SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Bus Terguling di Tanjakan Emen, 26 Orang Tewas

  • Reporter:
  • Minggu, 11 Februari 2018 | 13:36
  • Dibaca : 135 kali
Bus Terguling di Tanjakan Emen, 26 Orang Tewas

SUBANG –Kecelekaan maut terjadi di Subang, Jawa Barat, petang kemarin. Sebanyak 26 orang tewas dan sedikitnya 18 penumpang luka berat dan ringan akibat bus terguling di turunan Cicenang (kawasan Tanjakan Emen), Kampung Dawuan, Desa/ Kecamatan Ciater.

Hingga tadi malam evakuasi masih terus berlangsung. Sebagian korban meninggal dengan kon disi mengenaskan. Adapun korban luka di lari k an ke RSUD Ciereng, Subang dan Puskesmas Jalan Cagak. Jumlah korban dikhawatirkan bertambah karena masih ada penumpang bus yang belum bisa dievakuasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kecelakaan bermula ketika bus dengan nomor polisi F 7959 AA tersebut tengah melaju dari arah Bandung sekitar pukul 17.00 WIB. Saat berada di Turunan Cicenang, bus yang dikemudi kan Amirudin, 32, wargaKampungLaladonRT01/01, DesaPagelaran, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor itu diduga mengalami rem blong.

Menurut Kapolres Subang AKBP M Jhoni, saat melintasi jalanan menurun dan berkelok, sopir bus pariwisata PO Premium Fassion itu kehilangan kendali dan kemudian menabrak sepeda motor Honda Beat bernomor polisi T 4382 MM. Selanjutnya bus yang membawa rombongan dari Koperasi Simpan Pinjam Permata dari Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, itu menghantam tebing dan tiang rambu lalu lintas di sebelah kiri/barat jalan, lalu terguling di bahu jalan sebelah kiri/barat.

Jhoni mengatakan, 26 kor – ban tewas dan 18 lainnya lukaluka. Mereka dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (Daerah) CierengSubangdanpuskes mas Jalan Cagak. Sepuluh kor ban luka dirawat di RSUD Ciereng dan 8 korban dibawa kepuskesmas Jalan Cagak yang ber jarak sekitar 15 km dari lokasi kejadian.

“Nama dan alamat kor ban meninggal dunia sampai saat ini masih dilakukan pendataan dan identifikasi oleh Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Subang,” kata dia. Jumlah korban kemung kinan masih bisa ber tambah dikarenakan proses evakuasi belum selesai.

Saat di eva kuasi, korban yang kebanyakan perempuan itu ada yang dalam kondisi tertimpa badan bus dan terjepit. Ada pun motor yang Honda Beat yang ditabrak sempat terseret dan rusak berat.

Polda Turunkan Tim RAR-TAA

Untuk memastikan penyebab kecelakaan maut bus pariwisata B 7959 AA tersebut, Ditlantas Polda Jawa Barat (Jabar) akan menurunkan tim Road Accident Rescue-Traffic Accident Analysis (RAR-TAA). Menurut Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Prahoro, tim RAR-TAA tersebut tadi malam langsung diturunkan. Sistem kerjanya akan meng guna kan teknologi PC Recht dan PC Crash untuk menge tahui gambaran saat ter jadi nya kecelakaan.

“Malam ini (tadi malam) tim tersebut akan diterjunkan lang sung. Saat melakukan olah TKP nantinya akan meng g unakan drone untuk mem foto dan me re kam lokasi kecelakaan,” ujar dia. Prahoro menambahkan, dengan metode tersebut akan diketahui data visual sebelum, saat, dan sesudah kecelakaan.

Namun karena kondisinya malam, menurutdia, timRAR-TAA akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. “Jika tidak memungkinkan akan dilanjutkan besok,” kata Prahoro. Saat dimintai konfirmasi mengenai identitas para korban meninggal ataupun luka, Prahoro mengatakan, petugas masih melakukan pendataan di lapangan.

“Anggota kita di lapangam masih mendata para korban baik yang meninggal, luka be rat ataupun ringan agar tidak terjadi simpang siur informasi,” tutur Prahoro. Dari laporan kepolisian, korban luka-luka yang berhasil diidentifikasi mayoritas berasal dari Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangsel.

Rombongan tersebut sebelumnya melakukan perjalanan wisata ke Tangkupan Perahu, dan akan menuju Ciater, Subang. Dalam per jalanan tersebut, total rom bongan berjumlah 158 orang dengan menggunakan 3 bus. “Termasuk Pak Lurah ikut berangkat. Informasi yang kami terima, kecelakaanme nimpa bus ketiga,” kata staf Kelurah an Pisangan, Ciputat Timur, Mulyadi.

Dia menuturkan, rombongan ini berangkat ke Tangkuban Parahu untuk berwisata sekaligus menggelar rapat akhir tahun (RAT) Koperasi Simpan Pinjam Permata. Menurutnya, pi haknya juga belum menge tahui persis ke jadian itu. “Empat warga telah berangkat ke Subang untuk men cari informasi detail dan siapa saja yang menjadi kor ban,” katanya.

agus warsudi/ okezone/sindonews

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com