wisman dari bulan ke bulan pada tahun ini mengalami peningkatan jumlah. Dengan tren positif ini, ia optimistis target kunjungan wisman ke Batam hingga akhir tahun mampu dicapai. “Target kita sampai akhir tahun 2,4 juta kunjungan wisman,” katanya.

Ardi mengungkapkan, mulai Agustus lalu, banyak event-event pariwisata yang menjadi magnet bagi wisman datang ke Batam. Bahkan pada HUT ke-74 RI tingkat Kota Batam juga menjadi event menarik dan disaksikan wisman. Selain itu, di akhir-akhir tahun, akan lebih banyak event-event lain yang siap memanjakan wisatawan.

“Kita ada KSM (Kenduri Seni Melayu) yang merupakan rangkaian hari jadi Batam,” katanya.

Event ini, akan melibatkan sejumlah negara tetangga sehingga diyakini menjadi kesempatan Batam meraup jumlah wisman lebih banyak. Kemudian perayaan Tahun Baru nanti sejumlah even baik dari pemerintah maupun swasta juga menjadi magnet bagi wisman.

“Kita diuntungkan letak yang berseberangan langsung dengan negara tetangga, sehingga wisatawan yang berkunjung ke Singapura dan Malaysia bisa kita datangkan ke Batam dengan adanya event-event menarik,” ujar Ardi.

Selain itu, peran Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI juga dinilai membantu Batam yang juga sebagai kota perbatasan dengan sejumlah negara tetangga. Salah satunya melalui program Hot Deals yang membranding salah satu destinasi dengan subsidi tiket khusus untuk wisman. “Tahun ini ada sejuta paket yang diluncurkan,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi Publik (Komblik) Kemenpar RI, Guntur Sakti mendorong Batam menjadi gerbang wisman ke daerah lain di Kepri maupun di luar provinsi ini. Bagi dia, tourism hub penjadi kunci dalam mendorong peningkatan jumlah wisman di daerah ini.

“Tourism hub kita itu Singapura, Malaysia, Thailand dan Philippina. Keempat negara itu, penting agar wisatawan melakukan perjalanan atau melanjutkan perjalanan ke Kepri. Harus kita perbanyak promosi ke tourism hub, untuk mempengaruhi orang yang ada di kantong ini untuk datang ke Indonesia dan paling dekat itu di Kepri,” katanya. *

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com