SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Boat Pancung Pengangkut Pasir Tenggelam di Perairan Tanjunguncang

  • Reporter:
  • Kamis, 20 Februari 2020 | 16:01
  • Dibaca : 87 kali
Boat Pancung Pengangkut Pasir Tenggelam di Perairan Tanjunguncang
Tim SAR Ditpolairud Polda Kepri melakukan pencarian korban boat pancung tenggelam di perairan Tanjunguncang, Batuaji, Rabu (19/2). f dok ditpolair polda kepri

BATUAJI – Boat pancung pengangkut pasir tenggelam di perairan Tanjunguncang, Batuaji, Rabu (19/2). Tiga orang berhasil selamat dalam peristiwa ini, sedangkan satu lainnya tewas setelah sebelumnya dilaporkan hilang.

Tiga orang yang selamat, yakni Samsudin (40) sebagai Nahkoda, Juli (30) dan Nuar (20). Sedangkan korban meninggal bernama Yanto (30). Informasi yang dihimpun KORAN SINDO BATAM, boat pancung sebelumnya bertolak dari pelabuhan PT Pandan Bahari Shipyard Tanjunguncang menuju Pulau Gara, Kecamatan Belakangpadang. Kapal mengangkut muatan pasir kurang lebih 3 kubik atau 120 karung ukuran 25 kg. Namun nahas, dalam perjalanan boat pancung tenggelam karena dihempas ombak pada koordinat 1.3’848″N – 103.53’091″E di perairan Tanjunguncang.

“Boat pancung dihempas ombak dari arah belakang mesin atau buritan, sehingga boat pancung tenggelam,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhart.

Tim SAR Ditpolairud Polda Kepri yang mendapatkan laporan langsung terjun ke lokasi untuk melakukan pencarian. “Tiga korban berhasil dievakuasi,” ujarnya.

Ditpolairud Polda kepri berkoordinasi dengan Basarnas Kota Batam dalam melakukan pencarian korban tenggelam, dan memperluas daerah pencarian hingga radius 1-1,5 mil di perairan Pulau Gara, Kecamatan Belakangpadang dengan menggerahkan dua unit kapal patroil masing-masing Kapal Pol XXXI-1004 Ditpolairud Polda Kepri dengan komandan kapal Bripka Supriyanto dan Kapal RIB SAR Ditpolairud polda kepri dengan komandan kapal Bripka Iyan Efri.

“Korban akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, tak jauh dari lokasi kapal tenggelam,” kata Harry.

Selanjutnya jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan visum. Polda Kepri mengimbau dan mengingatkan kepada operator kapal penumpang dan juga nelayan untuk lebih waspada terhadap perubahan musim dan cuaca hingga terhindar dari kecelakaan laut.

“Hati-hati dengan cuaca seperti ini pada pengguna transportasi laut. Apalagi bagi yang tidak bisa berenang dalam kasus ini dari keterangan saksi-saksi yang selamat, bahwa korban tidak bisa berenang,” ujarnya. dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com