SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

BP Batam Hitung Aset ATB

  • Reporter:
  • Senin, 17 Februari 2020 | 11:05
  • Dibaca : 76 kali
BP Batam Hitung Aset ATB
Pegawai ATB sedang mengecek pengolahan air di Dam Mukakuning, beberapa waktu lalu. f agung dedi lazuardi

BATAMKOTA – BP Batam sedang mempersiapkan beberapa hal menjelang pengakhiran konsesi air bersih dengan PT Adhya Tirta Batam (ATB). Termasuk soal penghitungan aset-aset ATB yang akan diambil alih oleh BP Batam.

“Kan sudah jelas seperti yang disampaikan Pak Kepala BP Batam sebelumnya. Konsesi ini diakhiri dulu, karena aturannya kan memang demikian,” kata anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Sjahril Japarin, Minggu (16/2).

Ia mengatakan, BP Batam memastikan akan mengambil alih kembali pengelolaan air bersih di Batam setelah konsesi dengan ATB berakhir pada November nanti. Namun sampai saat ini BP Batam belum menentukan secara pasti sistem pengeloaan air bersih selanjutnya, setelah kontrak dengan perusahaan swasta tersebut berakhir.

Baik itu pengelolaan air baku di waduknya, ataupun juga pengelolaan distribusi air bersih kepada masyarakat. BP Batam belum menentukan apakah sepenuhnya pengelolaan air dari hulu ke hilir nantinya dikelola sepenuhnya oleh pemerintah, atau tetap akan menggandeng pihak swasta.

Untuk pengelolaan air ke depannya, Japarin mengaku nantinya akan menjalankan apa yang sudah diatur oleh undang-undang. Begitu juga dengan apakah nantinya akan kembali melibatkan swasta atau menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Bisa saja dilelang, dikerjakan sendiri dan segala macam. Tentunya bakal memperhatikan Undang-Undang Sumber Daya Air dan aturan-aturan lainnya,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam Binsar Tambunan mengatakan, BP Batam optimistis mampu mengelola air bersih pasca konsesi dengan ATB berakhir. Konsep Integrated Total Water Management (ITWM) telah disiapkan untuk menjaga keberlangsungan ketersediaan air sampai tahun 2045 mendatang.

Melalui konsep tersebut, pihaknya akan menyinergikan antara potensi ketersediaan air baku, air bersih, pengelolaan air limbah, desalinasi air laut dan daur ulang (rycycle). Dengan demikian ketersedian air bersih di Batam diharapkan bisa tetap terjaga. “Saat ini BP Batam telah memutuskan untuk tidak memperpanjang konsesi pengelolaan air di Batam,” kata Binsar.

Binsar mengatakan, keputusan untuk tidak memperpanjang konsesi pengelolaan air tersebut telah disampaikan melalui surat BP Batam kepada ATB pada 26 September 2019 lalu. Perihal pemberitahuan tidak memperpanjang perjanjian konsesi yang ditandatangani oleh Kepala BP Batam sebelumnya, Edy Putra Irawady.

“Melalui surat tersebut BP Batam telah mengambil sikap dan memutuskan akan mengambil alih pekerjaan pengelolaan air bersih di Batam dan tidak akan memperpanjang perjanjian konsesi,” katanya.

Menurut dia, keputusan BP Batam itu telah sesuai dengan isi perjanjian konsesi dan peraturan perundangan yang berlaku, yakni amanah UUD 1945 dan UU Sumber Daya Air No. 17 Tahun 2019, UU Nomor 36 Tahun 2000 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2000 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Menjadi Undang-Undang.

Kemudian juga Peraturan Pemerintah 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum, dan Peraturan Menteri PUPR No. 25 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum untuk memenuhi kebutuhan sendiri oleh Badan Usaha. “Dalam hal ini, negara perlu berperan aktif dalam pengendalian sumber daya air yang semakin terbatas di Batam,” kata Binsar.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam perjanjian konsesi itu ATB masih memiliki kewajiban selama enam bulan setelah tanggal pengambilalihan untuk melakukan perbaikan atas kerusakan yang apabila ditemukan pada inspeksi dan inventarisasi bersama.

Sedangkan DPRD Batam meminta pengelolaan air di Batam tidak hanya dikelola Badan Pengusahaan (BP) Batam, pasca berakhirnya konsesi air dengan ATB. BP diminta tetap menggandeng pihak lain untuk mengelola air bersih di Batam.

Bahkan BP Batam diragukan kemampuan untuk mengelola sendiri, tanpa ada pihak ketiga. Terlebih pelabuhan dikerjasamakan pengelolaannya dan bandara disiapkan juga kerja sama ke pihak ketiga.

”Kalau konsesi diberikan langsung ke BP, saya kira tidak akan mampu,” kata anggota DPRD Kepri Nyanyang Haris Pratamura di Batam Centre, Jumat (7/2).

Menurut dia, BP Batam harus punya mitra dalam dalam pengelolaan air. Harus ada pendampingan dari pihak lain. “Kami ingin ada sinergi antara BP dan pihak lain. Mengelola air. Kalau dikelola BP langsung, tidak akan mampu,” katanya.

Nyanyang mengatakan, pengelolaan dan distribusi air di Batam bukan persoalan mudah. Pengelolaan air lebih sulit dibanding mengelola bandara dan pelabuhan. Sementara pengelolaan pelabuhan dikerjasamakan dengan pihak ketiga, dalam hal ini Pelindo. Dan bandara disiapkan juga untuk dikelola pihak ketiga.

”Jadi harus ada pendampingan dari yang lain. Ini kan masalah pelayanan langsung ke masyarakat. Kami tidak meminta ATB diperpanjang. Jadi harus ada pihak lain sebagai mitra BP untuk mengelola air ini,” katanya.

Ia mengatakan terkait konsesi air bersih, bukan ranah DPRD Kepri. Namun sebagai wakil rakyat, penting juga perhatian Dewan, karena dampak kelangsungan pengelolaan air di Batam ke depan, menyangkut masyarakat banyak, yang juga basis massa anggota Dewan.

”Bukan ranah kami, tapi dari masyarakat sebagai pengguna atau pelanggan air bersih, kita tidak ingin ada masalah dengan distribusi air nanti,” tegas dia.

Nyanyang mengatakan, tidak hanya BP dan pemerintah pusat, namun pihaknya dan warga harus bicara, bagaimana pengelolaan air ke depan. ”Apakah dilanjutkan atau tidak dengan ATB. Karena yang merasakan ini masyarakat,” kata Nyanyang.

Jika ada kendala pengelolaan air ke depan, hal itu akan menjadi kelemahan pemerintah, dalam menyediakan kebutuhan warganya. Sehingga penting diperjelas, kelanjutan pengelolaan air di Batam. Karena tidak hanya terkait bisnis, namun nasib masyarakat.

”Siapa yang melanjutkan, dengan siapa dilanjutkan. Harus jelas, sehingga masyarakat juga tenang,” katanya. ahmad rohmadi/iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com