SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

BPOM Sita Kosmetik Ilegal Senilai Rp111 Juta

  • Reporter:
  • Rabu, 18 Juli 2018 | 10:03
  • Dibaca : 255 kali
BPOM Sita Kosmetik Ilegal Senilai Rp111 Juta
Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irwan.

PINANG – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepri menyita kosmetik ilegal senilai Rp111.690.000 dari pengedar berinisial NN, warga Kelurahan Tanjungayun Sakti, Bukit Bestari, Tanjungpinang, pekan lalu. Kosmetik yang disita sebanyak 42 item tanpa memiliki izin edar resmi.

“Kami menyita kosmetik ilegal dari rumah NN beberapa hari lalu. Temuan ini terbilang besar karena nilai jual barang bukti sekitar Rp111 juta,” kata Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irwan saat ditemui di Mapolres Tanjungpinang, Selasa (17/7/2018).

Yosef mengatakan, pelaku mendistribusikan kosmetik ilegal di Tanjungpinang. Pihaknya berhasil mengungkap perbuatan pelaku berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat. Dari informasi itu, petugas mengembangkannya hingga menemukan barang bukti di rumah pelaku. Saat hendak digerebek, NN awalnya menolak rumahnya digeladah petugas. Namun, petugas bisa masuk setelah menjelaskan kepada pelaku.

“Total barangnya sebanyak 5.999 pcs, beberapa contoh kosmetik ilegal seperti temulawak, RDL hidrokuinon, bioaqua, naked, hengfang, dan lainnya, seluruhnya tidak memiliki izin edar dari BPOM,” kata dia.

Dia menjelaskan pengungkapan ini adalah bentuk penindakan BPOM untuk melakukan dan memastikan setiap farmasi dan pangan yang beredar terjamin mutu dan keamanannya. Dia menyampaikan sejauh ini proses hukum terhadap NN masih berlanjut.

“Masih mendalami proses secara hukum berlaku. Yang jelas kita masih melakukan pemeriksaan,” kata dia.

Atas perbuatannya NN dijerat dengan Pasal 106 ayat 1 Jo Pasal 197 yang berbunyi setiap farmasi harus memiliki izin edar dengan ancaman pidana penjara 15 tahun dan denda Rp1,5 miliar.

Yosef meminta kepada masyarakat tetap berhati-hati saat membeli kosmetik dan pangan. Kosumen harus cerdas dalam membeli setiap produk yang dijual di masyarakat. Sejauh ini petugas belum menemukan obat dan makanan yang membahayakan di Tanjungpinang.

“Kita tetap rutin melakukan pengawasan untuk memastikan makanan dan obat yang beredar sesuai aturan. Konsumen harus cerdas, cek kemasan, lebel, izin edar, dan kedaluwarsanya,” ujar Yosef.

muhammad bunga ashab

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com