SINDOBatam

Feature+

Hattrick+

Jungkir Balik+

BP Batam Ajak Masyarakat Dukung Pemerintah Lawan Covid-19

  • Reporter:
  • Selasa, 24 Maret 2020 | 12:25
  • Dibaca : 78 kali
BP Batam Ajak Masyarakat Dukung Pemerintah Lawan Covid-19

BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pemerintah melawan corona virus disiase (Covid-19). Masyarakat diharapkan juga bisa mematuhi apa yang telah diimbau oleh pemerintah guna memutus rantai penyebaran virus tersebut.

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar mengatakan sebagai pelayan publik pihaknya juga terus berupaya untuk melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 tersebut. Terutama di unit-unit yang langsung melayani masyarakat.

“Berbagai langkah pencegahan sudah BP Batam lakukan, mudah-mudahan masyarakat bisa ikut berperan aktif dan mengikuti semua imbauan dari pemerintah atau juga Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19,” kata Dendi, Senin (23/3).

Dendi menjelaskan Bandara Internasional Hang Nadim Batam dan Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam (RSBP) terus melakukan upaya pencegahan terhadap Covid-19. Diantaranya telah menerapkan pengecekan suhu tubuh dengan menggunakan thermal gun dan thermal scanner serta melakukan penyemprotan destinfektan khususnya di bandara.

Saat ini ke dua yunit yang dikelola BP Batam tersebut telah menerapkan social distancing (jaga jarak) atau pembatasan sosial terhitung Kamis, 19 Maret 2020. Social distancing adalah mengurangi jumlah aktivitas di luar rumah dan interaksi dengan orang lain dengan jarak batas ideal, serta mengurangi kontak tatap muka langsung.

“Bila seseorang dalam kondisi yang mengharuskannya berada di tempat umum, setidaknya perlu menjaga jarak sekitar 1,5 meter dari orang lain,” kata Dendi.

Social distancing atau pembatasan sosial dilakukan dengan beberapa langkah, yakni memasang beberapa stiker panduan jarak dan melakukan penataan kembali kursi tunggu yang digunakan pengguna jasa bandara agar mereka yang duduk tidak berdekatan satu sama lain.

Bandara Internasional Hang Nadim Batam juga memasang stiker-stiker jarak antrean yang ditempel di area Security Check Point (SCP) bandara dan area boarding gate agar para penumpang dapat membuat jarak ketika sedang melakukan antrean di bandara.

Selain itu, Bandara Internasional Hang Nadim Batam juga telah mengerahkan tenaga kebersihan untuk menyemprotkan desinfektan di kursi ruang tunggu, eskalator dan lift serta menyiapkan hand sanitizer yang bisa digunakan oleh calon penumpang sebagai langkah preventif dari penyebaran virus ini.

“Gerakan pencegahan serupa juga dilakukan oleh Kantor Perwakilan BP Batam di Jakarta,” katanya.

Untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19, Kantor Perwakilan Jakarta melakukan penyemprotan desinfektan di seluruh bagian kantor dan pelayanan, seperti ruang tunggu, tangga, lift, ruang kantor, ruang arsip dan ruang pelayanan. Langkah preventif ini akan secara rutin dilakukan untuk memutus penyebaran pandemik virus yang sedang dihadapi oleh dunia global.

Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo terkait penanganan penyebaran dan dampak COVID-19 dan Surat Edaran Kepala BP Batam Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Imbauan Kewaspadaan dan Penanganan COVID-19.

“BP Batam juga telah melakukan work from home (WFH), mudah-mudahn Civid-19 bisa cepat berlalu,” kata Dendi.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan berbagai upaya pencegahan Covid-19 terus dilakukan. Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tidak keluar rumah dan memperbanyak aktivitas di dalam rumah mengingat penularan Covid-19 yang cepat.

Kemudian, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat yang merasakan gejala-kejala Covid-19 untuk segera melaporkan ke puskesmas agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu pihaknya juga meminta kepada masyarakat yang masuk dalam status orang dalam pemantauan (ODP) agar mau dikarantina selaa 14 hari.

“Kami sudah menyiapkan RSUD Embung Fatimah dan RSBP Batam sebagai ruah sakit rujukan. Hubungi holine pengangan Covid-19 di nomor 0812-7781-5333. Mari proteksi diri masing-masing dan meningkatkan kebersihan, serta rajin cuci tangan,” kata Rudi.

Rudi juga memberikan apresiasi kepada pelaku usaha yang sam-sama mau membantu pemerintah untuk mengatasi Covid-19. Sumbangan alat medis dan penggalangan dana bantuan para pelaku usaha dinilai tentu sangat membantu pemerintah.

Atas nama pemerintah dan masyarakat ia menyampaikan terima kasih atas bantuan dari pengusaha ini. Bantuan dikelola melalui tiga organisasi, Apindo, PSMTI, dan Yayasan Buddha Tzu Chi.

“Semua sudah kompak. Pengusaha sudah menjadi satu,” kata Rudi.

Dari pertemuan dengan pengusaha sebelumnya, pemerintah berharap bantuan yang terkumpul bisa mencapai Rp20 miliar di tahap pertama. Dan di tahap kedua diharapkan bisa terkumpul total Rp30 miliar. Saat ini sumbangan yang terkumpul sudah mencapai Rp12.515.300.000.

Pengusaha juga memberikan bantuan berupa alat pelengkap untuk pengujian menggunakan PCR. Sementara ini jumlah yang ada sebanyak 30 unit. Akhir April rencananya ditambah lagi menjadi 500 unit. Dan selanjutnya dilengkapi hingga 3.000 unit.

Bantuan lain yang diberikan yakni 500 unit alat pelindung diri (APD). Pakaian pelindung diri untuk tenaga medis ini rencananya akan diberikan sampai 5.000 set. Selain itu pengusaha juga akan membeli 10.000 rapid test. Alat deteksi dini kemungkinan seseorang terserang virus corona. Sebelum melanjutkan ke tes dengan PCR.

ahmadrohmadi/adv

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com