SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

BPJS Kesehatan Kejar Kepesertaan 20 Ribu Penduduk Lingga

BPJS Kesehatan Kejar Kepesertaan 20 Ribu Penduduk Lingga
Kepala BPJS Kesehatan wilayah Kepri Leny Marlina menerangkan JKN-KIS di Hotel One, Dabosingkep, kemarin.

LINGGA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kepri mengejar kepesertaan 20 ribu penduduk Lingga yang belum terdaftar mendapat jaminan kesehatan dari negara.

Kepala BPJS Kesehatan Wilayah Kepri Leny Marlina mencatat kepesertaan jaminan kesehatan di Lingga baru mencakup 42 persen penduduk atau sekitar 43.410 penduduk.

“Masih ada 60 persen penduduk yang belum memegang JKN (Jaminan Kesehatan Nasional)-KIS (Kartu Indonesia Sehat),” ujar Leny di sela-sela diskusi bersama media di Hotel One, Dabosingkep, kemarin.

Menurut Leny, pemerintah memberi batas waktu sampai 2019 agar seluruh penduduk terdaftar sebagai peserta JKN

Adapun salah satu upaya BPJS dengan menyiapkan Care Center yang diandalkan sebagai strategi pendaftaran jaminan sosial. Care Center diluncurkan 1 Maret 2017. Leny memastikan layanan ini bebas biaya kecuali iuran pertama.

Leny menjelaskan prosedur layanan kesehatan KIS sama dengan jaminan kesehatan lain. Pemegang KIS harus terlebih dahulu ke puskesmas sebagai layanan tingkat pertama dan pemeriksaan tahap awal.

Jika memang harus mendapatkan pelayanan kesehatan tingkat lanjut, maka puskesmas akan memberikan surat rujukan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan lanjutan yaitu rumah sakit.

“Peraturan ini tidak berlaku jika pemilik KIS dalam keadaan darurat. Peserta bisa langsung mendapatkan pelayanan kesehatan tingkat lanjutan,” kata Leny.

Sementara masyarakat pemegang kartu KIS yang masih mengeluarkan biaya dapat menghubungi kantor BPJS setempat. Peserta pemegang kartu KIS berhak mempertanyakan bila rumah sakit atau puskemas masih meminta biaya perawatan.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com