SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Bupati Pasrah Soal Dana Tunda Salur

  • Reporter:
  • Rabu, 11 Juli 2018 | 14:47
  • Dibaca : 56 kali
Bupati Pasrah Soal Dana Tunda Salur
Bupati Natuna Hamid Rizal.

NATUNA – Alokasi anggaran tunda salur tahun ini kurang lebih mencapai Rp200 miliar. Kebijakan pemerintah pusat ini membuat pembangunan di daerah susah dijalankan. Hal ini membuat Bupati Natuna Hamid Rizal pasrah.

Dia mengatakan, kebijakan tunda salur itu diketahui per bulan ini. Sesuai jadwal alokasi, anggaran untuk Kabupaten Natuna dialokasikan pada April lalu. Namun, karena ada audit keuangan di lingkungan kementerian keuangan, akhirnya rencana alokasi itu ditunda hingga Juni 2018.

Setelah Juni berakhir, muncul lagi kebijakan baru bahwa alokasi anggaran itu ditunda salur hingga tahun depan.

“Kebijakan ini tidak berpihak ke daerah terutama sekali bagi kita di perbatasan. Kita sedang giat-giatnya membangun dengan rencana yang matang, tiba-tiba dananya ditunda oleh pusat,” kata Hamid di Gedung Sri Srindit Ranai, kemarin.

Ia mengaku, sedianya bulan ini pembangunan sudah berjalan di tataran praktis karena program kegiatan pemerintah sebagian besar sudah ada yang dilelang dan mendapatkan pemenangnya. Bahkan tak sedikit juga pembangunan yang sudah terlanjur berjalan di tataran praktis karena sudah dilelang elbih awal.

“Tapi, dengan adanya tunda salur ini hampir semuanya kita tunda juga. Tak tahu lah saya. Pasrah saja lah, pening saya,” ucapnya..

Hamid berpendapat, kebijakan ini berbeda dengan kebijakan pemerintah yang sebelumnya. Dahulu pemerintah mengambil kebijakan akan memprioritaskan pembangunan di wilayah perbatasan, termasuk Natuna.

Akan tetapi pada prosesnya kebijakan membangun perbatasan itu terganggu dengan kebijakan lain yang sama sekali tidak menguntungkan bagi daerah perbatasan itu sendiri.

“Maunya kami tolong dikhususkan lah sedikit Natuna ini karena Natuna juga perbatasan dan kawasan strategis ekonomi dan pertahanan. Jangan lah ada tunda salur macam ini,” pintanya.

Hamid menduga, langkah kebijakan tunda salur itu dilakukan pemerintah untuk menopang pembangunan-pembangunan besar yang dibangun pemerintah di tempat lain.

“Saya tidak tahu pasti apa sebabnya, tapi yang jelas di negeri ini banyak pembangunan besar dan bisa saja karena tahun ini tahun politik, mungkin dananya dialihkan kesana dulu. Mereka belum menyebutkan alasannya,” pungkas Hamid

sholeh ariyanto

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com