SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Bobol Uang Nasabah Bank Rp50 Juta

  • Reporter:
  • Selasa, 24 September 2019 | 10:41
  • Dibaca : 147 kali
Bobol Uang Nasabah Bank Rp50 Juta
Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Rustam Mansur menunjukkan barang bukti kejahatan dari sindikat pembobolan rekening modus SIM Card Fraud saat ekspose di Mapolda Kepri, Senin (23/9). f dicky sigit rakasiwi

NONGSA – Polda Kepri membongkar kasus pembobolan rekening modus SIM Swap Fraud atau peretasan kartu SIM ponsel. Tiga tersangka diamankan polisi. Salah satu pelaku berstatus narapidana lembaga pemasyarakatan (lapas) di Jawa.

Pembobolan rekening yang dilakukan sindikat ini memanfaatkan nomor atau kartu SIM yang diambil alih tanpa sepengetahuan korban. Lalu, nomor yang sudah diambil alih tersebut digunakan untuk mengakses akun perbankan korban.

Kasus ini terungkap berdasarkan laporan korban yang merupakan nasabah Maybank di Karimun. Korban berinisial LA mengalami kerugian sebesar Rp 50 juta, dan melaporkan kasusnya ke Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Kepri.

“Sindikat ini mencari korbannya secara acak,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Kepri Kombes Pol Rustam Mansur saat ekspos di Mapolda Kepri, Senin (23/9).

Ia menjelaskan, ketiga tersangka ditangkap di tempat dan waktu berbeda. Ketiga tersangka yakni Ade Yuli (49) seorang wanita yang ditangkap pada 23 Agustus, AM narapidana di salah satu Lapas di Jawa ditangkap pada 5 September dan saat ini masih menjalani hukuman serta David (28) ditangkap 14 September.

“Satu pelaku lain berinisial S masih berstatus DPO dan menjadi buronan Polda Kepri,” ujarnya.

Untuk menjalankan aksinya, para pelaku akan terlebih dulu mengetahui data perbankan korban. Sejumlah cara dapat dilakukan untuk mengetahui informasi perbankan korban, seperti melalui email phising atau jaringan kriminal lain.

Para pelaku biasanya memanfaatkan data tersebut untuk meminta penggantian kartu SIM pada operator seluler dengan beragam alasan. Setelah berhasil mengambil alih nomor korban, para pelaku akan melakukan transaksi finansial. Pelaku biasanya memanfaatkan metode One Time Password atau OTP. Setelah nomor OTP dikirimkan oleh bank ke SIM baru tersebut, pelaku bebas menguras rekening korban.

“Pelaku mengincar targetnya yang menggunakan internet mobile banking,” kata Rustam.

Tersangka Ade Yuli bertugas mendatangi salah satu provider untuk merubah identitas kartu SIM Card Provider melalui Web. Sindikat ini sudah mengetahui NIK dan Nomor KTP korban. Selanjutnya dilakukan pencetakan baru SIM Card di Grapari dan kemudian pelaku bebas mengakses internet banking dan memasukkan nomor OTP/TAC yang dikirim dari bank ke SIM Card yang telah dipegang pelaku David.

“Jadi para pelaku ini berbagi tugas dan mereka mengambil uang tersebut dengan bertransaksi melalui internet banking korban,” ujarnya.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti empat unit handphone dan SIM card, formulir pergantian kartu yang dikerjakan tersangka, buku tabungan dan KTP.

Atas perbuatannya tersangka terancam pasal 46 dan 30 UU Nomor 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan pasal 3,4 dan 10 UI No 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com