SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Calon TKI Ilegal Bayar Rp6 Juta

  • Reporter:
  • Kamis, 18 Juli 2019 | 15:50
  • Dibaca : 77 kali
Calon TKI Ilegal Bayar Rp6 Juta
Dirpolairud Polda Kepri Kombes Pol Benyamin Sapta (kiri) didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga menginterogasi calon TKI ilegal yang diamankan di Mapolda Kepri, Rabu (17/7). f dicky sigit rakasiwi

NONGSA – Personel Kapal Polisi (KP) Yudistira 8003 menggagalkan penyeludupan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal, Minggu (14/7) sekira pukul 17.00. Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi terkait pengiriman TKI ilegal ke Malaysia.

Personel Patroli KP Yudistira 8003 yang melakukan penyelidikan mengamankan sembilan TKI ilegal di rumah penampungan di Perumahan Pemko Batam, tepatnya di belakang Mall Botania 2 Batam Centre.

Selain itu, polisi juga mengamankan dua tekong TKI ilegal serta barang bukti satu speed boat fiber biru bermesin tempel merek yamaha 3 x 200 PK

“Tersangka yang diamankan Lobing Subandryo (36) dan Supriadi (35),” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga didampingi Dirpolairud Polda Kepri Kombes Pol Benyamin Sapta dan Komandan KP Yudistira 8003, AKBP Handoyo saat ekspose di Mapolda Kepri, Rabu (17/7).

Selain itu juga didapati tiga nama lainnya yang saat ini masih masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) yakni Rudi yang berperan sebagai koordinator pengiriman TKI Ilegal, Rozi dan Andi, selaku pembawa TKI ilegal ke penampungan. Pasal yang dilanggar para pelaku ini yakni pasal 81 jo pasal 69 jo pasal 86 huruf c jo pasal 72 huruf c Undang-Undang Republik Indonesia nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp15 miliar.

Tersangka dan barang bukti telah diamankan di Ditpolairud Polda Kepri untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Sementara para TKI ilegal akan dikembalikan ke daerah asal.

Dirpolairud Polda Kepri Kombes Pol Benyamin Sapta mengatakan, para TKI ilegal ini membayar uang sebagai ongkos dengan nominal Rp5 sampai Rp6 juta dari daerah asalnya di Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Itu sudah termasuk ongkos pesawat dan sampai ongkos menyeberang ke Malaysia,” ujarnya.

Dikatakannya, saat ini para pengurus TKI ilegal menggunakan modus baru yakni membawa calon TKI ilegal tidak banyak. Juga dengan lokasi penempungan yang berpindah pindah. “Modus baru, jadi kalau tidak banyak seolah olah mereka ini orang pulau yang akan jalan atau pulang ke pulau mereka,” kata Benyamin.

dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com