SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

BP Batam Akan Lelang Perluasan Hang Nadim

  • Reporter:
  • Kamis, 15 Juni 2017 | 13:58
  • Dibaca : 819 kali
BP Batam Akan Lelang Perluasan Hang Nadim
BP Batam Akan Lelang Perluasan Hang Nadim. Foto Teguh Prihatna.

NONGSA – BP Batam akan segera memperluas kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam mengingat terus bertambahnya jumlah penumpang yang menggunakan jalur trasportasi udara. Saat ini ada sekitar enam perusahaan yang tertarik mengembangkan Hang Nadim yang akan menjalin kerja sama dengan sistem Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

“September akan kami sampaikan pengumuman pelelangan dan paling cepat mungkin aka diimulai pembangunannya tahun 2019,” kata General Manager Marketing Badan Usaha Bandara Udara (BUBU) Hang Nadim, Dendi Gustinandar, Selasa (13/6).

Kapasitas Hang Nadim hanya 5 juta penumpang setiap tahunnya, namun pada tahun 2016 lalu jumlah penumpang mencapai 6,1 juta penumpang. Keadaan tersebut tentu dapat mengurangi standar kanyamanan, maka itu BP Batam perlu melakukan perluasan terminal penumpang untuk tetap memberikan kenyamanan kepada masyarakat.

Dia menambahkan, kawasan Aeromaritropolis Hang Nadim akan dibangun di lahan Hang Nadim Airport seluas 1762 hektare. Tidak hanya terminal satu saja yang akan diperluas, rencaanya BP Batam juga akan membangun terminal dua. Sementara terminal cargo digeser dan akan ada fasilitas lain, high technology. “Kami tingkatkan sektor pendapatan dari MICE (meeting, incentive, conference and exhibition) di kawasan Bandara,” katanya.

Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam, Eko Budi Santoso menambahkan, saat ini ada enam perusahaan yang tertarik untuk mengembangkan Bandara Hang Nadim. Di antaranya adalah Incheon Airport Korea, GMR Airport, GVK, Vinci, Mitsui Jepang, dan PT Angkasa Pura 2.

Eko menjelaskan, tingkat pertumbuhan penumpang rata-rata pertahunnya meningkat hampir 13 persen dan dengan kapasitas yang hanya 5 juta tentu butuh segera mungkin untuk pengembangan. Dia mengaku anggaran yang dibutuhkan untuk pengembangan bandara diperkirakan sebesar USD 448 juta, maka itu pihaknya perlu menggandeng investor. “Dan jumlah tersebut tidak sedikit, ini menjadi salah satu pertimbangan kami untuk mecari investor. Karena keuangan kami tidak cukup untuk membiayai itu semua,” terangnya.

Ke depan, akan ada fasilitas pendukung parawisata selain industri penerbangan. Hotel dan kawasan industri kreatif akan dihadirkan. Dimana sesuai desain, ada central business district, medical centre, park residence, cultural park, hotel, convention and comercial, botanical garden, entertainment centre, apartement, entertainment center dan bonded area.

Kemudian ada fasilitas lainnya, seperti MRO milik Lion dan saat ini masih dalam negoisasi MRO milik GMF. Selanjutnya ada juga passenger terminal, general maintenance, proposed runway, station, high value , industri, light and valuable manufacture, cargo, proposed highway dan lain.

“Kami menjadikan bandara dengan pengembangan untuk MICE juga. Mau tidak mau, kami kembangkan MICE. Kami akan tender secara internasional,” jelasnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com