SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Buron sejak 2011, Koruptor Ini Ditangkap di Batam saat Asyik Fitness

  • Reporter:
  • Senin, 5 Februari 2018 | 22:49
  • Dibaca : 954 kali
Buron sejak 2011, Koruptor Ini Ditangkap di Batam saat Asyik Fitness

SINDOBATAM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam bersama dengan Kejari Pekanbaru berhasil menangkap Khairil Rusli, buronan kasus korupsi penyimpangan pemberian kredit PT Bank Riau Cabang Pembantu Rumbai. Pria 57 tahun ini diamankan saat berada di tempat fitness Platinum yang berada di Kawasan Ruko Top 100 Tembesi, Senin (5/2/2018).

Sebelum penangkapan terhadap Khairil dilakukan, tim dari Kejari Pekanbaru yang dipimpin oleh Ahmad Fuady, Kepala Seksi Intelijen dan dibantu oleh tim dari Kejari Batam telah melakukan pengintaian di tempat fitnes tersebut selama lebih kurang 4 jam. “Kami dapat informasi yang bersangkutan tengah berada di Batam. Akhirnya kami minta bantuan Kejari Batam untuk memantau lebih dulu hingga akhirnya kami intai di tempat fitnes itu,” kata Fuad, sapaan akrab Ahmad Fuady yang sebelumnya sempat menjabat sebagai Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Batam.

Fuad menjelaskan, Khairil memang berdomisili di Batam. Hanya saja, sejak tersangdung kasus korupsi di tahun 2011, ia sering berpindah-pindah kota. “Alamatnya di Batam ini ada dua. Satu di Puri Legenda dan satunya lagi di Belakangpadang, keluarganya di sini,” katanya lagi.

Khairil sudah buron sejak tahun 2011. Persidangan kasus korupsi yang merugikan Rp3,4 miliar ini berjalan secara in absensia dimana persidangan dilaksanakan tanpa dihadiri Khairil. Dalam putusan Pengadilan Negeri Pekanbaru, Khairil dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman 7 tahun penjara dengan denda sebesar Rp250 juta subsider 6 bulan kurungan. “Dia juga diharuskan membayar uang pengembalian sebesar Rp324 juta dan kalau tidak dibayar, ditambah dengan penjara satu tahun. Hal itu akan kita tanyakan kepada yang bersangkutan nanti saat sudah berada di Pekanbaru,” kata Fuad.

Fuad menjelaskan, Khairil tersandung kasus korupsi penyimpangan kredit fiktif saat dirinya menjabat sebagai Kepala Cabang Bank Riau Cabang Pembantu Rumbai. Modusnya, ia menyatakan bahwa adanya pengajuan kredit dari para anggota Koperasi Tani Nelayan Andalan Pelalawan pada tahun 2006. “Sebenarnya pengajuan kredit itu tidak ada,” ujarnya.

Dalam menjalankan aksinya, Khairil bersama dengan Amril Daud, mantan Pimpinan Seksi Operasional Bank Riau Kepri Cabang Pembantu Rumbai, dan Alisius Yahya, Ketua Koperasi Tani Nelayan Andalan (KTNA), Kabupaten Pelalawan, yang juga terpidana 4 tahun memudahkan menyalurkan kredit fiktif kepada Koperasi Tani Nelayan Andalan (KTNA) di Kabupaten Pelalawan, sebesar Rp 3,4 Miliar.

Guna memuluskan kredit, puluhan anggota koperasi ini mengagunkan sertifikat lahan sawit milik masyarakat di Desa Sako Margasari, Kecamatan Logas Tanah Datar, Kabupaten Kuantan Singingi. Atas dasar itu, lalu Kepala Cabang Pembantu Rumbai Khairil Rusli menyetujui kredit. Setiap anggota koperasi akhirnya mendapatkan uang Rp45 juta.

Berdasarkan hasil penyidikan Pidsus Kejari Pekanbaru, uang Rp45 juta tersebut tidak pernah mengalir ke 81 anggota koperasi nelayan. Dan dari hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Riau, akhirnya ditemukan kerugian negara mencapai Rp3,4 milyar.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com