SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Cabut SIM Sopir Angkot Ugal-ugalan

  • Reporter:
  • Kamis, 17 Januari 2019 | 10:41
  • Dibaca : 528 kali
Cabut SIM Sopir Angkot Ugal-ugalan
Anggota DPRD Batam Lik Khai

LUBUKBAJA – Anggota Komisi I DPRD Batam, Lik Khai meminta aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) menindak tegas angkutan umum yang ugal-ugalan di jalan. Sopir angkutan kota (angkot) ini berkendara tanpa mematuhi aturan sehingga membahayakan penumpang dan pengendara lainnya.

“Saya minta kepolisian dan Dishub menindak tegas sopir angkutan umum yang ugal-ugalan,” ujarnya, , Rabu (16/1).

Selama ini tindakan ugal-ugalan sopir angkot menunjukkan kelemahan kinerja Dishub Batam yang tidak memberikan pembinaan berlalu lintas terhadap para sopir. Selain itu, beberapa angkutan umum seperti Bimbar di Batam banyak yang sudah tidak laik jalan.

“Sudah parah ini, Dishub harus tertibkan angkot yang tidak laik jalan, jangan dibiarkan saja,” katanya.

Politisi Nasdem ini juga meminta aparat kepolisian, dalam hal ini Satlantas Polresta Barelang menindak tegas dan segera mencabut Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk pelanggar lalu lintas di jalan raya. Begitu juga Dishub harus mengurung angkot yang sudah habis masa berlakunya dan tidak dilengkapi dengan uji KIR.

“Parahnya, baru-baru ini terjadi laka lantas yang menewaskan seseorang dan yang lebih kejamnya sopir Bimbar main kabur saja,” kata Lik Khai.

Menurut dia, selama ini sudah banyak yang menjadi korban laka lantas karena ditabrak oleh Bimbar. “Maka dari itu, kami tidak mau ini terjadi lagi,” ujarnya.

Menindaklanjuti permasalahan ini, DPRD Batam akan memanggil pihak-pihak terkait Rapat Dengar Pendapat (RDP). Hal ini dilakukan untuk mengetahui apa penyebab selama dari kecelakaan lalu lintas oleh angkutan umum.

“Permasalahan ini harus ditangani serius. Rata-rata para sopir angkot sangat arogan di jalan,” katanya.

Kepala Dishub Batam Rustam Efendi mengaku, rata-rata angkutan umum jenis Bimbar yang beroperasi sudah di atas 15 tahun. Hal ini, kata dia, sudah tidak bisa dilakukan lagi untuk pengecekan kalaikan, seperti uji KIR.

“Saya lihat rata-rata angkot jenis Bimbar umurnya sudah lebih 15 tahun. Ini sudah lewat masanya dan tidak bisa dilakukan ujir KIR,” kata Rustam.

Selain permasalahan umur angkot terlalu tua, kebanyakan juga tidak melakukan uji KIR. Rustam mengatakan, pihaknya selalu menindak tegas angkot Bimbar yang tidak layak operasi seperti tindakan tidak memberikan perpanjangan masa berlaku KIR-nya.

“Kami terus melakukan razia terhadap angkot dalam sebulan bisa 3 atau 4 kali,” ujarnya. tengku bayu

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com