SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Bolu Gulung Ekonomis ala Nelvia

  • Reporter:
  • Senin, 3 April 2017 | 09:33
  • Dibaca : 1183 kali
Bolu Gulung Ekonomis ala Nelvia
Foto Teguh Prihatna.

Siapa tak tahu bolu gulung. Sejenis sponge cake yang digulung dengan olesan krim atau selai di tengahnya. Selain rotinya lembut, rasa manis dari krim di tengahnya bisa bikin ketagihan. Nelvia punya resep bolu gulung yang enak tapi ekonomis.

Di beberapa negara, bolu gulung lebih dikenal dengan nama Swiss roll cake. Resepnya sama saja. Tepung terigu, gula pasir, telur, dan mentega atau margarin. Bentuknya pun serupa, yakni digulung hingga berbentuk silinder. Namun sebelum digulung, cake yang sudah dipanggang diberi lapisan selai, butter cream, whipped cream, atau icing lain. Sehingga ketika dipotong-potong akan terlihat pola spiral yang cantik.

Ada banyak versi dalam proses pembuatan bolu gulung. Nelvia punya metode sendiri. Di rumahnya di Kavling Senjulung, Kabil, Batam, ia mengungkapkan cara membuat bolu yang ekonomis namun tak mengurangi citarasa. “Membuat bolu gulung banyak metodenya. Ada yang dikocok semua bahannya, ada yang dikocok terpisah. Saya lebih cocok metode kocok terpisah,” kata ibu dua anak ini.

Nelvia mengadaptasi dan memodifikasi resep yang ada di internet. Putih telur dikocok terpisah dari tepung dan gula. Karena menurutnya, bila dikocok bersamaan, putih telur yang telah mengembang justru akan mengempis lantaran terlalu lama dikocok alias overmixed. “Kalau dipisah lebih bagus dan adonan tetap naik,” katanya semangat.

Yang berbeda dari resep bolu gulung buatan Nelvia adalah penggunaan minyak sayur (minyak goreng) untuk menggantikan margarin atau mentega (butter). “Sebetulnya fungsi minyak sayur sama saja dengan butter. Membuat cake lebih lembut. Bedanya, butter lebih wangi dan sedikit terasa gurih,” kata wanita yang berprofesi guru ini.

Penggunaan bahan ini juga yang membuat bolu gulung buatan Nelvia lebih ekonomis. Dibanding margarin dan mentega, memakai minyak lebih terjangkau. Alasan lainnya, Nelvia kerap mendapat pesanan dari santri-santri yang menuntut ilmu di pesantren dekat sekolahnya. “Orang kan suka makanan enak tapi murah,” katanya tertawa.

Di sela kesibukannya mengajar di SDIT Al Kautsar, Nelvia juga menerima pesanan kue semacam bolu gulung, sponge cake, atau kue tart. “Saya nggak buka PO (purchase order), karena setiap hari kan mengajar. Bikin kue Sabtu-Minggu saja,” katanya.

Berbagi Ilmu Masak
Nelvia juga aktif mengelola sebuah komunitas kuliner bernama Baking and Cooking with Love. Bahkan ditunjuk sebagai koordinator wilayah Batam (Sumatera). Komunitas ini berpusat di Jakarta dan didirikan Fransisca Yunisha, seorang PR konsultan yang tertarik dengan dunia kuliner. Sudah ribuan orang anggotanya. Semuanya para ibu rumah tangga yang senang belajar memasak.
“Ada yang baru belajar masak, banyak juga yang bakulan (jualan). Tapi kegiatannya nggak cuma masak-masak. Kegiatan kami berbasis edukasi,” terangnya.

Dalam komunitas yang telah berdiri dua tahun itu, setiap anggota berbagi ilmu memasak atau membuat kue, bereksperimen bagaimana membuat masaka menjadi lebih enak, lalu mengunggahnya di media sosial Facebook. “Syaratnya, tak boleh posting pamer makan di tempat ini atau itu. Tapi harus posting makanan atau masakan yang dibuat,” katanya.

Di Batam, anggotanya 200-an orang. Tapi bukan Nelvia sendiri yang mengkoordinasi mereka. Ada empat orang ibu ditunjuk sebagai koordinator daerah masing-masing: Batuaji, Tiban, Batam Centre, dan Bengkong. “Di sini ibu-ibu jadi terlatih untuk berani berkreasi di dapur, mengekspresikan diri mengolah resep, dan mampu berwirausaha,” kata Nelvia.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com