SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

BI Siap Jaga Stabilitas Keuangan

  • Reporter:
  • Sabtu, 26 Mei 2018 | 13:24
  • Dibaca : 135 kali
BI Siap Jaga Stabilitas Keuangan

JAKARTA–Resmi menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyatakan siap menjalankan peran bank sentral untuk melakukan stabilisasi keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Hal ini didorong dengan kebijakannya yang pro-stability dan pro-growth (pro-pertumbuhan). Perry menyatakan, dalam program kerja jangka pendeknya akan diprioritaskan stabilisasi nilai tukar rupiah. ”Prioritas saya dalam jangka pendek memperkuat bagaimana langkah untuk bisa segera stabilkan nilai tukar rupiah,” ujar Perry di Mahkamah Agung, Jakarta, kemarin. Menurut dia, langkah mo – neter yang akan digunakan untuk mendorong penguatan rupiah, yakni dengan mengombinasi kebijakan suku bunga acuan dan terus melakukan intervensi, baik di pasar valuta asing maupun pasar surat berharga negara (SBN).

Hingga pertengahan tahun ini, BI telah intervensi pasar SBN dengan membeli hampir Rp50 triliun portofolio yang dijual oleh asing. Bahkan untuk Mei saja, BI sudah membeli sekitar Rp13 triliun surat berharga di pasar sekunder. ”Ini akan terus kami lakukan untuk bisa segera stabil – kan kurs. Tentunya dengan berkoordinasi bersama Menteri Keuangan agar yield (imbal hasil) government bond tetap menarik bagi investor asing, tapi terlalu berfluktuasi,” ungkapnya. Penguatan rupiah, lanjutnya, tentu membutuhkan peran dukungan dari perbankan ataupun dunia usaha. Dengan demikian, pihaknya akan duduk bersama mereka untuk menyelaraskan persepsi mengenai kurs rupiah.

”Tekanan nilai tukar rupiah ini sebagian karena eksternal dan sebagian lain masalah persepsi, tentu saja butuh lebih banyak koordinasi dan per temuan untuk samakan persepsi,” imbuhnya. Secara jangka panjang, Perry menyatakan, selain menggunakan instrumen moneter untuk pro-stability, pihaknya akan mendorong empat instrumen pro-growth, yakni relaksasi makroprudensial secara khusus di sektor perumahan. Kemudian, mempercepat pendalaman pasar keuangan khususnya untuk pembiayaan infrastruktur, lalu dengan kebijakan sistem pembayaran untuk mendukung strategi nasional ekonomi dan keuangan digital.

”Baik dari Gerbang Pembayaran Nasional, elektronifikasi, bantuan sosial nontunai, maupun pengembangan fintech,” sebutnya. Terakhir, memperkuat akselerasi keuangan ekonomi dan syariah dengan mendorong, baik industri halal, pengembangan sektor syariah, maupun pengembangan riset, edukasi, serta kampanye gaya hidup halal. ”BI akan prioritaskan mandat pro-stability, tapi tetap mencari celah mendu kung pro-growth,” pungkasnya. Adapun untuk pertumbuhan ekonomi pada 2018 diperkirakan akan berada di angka 5,2%. ”Kami ingin pertumbuhan ekonomi yang kredibel mendorong pertumbuhan ekonomi ke 5,3%, walaupun 5,2% kalau dibandingkan dengan negara lain itu cukup baik,” katanya.

Sementara defisit transaksi berjalan, Perry memprediksi tahun ini secara keseluruhan akan dijaga berada di bawah 2,5%. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengungkapkan, Gubernur BI terpilih bisa lebih memberikan kontribusi stabilitas ekonomi dan sistem keuangan dengan berbagai langkah serta gebrakan yang akan dilakukan. ”Saat ini kondisinya perlu sekali kebijakan-kebijakan baik sektor moneter terutama BI perlu segera memberikan upaya stabilitas ke pasar dan perhatian kita,” imbuh Wimboh ditemui di tempat yang sama.

Dengan normalisasi suku bunga kebijakan AS, lanjut dia, tentunya harus diminimalkan dampak negatif terhadap volatilitas sektor keuangan dan eko nomi. Wimboh pun berharap, ada gebrakan yang berdampak positif sehingga kondisi keuangan lebih baik ke depan. Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah menyambut baik segala hal yang akan ditempuh BI, terutama dalam menstabilkan ekonomi yang berlangsung. Senada, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga menilai, memasuki suasana ekonomi yang sedang penuh tantangan ini diharapkan sosok Perry bisa memberikan stabilisasi. Pemerintah pun dikatakannya akan mendukung penuh tugas Perry secara efektif, kredibel, dan diharapkan bisa menenangkan pasar, masyarakat, dan lingkungan BI.

”Saya siap bekerja sama secara penuh dan kuat dalam era baru ini. Pemerintah dan BI harus fokus kepada stabilitas supaya tidak menimbulkan suasana yang tidak menentu,” kata Sri Mul. Lebih lanjut dia menuturkan, saat ini memang perlu ada kebijakan moneter yang tepat untuk merespons gejolak nilai tukar rupiah yang terus melemah sehingga dapat memberikan sentimen positif. Dia pun meyakini, Perry Warjiyo mampu melakukan hal itu.

”Dengan normalisasi kebijakan suku bunga di Amerika Serikat, ini yang harus kami minimalkan dampak negatifnya pada volatilitas di sektor keuangan dan ekonomi di Indonesia. Sistem keuangan harus terjaga. Kita harap gebrakannya berdampak positif,” pungkas dia.

Kunthi fahmar sandy

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com