SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Bimbingan Perkawinan Tekan Perceraian

  • Reporter:
  • Kamis, 21 November 2019 | 13:31
  • Dibaca : 79 kali
Bimbingan Perkawinan Tekan Perceraian
Sesi bimbingan perkawinan atau Bimwin di kantor Kementerian Agama Kota Batam, kemarin./ahmad romadi

BATAM – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam menggelar bimbingan perkawinan bagi pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Kegiatan ini salah satu upaya meminimalisir tingginya angka perceraian.

Kepala Kantor Kemenag Batam, Zulkarnain Umar mengatakan bimbingan perkawinan ini diharapkan para calon pengantin bisa membangun keluarga yang mempunyai pondasi yang kokoh. Karena banyak pasangan calon pengantin yang belum tahu cara mengelola keluarga.

“Pendidikan pranikah sangat penting dan harus diikuti pasangan yang akan menikah. Ada beberapa hal yang dipelajari adalah ketahanan rumah tangga, kewajiban suami istri hingga cara pemecahan permasalahan dalam pernikahan,” kata Zulkanain, Rabu (20/11).

Program bimbingan ini sudah dilakukan Kemenag sejak tahun lalu. Sudah ada tujuh angkatan yang mengikuti bimbingan perkawinan tersebut. Para calon pengantin tidak hanya diberikan pehaman terkait kewajiban suami dan istri saja, tapi juga terkait kesehatan.

Namun, program bimbingan perkawinan ini berbeda dengan sertifikasi seperti yang diwacanakan pusat. Meski calon pengantin yang mengikuti bimbingan pernikahan saat ini juga mendapatkan sertifikat. Namun yang diwacanakan oleh pemeirntah itu bimbingannya selama tiga bulan dan itu belum diberlakukan.

“Artinya bimbingan perkawinan ini sebagai bekal bagi calon pengantin, tidak sebagai syarat untuk pernikahan,” katanya.

Setiap tahun angka pernikahan di Batam mencapai tujuh hingga delapan ribu. Adanya bimbingan pranikah diharapkan bisa menekan angka perceraian. Untuk itu, pihaknya akan mendukung wacana pemerintah pusat yang akan mewajibkan sertifikasi bagi calon pasangan pengantin.

“Kami masih menunggu petunjuk pelaksanaan dari pusat. Termasuk juga instansi mana saja yang akan dilibatkan dalam pelaksanaan sertifikasi menikah tersebut,” katanya.

Menurut dia banyak poin positif yang didapatkan dari pendidikan pranikah ini. Melihat waktu pelaksanaan pemerintah ingin menyiapkan dan memfasilitasi serta menginginkan pasangan yang akan menikah dalam keadaan siap

“Mudah-mudahan wacana ini mendapat sambutan baik dan bisa memberikan dampak yang baik juga, terutama bagi pasangan,” katanya. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com