SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Borong Pesawat Lion Kuasai Asia Pasifik

  • Reporter:
  • Kamis, 12 April 2018 | 14:52
  • Dibaca : 215 kali
Borong Pesawat Lion Kuasai Asia Pasifik

JAKARTA–Maskapai nasional Lion Air Group memanfaatkan momentum pertumbuhan bisnis penerbangan dengan memborong 50 unit pesawat jenis Boeing 737 MAX 10.

Aksi korporasi akan mendukung ambisi maskapai berlogo kepala singa tersebut untuk menguasai pasar regional ASEAN dan Asia-Pasifik. Dalam pembelian pesawat ter baru nya, Lion Air Group meng ge lon torkan dana USD6,24 miliar atau setara Rp85,4 triliun (kurs Rp13.700). Tran sak si tersebut semakin mengukuhkan Lion Air Group sebagai salah satu mas ka pai dengan armada terbanyak di Asia.

Total hingga kemarin maskapai yang di – dirikan oleh Rusdi Kirana itu telah me mesan 1.273 unit pesawat dari ber bagai produsen, termasuk Boeing dan Airbus. Aksi pembelian pesawat oleh Lion me – rupakan respons cukup tepat di te ngah per – tumbuhan angkutan dari ta hun ke ta hun. Kendati demikian, Lion Air juga ha rus terus dapat memperbaiki la yanannya.

Selama ini maskapai ter se – but kerap di ke luh kan peng gu – na nya aki bat sering meng – alami penundaan ke be rang – katan se hing ga merugikan penum pang. Direktorat Angkutan Udara Ditjen Per hubungan Udara Kementerian Per hu bungan (Ke menhub) mencatat, Lion Air pada akhir 2017 berada di urutan ke-11 maskapai dengan tingkat ketepatan waktu on time performance (OTP) de – ngan persentase 71,32%.

Sementara di urutan pertama OTP terbaik adalah maskapai NAM Air dengan 92,62%. Asosiasi Maskapai Pe ner – bangan In ternasional (Inter na – tional Air Trans port Asso cia – tion/IATA) memperkirakan, ka wasan Asia-Pasifik akan mengalami pertumbuhan per – min taan terbesar dalam in dus – tri penerbangan pada pe riode 2015-2035.

Menurut IATA, China akan meng gan tikan Amerika Se ri – kat (AS) sebagai pasar terbesar penerbangan dengan jumlah pe numpang mencapai 1,3 mi – liar pada 2024. Selama kurun waktu 2015-2035, China akan mendapatkan tam bah an pe – numpang baru sekitar 817 juta.

Adapun di Indonesia jum – lah pe numpang udaranya di – per kirakan men capai 442 juta orang dengan pe nam bahan penumpang baru sekitar 135 juta orang hingga 2035. Se – men tara India dan Vietnam masing-masing akan men da – patkan penumpang baru se ba – nyak 322 juta dan 112 juta orang pada periode yang sama.

Saat ini Lion Air Group meng ope rasikan 408 unit pe – sawat. Sementara 50 pesawat baru yang penandatanganan pembeliannya dilakukan ke – ma rin akan datang secara ber – ta hap mulai 2020 dan secara penuh akan datang pada 2023. Pembelian pesawat baru dalam jum lah besar bukan kali ini saja dilakukan Lion.

Se be – lumnya, pada 2013, per usa ha – an penerbangan ini juga mem – beli 234 unit pesawat Airbus jenis A320. Pada 2011 di Bali, Lion juga sepakat membeli 230 unit pesawat senilai USD2,17 mi liar. Perjanjian pembelian dua momen tersebut boleh di – bi lang bersejarah karena disak – si kan dua pimpinan negara pada saat itu.

Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait menga ta – kan, dengan pertumbuhan eko nomi Indo ne sia yang besar dan destinasi pariwisata yang terus ber tam bah, kebutuhan akan moda transportasi pe sa – wat setiap tahun terus me – ningkat. Jum lah penumpang pada 2030 diprediksi men ca – pai lebih dari 335 juta orang dan itu butuh pe sawat lebih dari 1.000 pesawat.

