SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Bupati Karimun Minta Kadisdik Cek Sekolah

  • Reporter:
  • Kamis, 12 Juli 2018 | 14:41
  • Dibaca : 129 kali
Bupati Karimun Minta Kadisdik Cek Sekolah
Perwakilan sekolah memenangkan orang tua calon siswa yang protes anaknya tak diterima sekolah di SMAN 1 Karimun, Rabu (11/7). f ricky robiansyah

KARIMUN – Puluhan orang tua calon siswa mendatangi sejumlah SMA negeri, Rabu (11/7/2018) pagi. Mereka protes dengan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA di Karimun yang dinilai kacau dan tak berjalan sesuai prosedur.

Para orang tua siswa ini protes karena tidak puas anak mereka tidak lulus saat mendaftar masuk sekolah, sesuai sistem zonasi yang diterapkan Dinas Pendidikan (Disdik) Karimun. Seperti diketahui, PPDB tahun ini minat pendaftaran terhadap sekolah negeri di Kabupaten Karimun sangat tinggi. Hal itu menjadikan pendaftar di sekolah-sekolah negeri membeludak dan banyak calon siswa yang tidak tertampung, sehingga menimbulkan kebimbangan orang tua atas nasib anaknya.

Pantauan SINDO BATAM, di SMAN 1 Karimun yang merupakan salah satu sekolah favorit, banyak orang tua calon siswa yang datang untuk mempertanyakan nasib anak mereka yang belum terakomodir. Selain itu di SMAN 2 Karimun juga mengalami hal yang sama, para orang tua yang telah medaftarkan anaknya mendatangi sekolah karena anak mereka dinyatakan tak diterima.

“Ya kami protes, kenapa anak saya yang jelas- jelas tinggal di SMAN 2 Karimun tidak diterima. Sedangkan, ada anak di luar zonasi bisa diterima di sini,” kata salah satu orang tua calon siswa, C Silitonga.

Ia mengatakan, penerapan sistem zonasi diharapkan tidak merugikan para orang tua yang ingin mendaftarkan anaknya ke Sekolah Negeri. Menurutnya, para orang tua meminta kepada instansi terkait agar dapat membantu menyelesaikan perkara ini dan memberikan solusi agar anak mereka dapat bersekolah. “Jangan merugikan kami, untuk menyekolahkan anak saja harus susah seperti ini,” katanya.

Kisruh PPDB yang terjadi ini membuat Bupati Karimun Aunur Rafiq mengambil tindakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Ia langsung memerintahkan kepada Kepala Disdik Karimun Bakri Hasyim untuk turun mengecek ke sekolah.

“Saya sudah minta kepada kadisdik, kapolsek dan camat untuk turun langsung menyelesaikan masalah ini. Memang SMA merupakan kewenangan provinsi, namun kami tetap membantu untuk menyelesaika ini,” ujarnya usai Upacara HUT ke-72 Bhayangkara di Coastal Area.

Rafiq meminta kadisdik untuk dapat menenangkan masyarakat bahwa tidak ada anak yang tidak sekolah, dan meminta agar masyarakat tidak panik dalam menyelesaikan masalah ini. “Seperti yang terjadi di SMPN 3 Meral juga kemarin begitu, namun telah kami selesaikan. Saya minta ikuti terlebih dulu pendaftaran jalur online ini, apabila tidak terakomodir akan lihat berapa orang yang tidak terdaftar dan sekolah mana daya tampung yang bisa menerima,” jelasnya.

Apabila nantinya daya tampung di sekolah memang tidak memadai, pihaknya akan meminta kebijakan kepada pemerintah provinsi untuk mengizinkan sekolah menambah kelas baru agar dapat tertampung seluruhnya. “Ini suatu yang perlu dievaluasi ke depan, mengenai bagaimana agar daya tampung sekolah itu harus dapat diprediksikan sebelumnya, supaya tidak terjadi permasalahan seperti ini,” katanya.

Kepala Disdik Karimun Bakri Hasyim bersama Koordinator Pengawas Tingkat SMA di Karimun langsung melakukan pertemuan untuk menyelesaikan permasalahan bersama kepala sekolah SMA di Karimun. Dalam pertemuan tersebut, dibahas mengenai daya tampung sekolah sekolah yang ada di Karimun untuk dapat membantu mengakomodir calon siswa yang tertampung.

Setelah melakukan pertemuan selama tiga jam, hasilnya terdapat empat sekolah yang masih memiliki daya tampung untung mengakomodir para calon siswa. “Solusinya kami akan buka pendaftaran tanpa zonasi besok (hari ini) kepada anak- anak yang belum terakomodir di SMAN 1 Karimun dan SMAN 2 Karimun,” kata Koordinator Pengawas SMA Karimun, Endang Susilawati.

Susi menambahkan, empat sekolah itu adalah SMAN 3 Karimun, SMAN 4 Binaan Karimun, SMKN 2 Karimun dan SMKN 1 Karimun yang masih memiliki daya tampung sekitar 165 siswa.

“Ada sekitar 165 siswa yang bisa ditampung. Dan ini masih empat sekolah saja, kita akan melakukan pertemuan bersama kepala sekolah di Karimun agar semua anak- anak ini terakomodir,” ujarnya.

Pihaknya akan kembali melakukan validasi terhadap pendaftar-pendaftar yang telah diterima di sekolah-sekolah. Dan apabila ada terdapat siswa yang tidak memiliki rekomendasi dari Pengawas SMA maka tidak menutup kemungkinan akan dieliminasi.

“Pindah zonasi sendiri tanpa melapor, maka akan kami eliminasi. Kami saat ini masih memeriksa sampai besok siang, apabila ada yang terseleksi maka akan dimasukkan yang belum terakomodir ini,” kata Susi. ricky robiansyah

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com