SINDOBatam

Opini+

Jungkir Balik+

Bocah Usia 4 Tahun Baca 100 Buku dalam Sehari

  • Reporter:
  • Minggu, 17 Desember 2017 | 15:19
  • Dibaca : 65 kali
Bocah Usia 4 Tahun Baca 100 Buku dalam Sehari
Koran Sindo

CHICAGO – Walaupun masih berusia 4 tahun, Caleb Green sudah mampu menginspirasi banyak orang.

Bocah asal Chicago, Amerika Serikat (AS), ini mampu melahap 100 buah buku dalam sehari! Kehebatannya tersebut disaksikan ribuan orang lewat Facebook Live. Caleb Green berjanji kepada dirinya sendiri untuk membaca 100 buku berbeda pada Sabtu (9/12) lalu, termasuk membaca buku favoritnya tentang kurakura Ninja dan anjing.

Di antara 100 buku yang dibaca Caleb itu, ada buku berjudul I Love My Skin; Goodnight, Owl; dan buku yang terinspirasi Bob Marley berjudul One Love. Stamina Caleb terbilang luar biasa. Dia hanya beristirahat sejenak setiap selesai membaca 10 buku. Caranya beristirahat pun unik.

Caleb menari dengan riang, kemudian melanjutkan membaca 10 buku lainnya. Caleb mengambil setiap buku keluar dari rak buku dan meletakkannya di ruang keluarga. Saat mereka menyadari kurang 8 buku dari target 100 buku itu, beberapa teman keluarga da tang untuk membawakan beberapa buku lagi sehingga jumlahnya ada 100 buku.

Setelah 9 jam membaca, 2 jam istirahat, dan lebih dari 2.000 penonton menyaksikannya, Caleb berhasil membaca ke-100 buku dengan keras. Ke esokan harinya dia tampil di ABC7 Chicago untuk membicarakan keberhasilannya.

Saat stasiun ABC Chicago, WLS TV, bertanya kepadanya mengapa dia ingin membaca buku sangat banyak itu, Caleb menjawab singkat, “Saya suka membaca dan saya ingin membaca lebih banyak seperti kakak perempuan saya.” Ayah Caleb, Sylus Green, menjelaskan kepada stasiun televisi bahwa awalnya dia ragu dengan tekad Caleb membaca buku sebanyak itu.

Dia pun meminta anaknya mengurangi jum lah buku yang akan dibaca tersebut. Namun sang anak tetap bersikeras dengan mengatakan, “Tidak, saya ingin membaca 100 buku.” Sylus Green pun pada akhirnya menjadikan ambisi dan semangat putranya sebagai inspirasi untuk menjalani hidup ke depan.

”Saya belajar untuk hanya bermimpi besar dan saya menetapkan target-target yang tampak tidak realistis kepada diri saya pada tahun depan dan saya terinspirasi oleh Caleb untuk tidak mundur dari itu dan hanya terus mendorongnya,” ujarnya. Sejak Caleb tampil daring sam bil membaca buku, keluarga Green mendapat respons luar biasa dari masyarakat.

Beberapa organisasi seperti penerbit buku anak lokal Albert Whitman and Co telah mendonasikan buku untuk Caleb dan kakak perempuannya, Jael, yang berusia 7 tahun. Penerbit itu juga berjanji menyumbangkan buku-buku untuk anak-anak lain di wilayah Chicago.

Meski demikian, ada beberapa orang yang berkomentar negatif tentang tantangan Caleb tersebut. Ada yang ber komentar miring, “Buku? Lebih seperti pamflet. Kembali saat dia selesai dengan novel ke-100.” Komentar miring lainnya, “Senang dia dapat membaca.

Tapi akankah dia menghormati hukum dan orang lain disekitarnya?” Menanggapi komentar miring itu, Green menyatakan dia tidak akan merebut kese nang an anaknya membaca yang di sebarkan kemasyarakat. “Se makin mereka benci, semakin kami cinta,” tulis Green di Facebook.

“Pada akhirnya, luar biasa melihat bocah 4 tahun ingin dan bertekad membawa masyarakat bersama pada Sabtu malam untuk menontonnya membaca!” tulis Green saat anaknya berhasil menyelesaikan tantangan itu. Ingin agar banyak anak lain mendapatmanfaatdariaksiyang dilakukan Caleb, Green pun mengajak penulis lokal Candace Edwards untuk mengumpulkan buku-buku bagi sejumlah perpustakaan sekolah di Chicago yang membutuhkan banyak buku.

Gayung bersambut. Edwards pun menyatakan ke bahagiaannya untuk bisa membantu. Dia pun menyumbangkan 500 eksemplar buku anak yang dia tulis berjudul I Love My Skin yang akan didistribusikan di segenap penjuru South Side Chicago.

“Tidak semua orang dapat memenuhi rak buku anak mereka, bahkan para guru perlu bantuan untuk mengisi rak buku mereka, jadi mengapa tidak membantu?” ujar Edwards.

Terkesan oleh upaya Caleb dan keluarganya yang telah men jadikan kegiatan membaca sebagai kegiatan inti sehari-hari dan juga bagi ratusan anak lain di Chicago, pejabat negara bagian Illinois Jesse White mengundang keluarga Green untuk hadir dalam acara warisan Afro- Amerika pada bulan depan.

Caleb sendiri ingin terus mem baca beberapa buku setiap hari. Saat ditanya dia ingin menjadi apa saat tumbuh besar, Caleb menjelaskan, “Saya ingin menjadi seorang pemain bola basket. Saat saya umur 22 ta hun, saya ingin menjadi astronot dan saat saya 23 tahun, saya ingin menjadi Kura-kura Ninja.”

syarifudin

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com