SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Bocor Puluhan Miliar

Bocor Puluhan Miliar
Truk pengangkut sampah. Foto Teguh Prihatna.

Banyak Belum Dipungut, Retribusi Sampah Hanya Rp25 Miliar

BATAM – Pemko Batam menargetkan pendapatan Rp25 miliar dari retribusi pelayanan persampahan dan kebersihan tahun 2017 ini. Target ini masih jauh dari potensi yang mencapai Rp80 miliar. Banyak kebocoran karena tak tertagih.
=======
Karcis itu berwarna hijau. Meski sama-sama mencantumkan Perda Nomor 11 Tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan Kota Batam, karcis tersebut beda dengan karcis kuning yang beredar sebelumnya. Di karcis hijau itu, nama Dinas Kebersihan dan Pertamanan sudah tak ada lagi. Berganti dengan Dinas Lingkungan Hidup yang kini mengelola kebersihan di Batam.

Kategori retribusi kebersihannya juga tercantum langsung. Dengan begitu, warga bisa langsung mengetahui dipungut untuk kategori mana. Jika tak sesuai, misalnya pemilik rumah sederhana dipungut untuk kategori rumah mewah, warga yang bersangkutan bisa menolak bayar.

Karcis hijau itu akan sampai ke rumah-rumah warga mulai Maret ini. Dilengkapi porporasi dari Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Batam, karcis tersebut dijamin susah dipalsukan. “Warna karcisnya beda, tapi tarifnya masih tetap sama,” kata Kepala Bidang Kebersihan DLH Batam Fairus Batubara, pekan lalu.

Perubahan warna karcis ternyata tak hanya soal bergantinya pengelola kebersihan. Namun, karena sempat beredarnya petugas bodong yang menarik retribusi ke rumah-rumah warga. Mereka ditengarai menggunakan karcis lama, memanfaatkan perubahan dinas pengelola.

“Kalau tak bisa menunjukkan surat perintah tugas, jangan bayar,” ujarnya.

Adalah Wali Kota Batam Muhammad Rudi yang pertama kali mengungkap adanya kebocoran dalam penarikan retribusi sampah di Batam. Nilainya tak tanggung-tanggung, hingga 60 persen dari yang seharusnya dikumpulkan Pemko Batam.

“Retribusi sampah, 60 persen tak tahu ke mana uangnya,” kata Rudi tahun lalu.

Rudi tak sembarang bicara. Kebocoran terjadi karena pengumpulannya masih dilakukan secara manual, ditarik oleh petugas dari rumah ke rumah. Cara ini tak efektif, banyak celah yang bisa membuat potensi-potensi retribusi tak tertagih atau tak tersetor ke kas daerah.

“Itu karena tidak pakai IT (teknologi informasi/TI), makanya ke depan akan kami terapkan IT. Kami akan kirimkan PNS ke Surabaya untuk belajar dari Bu Risma,” kata dia.

Rudi yakin jika menggunakan teknologi dan melibatkan RT/RW, retribusi sampah akan naik tinggi. “Saya yakin akan naik jadi Rp80 miliar,” katanya.

Kepala DLH Batam Dendi Purnomo yang ditanya soal kebocoran retribusi kebersihan kaget. “Saya baru tahu,” katanya pekan lalu.

Dendi memang orang baru di bidang pengelolaan kebersihan. Tahun lalu, dinasnya hanya mengurusi limbah. Baru tahun ini dinasnya diberi tugas tambahan, mengurusi sampah yang dulunya dikelola oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan.

Tahun ini, sesuai APBD Batam 2017 yang didapat KORAN SINDO BATAM, target retribusi kebersihan Kota Batam sebesar Rp25 miliar atau naik sekitar Rp2 miliar dibanding tahun lalu yang mencapai Rp22,7 miliar. Jika dirata-ratakan, Pemko harus bisa mengumpulkan Rp2 miliar lebih per bulan.

Dua bulan ini, target tersebut sudah tercapai. Di Januari, Pemko sudah mengumpulkan Rp2 miliar dan di Februari mengumpulkan Rp2,2 miliar. Jika terus stabil, target Rp25 miliar itu akan tercapai.

Namun, jika dibandingkan dengan potensi yang seharusnya didapat sebesar Rp80 miliar seperti yang diinginkan Wali Kota Batam, target tersebut masih jauh panggang dari api.

Fairus yang kemarin kembali ditanya soal potensi dan kebocoran retribusi, mengaku tak bisa memastikan. Ia mengatakan, DLH masih menggunakan data lama yang dimiliki DKP. Untuk mengetahui kebocoran, katanya, harus melakukan lagivalidasi data objek potensi retribusi tahun ini.

“Setelah dapat hasilnya dan disesuaikan kembali dengan data terpungut, baru ketahuan hilangnya di mana,” ujarnya, kemarin.

