SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Calon Siswa Antre dari Subuh

  • Reporter:
  • Rabu, 15 Mei 2019 | 10:42
  • Dibaca : 237 kali
Calon Siswa Antre dari Subuh
Wali murid dan siswa antre mendaftar di sekolah.

BATAM KOTA – Antusias orang tua siswa mendaftarkan anak mereka ke sekolah negeri sangat tinggi, Selasa (14/5). Meski pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) baru dibuka pukul 06.00, namun calon siswa rela antre dari pukul 03.00 subuh.

Membeludaknya antrean orang tua calon siswa ini terjadi hampir di seluruh sekolah, baik tingkat SD maupun SMP. Di SMPN 3 Batam, Sekupang antrean untuk mendaftar masuk sekolah sudah sejak pukul 03.00, meski pihak sekolah memberikan nomor antrean pukul 06.00.

Sedangkan di SMPN 42 Batam Perumahan Bida Asri, orang tua siswa yang datang ke sekolah setelah santap sahur membeludak di luar halaman sekolah. Hasil diskusi, mereka membuat nomor absensi. Tercatat ada sekitar 300 calon siswa yang mendaftar, dan nomor absensi ini dijadikan menjadi antrean pendaftaran oleh pihak sekolah yang baru membuka pendaftaran pukul 08.00.

“Habis sahur pukul 03.00 langsung ke sekolah. Sampai ke sekolah antrean sudah panjang,” kata Erik, salah seorang calon orang tua siswa yang mendaftarkan anaknya di SMPN 42 Batam.

Ia tak menyangka antrean calon orang tua siswa mendaftarkan anak mereka membeludak. Padahal sekolah baru akan buka pendaftaran pukul 08.00. Pemandangan yang sama juga terjadi di SMPN 3 Batam.

Kepala SMPN 3 Batam, Wiwik Darwiyati mengatakan, antrean di sekolahnya sudah terjadi sejak pukul 03.00 subuh. ” Antrean sudah ramai sejak pukul 03.30, tapi kami baru membagikan nomer antrean pukul 6.00 dan pembagian formulir baru jam 08.00,” ujarnya.

Wiwik mengaku terkejut dengan antusias calon orang tua siswa yang ingin mendaftarkan anak-anaknya. Karena pada pendaftaran di hari pertama ini, jauh lebih ramai dari tahun lalu. Kerena baru pukul 09.20, nomor antrean untuk pengambilan formulir sudah menjalani angka 600-an.

“Di hari pertama sangat ramai, meski sudah banyak yang mengantre namun kami mempunyai batasan per harinya. Untuk formulir yang bisa diproses, yaitu sebanyak 150 formulir dan untuk pemberian formulir kami batasi di angka 500 formulir,” katanya.

Tak hanya di Sekupang, antrean panjang pendaftaran masuk sekolah negeri juga terjadi di Batuaji dan Sagulung. Di SMPN 26 Batam, terlihat ratusan orang tua calon murid mendatangi sekolah beberapa jam lebih awal dari waktu yang sudah ditetapkan. Mereka rela menunggu demi mendapatkan antrean PPDB yang dibuka pukul 08.00.

Seorang ibu yang ingin mendaftarkan anaknya Yulli mengatakan, ia datang ke sekolah sejak pukul 06. Meski harus rela berdesakkan, ia bersyukur mendapatkan nomor antrean 71. “Mudah-mudahan masih bisa ke input. Besok juga mau mendatangi SMPN 11 karena masih satu zonasi,” ujarnya.

Ketua Panitia PPBD SMPN 26, Susi mengatakan, di hari pertama PPDB, pihak sekolah membuka pendaftaran hingga 700 siswa. “Pelayanan sesuai jam dengan juknis. Penginputan data dibatasi per harinya 40 peserta saja,” kata Susi.

Gunakan Aplikasi Google Map

Untuk mengantisipasi lonjakan pendaftaran karena ruangan kelas yang terbatas, setiap sekolah sudah menerapkan sistem zonasi. Bahkan pihak sekolah juga menggunakan aplikasi goggle maps sebagai rujukan zonasi terdekat.

“Kami juga menggunakan aplikasi google maps yang mengukur jarak lurus dari sekolah ke rumah calon siswa, bukan melalui jalan utama,” kata Kepala SMPN 3 Batam, Wiwik Darwiyati .

Pihaknya telah menyiapkan kuota penerimaan siswa baru sebanyak 396 siswa, untuk 11 kelas dengan kapasitas 36 siswa per kelasnya. Saat ini pihak sekolah masih membuka pendaftaran secara manual.

“Kami masih membuka secara manual tidak secara online, dari tanggal 14-29 Mei, ” katanya.

Jika nantinya saat pendaftaran terdapat dua murid baru yang mendaftar dan zonasinya sama, pihaknya akan mendahulukan calon siswa baru mendaftar lebih dulu. “Ya kami lihat sesuai nomor pendaftaran mana yang lebih awal mendaftar, sedangkan jalur prestasi akademik kuotanya 5 persen,” katanya.

Ketua Panitia PPBD SMPN 26, Susi mengatakan, dengan menggunakan aplikasi google maps itu sangat membantu penyortiran alamat rumah dari peserta PPDB. Untuk hari pertama, pihaknya melayani dua kelurahan, yakni Kelurahan Buliang dan Bukit Tempayan. “Karena SMPN 26 se-zonasi dengan SMPN 11, maka dengan maps otomatis bisa menentukan jarak terdekat peserta dengan sekolah,” ujarnya. agung dedi lazuardi/cr1

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com