SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Bintan Cari Direktur BUMD Baru

  • Reporter:
  • Rabu, 12 Juni 2019 | 12:14
  • Dibaca : 75 kali
Bintan Cari Direktur BUMD Baru
ilustrasi

BINTAN – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bintan atau PT Bintan Inti Sukses (BIS) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dihadiri oleh Bupati Bintan Apri Sujadi di Ruang Studio Bapelitbang Bintan, Selasa (11/6). Kegiatan tersebut untuk melakukan penataan kelembagaan menyusul pengunduran diri Direktur Utama PT BIS, Risalasih beberapa waktu lalu.

“Pokok bahaan dalam RUPS tadi kita sepakat melakukan penataan kelembagaan pasca pengunduran diri dari direktur, yang digantikan dengan Plt dan kita ingin membentuk kelembagaan yang normatif yang akan dijalankan dalam dua bulan ke depan ini, kalau bisa secepatnya dengan melakukan fit and proper test untuk mendapatkan direktur yang baru,” ujar Apri.

Ia mengatakan untuk pemilihan direktur yang baru nanti akan diambil dari kalangan profesional, dan harus memiliki pakta integritas yang baik. Sistem kelembagaan harus berjalan sesuai dengan rencana strategis baik jangka panjang dan jangka pendek. “Lebih dari itu ada sebuah sistem yang ingin kami perkuat lagi, baik dari sisi pengawasan internal dan pengawasan eksternal, dalam hal ini Pemda melalui salah satu Kasubbag yang membawahi BUMD dan pengawasan internal melalu dewan komisaris yang melakukan penilaian terhadap direktur, sehingga kinerja yang dilakukan tidak melenceng dari rencana strategis yang tela ditetapkan oleh kelembagaan itu,” jelasnya.

Komisaris PT BIS sekaligus Plt Direksi PT BIS Azirwan menambahkan, pendapatan PT BIS dalam setahun terakhir banyak berkurang dari kondisi ekonomi yang cenderung melemah di wilayah Bintan. Ia mencontohkan, pendapatan dari lego jangkar, yang dipungut dari kapal tongkang pengangkut hasil tambang hasilnya nol karena sudah tidak adalagi kapal tongkang yang berlabuh di perairan Bintan. “Jika dulu dalam hitungan 6 bulan, kita masih bisa meraup pendapatan mencapai Rp4 miliar, kalau sekarang nol, karena yang bisa kita pungut dari lego jangkar kapal tongkang itu sendiri, dan kapal itu tidak ada yang masuk,” jelasnya.

Ke depan, lanjutnya, yang menjadi potensi pendapatan selain bidang usaha yang sudah dikelola sebelumnya yakni pengelolaan pasar dan SPBU, yang sedang dilirik yakni buffer zone, atau kawasan penyangga untuk angkutan kontainer di Pelabuhan Sungai Kolak di Pelabuhan Sribayintan Kijang yang akan bekerjasama dengan Pelindo untuk menyediakan area bongkar muat. “Ini yang sedang kita rencanakan, karena sesuai dengan peraturan Menteri Perhubungan sudah tidak boleh lagi dilakukan aktivitas bongkar muat kontainer di area pelabuhan, sehingga kita siapak kawasan penyangga untuk area bongkar muat kontainer,” katanya.

novel m sinaga

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com