SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Calon TKI Ilegal Disiapkan Dokumen Palsu

  • Reporter:
  • Selasa, 13 November 2018 | 16:44
  • Dibaca : 139 kali
Calon TKI Ilegal Disiapkan Dokumen Palsu
Penyidik Unit PPA Satreskrim Polresta Barelang memeriksa Pati Aji, tekong TKI yang ditangkap di pelabuhan ilegal kawasan Nongsa, Senin (12/11). f romi kurniawan

BATAM KOTA – Satreskrim Polresta Barelang mengagalkan pemulangan tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal dari Malaysia di pelabuhan ilegal kawasan Nongsa, Kamis (9/11). Selain menangkap dua tekong TKI, polisi juga mengamankan 19 TKI ilegal. Kedua tekong TKI telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Pati Aji (38) dan Agus (40).

Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan mengatakan, kedua tersangka merupakan pemasok pekerja ilegal ke Malaysia dari Batam yang dikirim melalui pelabuhan tikus.

“Pengungkapan bermula dari informasi dari masyarakat. Yakni, adanya aktivitas penyelundupan dan penurunan TKI ilegal di pelabuhan tikus kawasan Nongsa,” kata Andri, Senin (12/11).

Andri mejelaskan, kedua pelaku mengirim para pekerja ilegal karena ada pesanan dari agen Malaysia. Selain Malaysia, pelaku juga biasa mengirim TKI ilegal ke Singapura.
“Dari 19 TKI ilegal yang kami amankan, lima diantaranya perempuan,” ujarnya.

Menurut dia, kasus penyelundupan TKI ilegal ini merupakan kejahatan berjamaah yang melibatkan banyak kaki tangan di lintas daerah. Para korban yang berasal dari daerah, seperti Jawa dan NTB ini awalnya dibujuk dan dijanjikan fasilitas.

“Selanjutnya ada tim khususnya juga, itulah pekerjaan dari Pati Aji yang menyiapkan dokumen keberangkatan mereka, sampai akhirnya mereka diberangkatkan dan dipulangkan juga,” ungkap Andri.

Untuk bisa bekerja di Malaysia, para korban dikenai tarif sebesar Rp1,8 juta untuk pengurusan dokumen keberangkatan. Sehingga sesampai di Malaysia, para TKI ilegal tersebut tidak bermasalah dengan petugas. “Para pelaku sudah berulang kali memberangkatkan pekerja ilegal,” katanya.

Kedua terancam pasal 81 dan 83 Undang-Undang RI Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman 10 tahun kurungan. “Untuk para pekerja masih kami mintai keterangan, dan masih dalam pemeriksaan,” kata Andri. romi kurniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com