Ia mengaku sudah melakukan upaya agar penarikan retribusi tak bocor. Ada 70 petugas retribusi yang dikerahkan. Puluhan petugas itu tak boleh pulang usai menarik retribusi, tapi wajib menyetorkan langsung iuran sampah ke DLH.

Ia mengatakan, kalau retribusinya bagus artinya pelayanan sudah bagus. Saat pelayanan bagus masyarakat juga akan terasa sehingga saat petugas datang masyarakat juga pasti tak keberatan untuk membayar.

“Yang bahaya itu, pelayanan sudah bagus masyarakat rajin membayar, dan klaim menurun tapi retribusi anjlok berarti banyak tukang kibus,” ujarnya.

Kabag Humas dan Protokol Pemko Batam Ardiwinata mengatakan, sebelum menarik retribusi dari masyarakat, Pemko Batamakan lebih memaksimalkan pelayanan pengangkutan sampah kepada sekitar 80 ribu rumah yang terdata di DLH. Ardi yakin, jika pelayanan bagus, objek retribusi akan patuh membayar.

“Saat ini pemerintah juga masih dalam proses pemutakhiran data bagi objek retribusi,” tuturnya.

Angka 80 ribu rumah yang menjadi objek retribusi sampah Pemko Batam, memang masih jauh dibandingkan dengan jumlah pemilik rumah dan usaha lain yang ada di Batam. Jumlah rumah di Batam diperkirakan mencapai 280 ribu unit. Karena itu, Dendi akan menggandeng Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam atau PT Adhya Tirta Batam untuk membantu menagih retribusi sampah bersama tagihan bulanan listrik dan air.

“Kami berencana bekerja sama dengan PLN atau ATB untuk penarikan retribusi. Rencana ini sudah disetujui oleh wali kota, tinggal pembicaraan teknis dengan PLN dan ATB,” kata Dendi, Jumat (10/3) lalu.

Jika kerjasama itu terealisasi, Dendi yakin retribusi sampah akan naik dua kali lipat. Potensi yang saat ini tak tertagih, bisa menambah pundi-pundi kas daerah. “Kalau bekerjasama dengan PLN, maka kami bisa mengumpulkan Pendapatan Asli Daerah dari retribusi sampah sebesar Rp50 miliar. Dan kalau bekerja sama dengan ATB, kami bisa mengumpulkan Rp40 miliar,” kata dia.

Bocor karena Penarikan Konvensional
Ketua Komisi III DPRD Batam Nyanyang Haris Pratimura mengatakan pemungutan retribusi yang dilakukan secara manual seperti saat ini memang memiliki potensi kebocoran pendapatan yang tinggi. Sebab itu pihaknya mendorong agar ke depan bisa dilakukan secara online.

Dia mencontohkan Pemko Surabaya yang memungut retribusi sampah dengan cara langsung pada pembayaran tagihan listrik atau air. Cara tersebut dinilai lebih efektif untuk mencegah kebocoran. Cara ini, katanya, harus segera diterapkan di Batam.

“Apalagi kemarin mereka (Pemko) sudah belajar di Surabaya, saya kira tidak ada salahnya kita mengadopsi cara tersebut,” kata Nyanyang.

Terkait angka kebocoran pendapatan, Nyanyang mengaku belum mengetahui jumlahnya. Hanya saja, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar rapat dengar pendapat dengan DLH Batam terkait potensi pendapatan dari retribusi sampah tersebut.

Kolega Nyanyang di Komisi III, Jeffry Simanjuntak mengatakan, harusnya Pemko Batam melakukan kajian terkait potensi retribusi sampah yang bisa mereka dapat.

“Bagaimana prosesnya, berapa besaran yang akan didapatkan dan lain sebagainya. Kalau sekarang mau belajar ya sudah terlambat,” kata Jeffry, Minggu (12/3).

Namun, Jeffry sependapat dengan Nyanyang soal penerapan sistem online dalam menarik retribusi sampah. “Walaupun terlambat tidak masalah untuk dicoba,” ungkapnya.

Pemerintah, kata Jeffry, tidak bisa menyerahkan sepenuhnya pembayaran sampah ke perangkat RT/RW. Sebab, pemerintah tidak memiliki data statistik penduduk yang terbaru.

“Contohnya di RW saya, jumlah penduduk dan warganya berbeda tiap tahunnya. Apalagi beban ini diserahkan ke kecamatan, saya rasa tidak akan mampu,” ucapnya.

Ia tidak yakin DLH Batam mampu mengelola retribusi sampah dengan baik.

“Saya pesimis pak Dendi mampu mengelola retribusi sampah,” ungkapnya.

Anggota Komisi II DPRD Batam Idawaty Nursanti meminta Pemko Batam agar memperbaiki sistem pelayanannya. Kata dia, tidak tercapainya target karena selama ini pengangkutan sampah tidak bisa mencapai pelosok-pelosok.

“Selain itu juga, kendala lainnya juru tagihnya terbatas dengan wilayah Batam yang besar,” ungkapnya.

m ilham/tengku bayu/ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com