“Kami me – mi liki jumlah pe numpang men capai 335 juta orang hanya untuk pener bang an domestik. Nantinya kita akan masuk ke pasar regional, baik ASEAN atau Asia-Pasifik. Kami meya – kini, industri mas ka pai ke depan masih cukup cerah,” ujar Edward di Jakarta kemarin. Dia mengaku pesawat ini akan menguntungkan karena memiliki tingkat efisiensi ting – gi dari segi konsumsi bahan ba – kar.

Dengan kelebihan tek no – logi bahan bakar yang lebih irit dan jumlah penumpang lebih banyak, Boeing 737 Max 10 ini akan digunakan untuk pe – ngem bangan rute jarak jauh. “Kita akan gunakan untuk rute penerbangan jarak jauh seperti dari Lombok atau Bali ke Chi – na.

Atau, dari kota lain tujuan Jeddah. Nantinya pesa wat ini bisa terbang tujuh jam non – stop,” ujarnya. Edward juga mengatakan, semua pendanaan untuk pem – belian pesawat akan berasal dari perbankan AS. Namun, dia men jelaskan, kesepakatan de – ngan bank tersebut masih bisa berubah.

Sayangnya, Edward enggan menjelaskan lebih rinci terkait fasilitas bunga pinjam an ter sebut. “Dengan 737 MAX 10 ini, Lion Air akan me miliki se – rangkaian pilihan ar ma da yang efisien dan anda,” timpal Senior Vice President Asia-Pacific and India Sales Boeing Commercial Airplanes Dinesh Keshar.

Sementara itu, Pendiri Lion Air Group Rusdi Kirana me – nyatakan, dengan tambahan pembelian 50 pesawat jenis baru ini, hingga saat ini jumlah pesawat Lion yang dibeli se ba – nyak 480 pesawat sejak di di – rikan pada 2007. Selain itu, peng operasian 50 pesawat ini juga akan dibagikan antara Lion dan Batik, namun untuk jumlah pastinya belum diten – tu kan.

Lion Air Group juga mengoperasikan Wings Air, Malindo, dan Thai Lion. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi langkah Lion Air yang mereal – isasikan pembelian 50 pesawat generasi terbaru keluaran Boeing. Dia berharap maskapai tersebut dapat memberikan kontribusi lebih bagi peme – rintah dan dunia penerbangan tanah air.

Lebih lanjut Budi Karya menegaskan, sejak akhir 2017 peringkat Audit Keselamatan Penerbangan di Indonesia yang dilakukan Organisasi Pe – nerbangan Sipil Internasional (ICAO) naik menjadi urutan ke-55 dari sebelumnya pering – kat 151.

Selain itu, Indonesia juga sedang menghadapi peni – lai an dari Uni Eropa untuk meng hapus beberapa maska – pai nasional yang masih berada dalam daftar larangan terbang ke wilayah Uni Eropa. “Kita harap tahun ini yang mendapat banned dari Eropa akan bebas setelah belasan tahun,” ujar Menhub.

Pengamat penerbangan Alvin Lie menilai, aksi pem be li – an yang dilakukan Lion Air Group bisa menjadi solusi un – tuk menambah atau merema – ja kan unit pesawat jarak me ne – ngah. Menurutnya, unit baru tersebut belum tentu untuk Lion Air, namun juga maskapai Lion Group lain.

Namun, dia melihat ini bahwa aksi kor – porasi tersebut menunjukkan ada optimisme perusahaan na – sional yang siap menggarap pasar Asia, khususnya Asia Tenggara. “Ini semangat yang opti mis tis. Pasar penerbangan di Indonesia selalu tumbuh di atas 10% sejak 2000. Kita salah satu pasar paling menjanjikan di dunia,” ujar Alvin.

Dia mengatakan bahwa pasar untuk destinasi Jeddah atau Arab Saudi sangat men – jan jikan. Selain itu, destinasi China juga ada potensi wisata dan bisnis di sana. Pada saat yang hampir ber – samaan, Lion Air Group me – nye pakati kemitraan dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) dalam pengembangan bahan bakar nabati bioavtur. Kerja sama ini merupakan upaya perusahaan dalam mengurangi ketergan – tungan terhadap bahan bakar fosil.

hafid fuad

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com