SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

BUMD Kepri Terbelit Utang

  • Reporter:
  • Kamis, 22 November 2018 | 09:07
  • Dibaca : 314 kali
BUMD Kepri Terbelit Utang
Rudy Chua Anggota DPRD Kepri

PINANG – Anggota DPRD Kepri Rudy Chua meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Pembangunan Kepri ditutup. Kondisi keuangan perusahaan pelat merah itu buruk, bukan menambah untung daerah, justru masih menanggung utang.

“PT Pembangunan Kepri itu mati suri, tidak dapat dipertahankan dengan utang yang menumpuk dan usaha yang hanya mampu menutupi biaya operasional direksi dan sejumlah staf. Jadi buat apa dipertahankan?” ujarnya di Tanjungpinang, Rabu (21/11).

Rudy menambahkan Pemerintah Kepri seharusnya menyikapi permasalahan di BUMD Kepri itu secara cepat dan tepat. Bukan malah terkesan mendiamkannya. Menurut dia, BUMD Kepri dapat ditutup dan Pemprov Kepri dapat membuka kembali perusahaan lain dengan manajemen yang seharusnya lebih baik.

Ukuran keberhasil BUMD, kata dia, dapat dilihat dari kinerja direksi dan staf, serta hasil kerjanya yang seharusnya memberi dampak positif kepada pemerintah daerah dan masyarakat.

“Perusahaan ini dibangun sebagai mesin perekonomian daerah, seharusnya menambah pendapatan asli daerah, bukan malah sebaliknya. Ini pelajaran,” ucapnya.

Sementara BUMD Kepri saat ini membuka seleksi untuk direksi. Terkait hasil seleksi itu, Rudy pesimistis akan mengubah kondisi BUMD Kepri yang ia istilahkan sedang sakit parah.

Menurut dia, orang yang memiliki kualifikasi yang tinggi, berpengalaman dalam mengelola perusahaan dan dapat bekerja secara profesional, tidak mungkin mau ikut seleksi tersebut. “Mereka tidak mungkin mau masuk lumpur,” ucapnya.

Pemprov Kepri sebaiknya mempertimbangkan kembali untuk membuka seleksi calon direksi. Direksi yang terpilih juga akan pusing mengurusi BUMD Kepri karena tidak ada uang yang dapat dikelola untuk usaha, sementara mereka dikejar utang.

Usaha yang dilaksanakan sekarang hanya dua yakni saham di BPR Kepri-Batam dan avtur. “Pemprov Kepri tidak dapat menambah modal di BUMD Kepri saat perusahaan dililit utang. Pemprov Kepri sudah menyertakan modal sekitar Rp14 miliar di perusahaan itu sejak awal pendiriannya,” katanya.

Kepala Biro Ekonomi Provinsi Kepri Herry Andrianto, belum lama ini, mengatakan, tugas Dirut PT Pembangunan Kepri nantinya mimiliki tanggung jawab cukup berat. Selain harus membenahi manajemen, Dirut PT Pembangunan Kepri juga dituntut bisa melunasi utang-utang perusahaan tersebut.

“Memang cukup berat kondisi PT Pembangunan Kepri ini. Karena memiliki pekerjaan dan tanggungan yang cukup banyak, namun penghasilannya sedikit,” sebutnya.

Mengenai besaran utang yang ditanggung PT Pembangunan Kepri saat ini, ia enggan untuk mengungkapkannya. “Jumlahnya, ya seperti yang kalian dengarlah selama ini. Nggak berani saya menyebutkan,” katanya.

Namun lanjutnya, Pemprov Kepri telah memiliki beberapa alternatif untuk melunasi utang PT Pembangunan Kepri. Yakni, meminta pengurangan utang dan meminta kepada Gubernur Kepri Nurdin Basirun untuk mencari investor.

“Nantinya investor itu bisa menjalin kerja sama dan nantinya hasilnya bisa untuk membayar utang tersebut,” tuturnya.

Ia khawatir dengan kondisi PT Pembangunan Kepri seperti itu, dalam proses perekrutan posisi Dirut PT Pembangunan Kepri akan sepi peminat. “Bila untuk jabatan direktur PDAM kita tak khawatir, sebab perusahaan ini tidak bermasalah dan sedikit banyak ada menghasilkan,” ujarnya.

sutana/ant

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com