SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Calo Marak di Kantor BPJS Ketenagakerjaan

Calo Marak di Kantor BPJS Ketenagakerjaan
ilustrasi

SEKUPANG – Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Batam Sekupang masih menemukan praktik percaloan dalam pengurusan klaim. Dalam aksinya, para calo ini mematok harga minimal 10 persen dari pencairan klaim peserta.

“Sempat ada yang ketangkap. Mereka minta 10 persen. Bahkan ada indikasi calo yang mematok tarif di atas 10 persen,” kata Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Batam Sekupang Eka Kartika, senin (8/5).

Biasanya calo mengincar peserta-peserta yang tidak mengerti proses klaim Jaminan Hari Tua (JHT). Padahal syarat dan prosedur pengurusan cukup mudah. Syaratnya hanya Surat Pengalaman Kerja, KK dan KTP. “Tapi calo membuat stigma bahwa mengurus klaim itu sulit. Padahal selama syaratnya lengkap, prosesnya cepat dan mudah,” ujarnya.

Sudah ada calo yang tertangkap dan diproses hukum. Calo tersebut difasilitasi oleh seorang petugas di internal BPJS. Petugas tersebut juga langsung diberhentikan karena telah memanfaatkan jabatannya memfasiltiasi calo.

Eka mengimbau agar peserta pro aktif dalam mengawasi praktik calo. Jika ada yang menawarkan jasa mempercepat pengurusan BPJS TK, segera laporkan kepada petugas. “Sayang kan kalau uang yang sudah ditabung lama-lama diberi ke calo. Mending laporkan saja,” katanya.

BPJS Ketenagakerjaan sudah membuka semua akses untuk mempermudah pengurusan klaim atau pendaftaran baru. Salah satunya dengan membuka Service Point Office (SPO) di sejumlah bank yang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Sejauh ini sudah ada lima Bank yang bekerja sama, antara lain BNI SP Plaza, BNI Fanindo, BNI Aviari/ Buana Raya, dan Mandiri Sekupang. Masing-masing SPO bisa melayani peserta layaknya pelayanan di Kantor BPJS Ketenagakerjaan.

Pihaknya juga sudah melatih karyawan bank untuk memastikan pelayanan sesuai dengan standar yang diinginkan. Ada pula sistem yang terintegrasi dengan sistem sehingga Bank bisa mengakses sistem BPJS Ketenagakerjaan. “Jika belum punya rekening, peserta akan dibuatkan rekening baru. Semua gratis,” jelasnya.

Pada triwulan pertama 2017 sudah ada 2.645 kasus yang dilayani lewat SPO. Dia yakin peran calo akan bsia dieliminir dengan adanya sistem ini karena pengurusan klaim jauh lebih mudah dan dekat dengan masyarakat.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com