SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

BNN Jateng Tembak Mati Pengedar Sabu

  • Reporter:
  • Kamis, 19 April 2018 | 15:53
  • Dibaca : 117 kali
BNN Jateng Tembak Mati Pengedar Sabu

SEMARANG–Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah berhasil menangkap tiga pengedar sabu-sabu, yakni Nurul Imam, 29, warga Wiradesa, Pekalongan, Tri Yuwono alias Kotil, 38, warga Padureso, Kebumen, dan Budi Priyanto alias Mbochi, 35, yang merupakan narapidana Lapas Pekalongan.

Selain menangkap ketiga pelaku tersebut, petugas BNNP Jateng menembak mati pe nge dar Arianto, 40. Warga asal Te galreja, Cilacap Selatan, itu ter paksa ditembak mati karena ber usaha kabur ketika petugas me minta pelaku untuk menunjukkan tempat penyimpanan ba rang bukti di daerah Cilacap Uta ra.

Dari jaringan tersebut, petugas berhasil menyita sabu dengan berat total 3,2 kilogram (kg). “Karena pelaku (Arianto) me lawan dan melarikan diri se – hingga dilakukan tindakan te – gas dan terukur berupa tem – bak an setelah sebelumnya dila – ku kan tembakan peringatan tiga kali,” ujar Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru saat gelar perkara di Kantor BNNP Jateng, Jalan Madu – koro, Se ma rang, Jawa Tengah, kemarin.

Tri Agus membeberkan, peng ungkapan kasus ini ber – awal ditangkapnya pelaku Nu – rul Imam di Stasiun Tawang, Se – marang. sekitar pukul 23.30 WIB, Kamis (12/4) malam. “Saat itu pelaku turun dari ke reta yang berangkat dari Su – ra baya lalu kami tangkap dan di la kukan penggeledahan ba – rang ba waan pelaku,” ujarnya.

Hasilnya ditemukan kar – dus cokelat berisikan12 kan – tong plastik sabu dengan berat total 1,2 kg. Kemudian saat hen dak dibawa ke mobil pe tu gas, pelaku berusaha me – lawan dan kabur, hingga pe tu – gas ter pak sa menembak kaki pelaku.

“Setelah dilakukan inte ro gasi, pelaku ternyata dikendalikan oleh narapidana Lapas Peka lo – ng an Budi Priyanto alias Mbo – chi dan langsung kami aman – kan,” ujar Tri Agus. Sementara salah seorang pe laku Imam mengaku telah ber temu dengan seseorang di se buah warung di Surabaya.

Ke mu dian orang tersebut mem be rikan bungkusan da – lam plastik dimasukkan da – lam tas se lan jut nya pulang naik kereta. “Tujuan saya pulang ke Pekalongan, tapi karena kereta Argo tidak sampai Pekalongan, turun di Semarang, rencana mau naik taksi online ke Pe ka – longan,” ujar Imam.

Pelaku juga mengakui jika sudah tiga kali diminta Mbochi untuk mengambil sabu dengan upah setiap kali mengambil se – besar Rp7 juta. Tak hanya itu, pe laku juga berencana meng – edar kan sabu ke Semarang atas perintah Mbochi. “Sudah 3 kali dalam jangka waktu 3 bulan terakhir, sekali jalan dapat Rp7 juta,” katanya.

Sementara itu, Budi Pri yan – to sendiri merupakan nara pi – dana kasus narkotika pada 6 Februari 2018 dengan hu kum – an 5 tahun penjara. Dia di tang – kap kembali karena mengen da – li kan Nurul Imam. Para pelaku saat ini men – dekam di ruang tahanan BNNP Jateng.

Mereka bisa dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 (1) subsider Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkoba dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal pidana mati.

ahmad antoni

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com