SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Bisnis Tambang Digantung RTRW

  • Reporter:
  • Rabu, 6 September 2017 | 10:10
  • Dibaca : 147 kali
Bisnis Tambang Digantung RTRW
Aktivitas tambang timah di kaki perbukitan Gunung Muncung, Lingga, belum lama ini. Sektor usaha ini tidak masuk dalam peta wilayah investasi di Lingga yang dicantumkan RTRW Kepri. /ist

LINGGA – Kabupaten Lingga menghadapi masalah pelik setelah sektor tambang tidak ada dalam peta Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kepri yang sudah berlaku sejak 2016 sampai 2036.

Alhasil, kalangan pemerintah setempat pun menilai DPRD dan Pemprov Kepri lambat dalam menyelesaikan hambatan ini. Sejak Maret 2017, DPRD dan Pemkab Lingga sudah mendesak pemprov dan DPRD merevisi aturan RTRW yang sudah disahkan pada Desember 2016 itu.Namun, memasuki September, RTRW tak kunjung direvisi sehingga sektor pertambangan di Lingga menghadapi ketidakpastian sampai sektor ini masuk dalam peta Lingga. Sejumlah aktivitas tambang tidak bisa berlanjut.

Wakil Ketua I DPRD Lingga Kamaruddin Ali menyayangkan sikap DPRD Kepri yang dinilai tidak responsif dengan situasi pelik yang dihadapi kabupaten ini.Dia mencatat potensi tambang di tanah Lingga masih besar bahkan ada kandungan minyak bumi yang belum dieksploitasi. Dia menyebut kini sektor tambang menghadapi ketidakpastian karena tidak tercantum dalam RTRW Kepri padahal selama puluhan tahun sektor ini menjadi andalan.

“DPRD Kepri berperan dan ikut andil memiskinkan masyarakat Lingga. Mereka tidak peka dengan persoalan di daerah,” ujar polikus Partai Golkar ini, Selasa (5/9/2017).

Selengkapnya baca KORAN SINDO BATAM

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com