SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Buruh Bangunan Sisihkan Uang hingga Lulus Bintara

  • Reporter:
  • Rabu, 7 Maret 2018 | 17:53
  • Dibaca : 456 kali
Buruh Bangunan Sisihkan Uang hingga Lulus Bintara

Pria berambut plontos itu tidak sanggup menahan air mata usai mencium kaki ayahnya, Syamsuar, 46.

MUSTAFA LAYONG, Makassar

Dialah Asrul, 20, satu di antara 600 bintara baru se-Sulawei Selatan, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara, yang dilantik dalam pelantikan Brigadir Remaja di SPN Batua yang dipimpin langsung Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono. Perjuangan Asrul, 20, hingga lulus sekolah kepolisian dan menjalani pendidikan di SPN Batua Makassar tidak mudah. Di balik keberhasilannya menjadi bintara Polri berpangkat brigadir polisi dua (Bripda), tidak lepas dari kegigihan dan doa orang tua. Tujuh bulan lalu, putra sulung pasangan Syamsuar dan Rusnah, 45, itu tidak pernah menyangka bisa lulus seleksi bintara Polri di tengah keterbatasan harta.

Orang tuanya tak punya cukup uang untuk membiayai dirinya saat mendaftar, apalagi banyaknya rumor uang ”pelicin” bagi para calon polisi. Namun, kegigihannya meraih cita-cita akhirnya berbuah manis. Hanya bermodal duit tabungan sendiri, dia mendaftar hingga melalui semua tahapan seleksi. Warga BTN Batara Ogi, Daya, Kecamatan Biringkanaya, itu membuktikan bahwa lulus bintara polisi tidak membutuhkan uang pelicin. ”Alhamdulillah, dua minggu sebelum penutupan pendaftaran polisi pada 2017 saya mendaftar. Saya tidak menyangka bisa lulus sampai sekarang, tidak ada bayarbayar,” jelasnya. Jalan yang ditempuh Asrul tidaklah mulus. Sebelum lulus bintara, putra pertama dari dua bersaudara itu pernah dua kali gagal tes polisi ataupun tentara, pada 2016.

”Pertama daftar bintara polisi, tapi jatuh di kesehatan. Daftar juga bintara tentara jatuh di postur dan baru daftar lagi tamtama gugur juga,” ujarnya. Sementara Syamsuar yang terus meneteskan air mata tak dapat menyembunyikan rasa bangganya. Dia mengaku tidak pernah mengeluarkan uang sepeser pun untuk membiayai anaknya menjadi anggota polisi. Sebab, penghasilannya sebagai buruh bangunan tidak tetap hanya dapat mencukupi kehidupan sehari-hari. ”Kalau orang bilang ada bayar-bayar, anak saya buktinya, tidak ada sedikit pun. Saya hanya buruh harian. Nanti ada yang panggil kami kerja, kalau tidak menganggur,” tutur laki-laki paruh baya itu. Sebelum lulus bintara, Asrul kata Syamsuar selalu membantunya menjadi buruh harian.

”Sering bantu saya angkat bata, aduk semen dan lainnya kalau ada panggilan kerjakan bangunan,” ungkapnya. Syamsuar mengatakan, Asrul juga kadang-kadang membantu tantenya jual ikan. Semua uang yang diterima dari kerja kerasnya itu, disisihkan untuk mendaftar anggota Polri. Sementara Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono menegaskan, semua proses penerimaan anggota Polri bebas dari biaya apa pun. Jadi, dia berharap pelamar tidak tergoda janji manis oknum calo. Pesan itu disampaikan Umar saat ditemui seusai melantik 600 brigadir polisi dua (brigpol) lulusan bintara 2017, Selasa (6/3).

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com