SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

BP Batam Akan Turunkan Biaya Kargo, Tekan Biaya Logistik

  • Reporter:
  • Senin, 23 September 2019 | 12:14
  • Dibaca : 98 kali
BP Batam Akan Turunkan Biaya Kargo, Tekan Biaya Logistik
Asisten Deputi Keuangan, Investasi dan Badan Usaha, Kantor Sekretariat Wakil Presiden, Ahmad Lutfie saat melakukan kunjungan ke Pelabuhan Batuampar, Sabtu (21/9). f ahmad rohmadi

BATUAMPAR – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus berupaya untuk bisa menekan biaya logistik (cost logistic) di Pelabuhan Batuampar yang sampai saat ini masih dikeluhkan para pengusaha. Biaya logistik yang tinggi dinilai sebagai salah satu penghambat pertumbuhan ekonomi.

Direktur Badan Pengelola Pelabuhan (BPP) Batam, Nasrul Amri Latif mengatakan, pihaknya berupaya menyiasati tingginya biaya logistik dengan menyusun perencanaan. Baik itu rencana jangka pendek dan menengah jangka panjang. Kendala tingginya biaya logistik di Batam tak terlepas dari beberapa hal di antaranya biaya kargo (freight) yang tinggi.

“Kemudian juga fasilitas bongkar muat pelabuhan yang kurang dari standar kepelabuhanan, kesempatan pengembangan direct call, serta transhipment yang belum tergarap,” ujarnya, Minggu (22/9).

Kemudian juga tata kelola logistik di pelabuhan yang masih dilakukan perusahaan logistik asal Singapura secara door-to-door. Namun, pihaknya sudah melakukan beberapa perencanaan untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Dalam jangka pendek, BP Batam berencana akan menurunkan biaya kargo dari semula USD400 menjadi USD250-280 Batam-Singapura.

Kemudian juga berupaya meningkatkan fasilitas efisiensi kegiatan bongkar muat dengan menyediakan HMC (Harbour Mobile Crane), RTG (Rubber Tyred Gantry) dan HT (Head Truck). BP Batam juga berencana memperluas area container yard (CY) yang semula dua hektare menjadi 10 hektar dan rencana direct call ke China dan Afrika.

“Kami juga mendapat informasi dari Port of Singapore Authority (PSA) bahwa barge (tongkang) boleh sandar di Port of Singapore (PSA) yang akan kami jajaki untuk menekan biaya logistic,” jelasnya.

Sedangkan rencana jangka menengah yang saat ini sedang BPP Batam, yakni pengembangan pelabuhan transhipment hub dengan penataan manajemen pengelolaan pelabuhan dan optimalisasi dermaga utara Pelabuhan Batuampar. Selain itu, ke depan, Pelabuhan Batuampar juga akan dilakukan integrasi pelayanan antarmoda pengangkutan untuk container dan kargo udara.

“Serta pelayananan tranship dan transhipment untuk mendukung direct call yang akan tersedia hingga penyediaan fasilitas pelabuhan yang modern untuk layanan container, tanker, pergudangan, hunian, hingga pekantoran,” katanya.

Tentunya untuk merealisasikan rencana tersebut membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat terkait pengelolaan dan pemanfaatan Pelabuhan Batuampar. Ia berharap dengan peninjauan langsung ini pemerintah pusat dapat segera melakukan pengambilan keputusan terkait rencana pengembangan pelabuhan baik jangka pendek maupun menengah.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam, Rafky Rasyid mengatakan sampai saat ini biaya logistik dari Batam ke luar negeri masih relatif mahal. Meskipun diakuinya memang sudah ada usaha dari BP Batam untuk melakukan efisiensi, menata sistem kepelabuhanan, dan melakukan modernisasi peralatan di pelabuhan.

Namun dampaknya belum begitu terasa pada penurunan tarif logistik di Batam. Harapan pelaku usaha di Batam sebenarnya adalah agar penurunan tarif ini cepat direalisasikan supaya menjadi daya tarik bagi investor berinvestasi di Batam.

“Kami paham juga bahwa menata pelabuhan ini tidak mudah dan butuh proses dan butuh waktu,” kata Rafky.

Asisten Deputi Keuangan, Investasi dan Badan Usaha, Kantor Sekretariat Wakil Presiden, Ahmad Lutfie, mengungkapkan pemerintah pusat memberikan perhatian yang serius terhadap pengembangan Batam. Wakil Presiden Jusuf Kalla sebelumnya sudah beberapa kali turun langsung ke Batam.

“Kunjungan saya bersama tim untuk mengecek kendala yang dihadapi BP Batam dalam mengembangkan Pelabuhan Batuampar,” kata Lutfie.

Letak Batam dinilai sangat strategis, berbatasan langsung dengan Singapura dan berada tepat di depan jalur perdangan internasional yang sangat padat. Hanya saja banyak potensi yang belum tergarap dengan baik selama ini. Maka itu, pemerintah ingin Batam terus berkembang yang berdaya saing tinggi.

“Kami lihat Pelabuhan Batuampar potensinya sangat besar. Tinggal kemampuan pemerintah saja untuk mendorong pelabuhan ini bisa beroperasi lebih maksimal lagi,” katanya. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com