SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Camilan Renyah Semprong Buah Naga

  • Reporter:
  • Senin, 5 Juni 2017 | 13:17
  • Dibaca : 725 kali
Camilan Renyah Semprong Buah Naga
Foto Teguh Prihatna

Bagi yang suka ngemil, pasti tahu kue semprong. Manis gurih rasanya, renyah teksturnya. Bentuknya seperti semprong. Ada juga segitiga atau lipatan kecil-kecil seperti yang dibuat Mariani. Rasanya pun macam-macam.

Kue semprong cukup dikenal di Indonesia. Kudapan berbasis waffle ini mendapat pengaruh dari kuliner Belanda. Masyarakat Malaysia, Singapura, dan Brunei, khususnya suku Melayu sangat familiar dengan kue ini. Di sana disebut kue kapit, kue Belanda, atau egg roll. “Orang Melayu sini menyebutnya kue semprong. Di Padang disebut kue sapit,” kata Mariani di rumahnya di kawasan Bengkong Laut, Batam, Minggu (4/5).

Dinamakan semprong karena bentuknya mirip dengan kaca pada lampu teplok. Silinder memanjang dan berlubang di tengahnya. Bobotnya yang super ringan dan rentan pecah juga sama seperti kaca semprong. Model ini terbentuk dari gulungan kue yang telah masak namun belum mengering.

Kue ini memiliki pola-pola yang timbul pada permukaannya. Pola tersebut didapat dari cetakan khusus. “Kalau dulu cetakan kue semprong pakai arang. Harus dibolak-balik membakarnya. Sekarang sudah ada yang listrik. Jadi lebih gampang,” kata ibu tiga putra ini.

Cetakan kue semprong atau egg roll toaster mirip dengan cetakan waffle. Terdiri dari dua sisi, atas dan bawah. Masing-masing sisi memiliki pola. Adonan kue tinggal dituang di dalamnya lalu kedua sisi cetakan dipertemukan seperti dijepit. “Kalau sudah matang berwarna kuning kecokelatan, angkat, lalu cepat-cepat digulung atau dilipat sebelum kering. Membuat kue ini harus satu per satu,” kata Yani, sapaanya.

Bahan untuk membuat kue ini sederhana saja. Tepung beras, gula, telur, dan santan. Agar lebih kaya rasa, Yani memodifikasi resepnya dengan menambahkan buah naga merah pada adonan kue. Buah naga telah menjadi ikon Kota Batam. Beberapa produsen makanan oleh-oleh memanfaatkan buah ini untuk memberikan sentuhan khas pada produk kulinernya. Yani tak ingin ketinggalan. “Buah naga warna merahnya cantik untuk kue. Ada bintik-bintik hitamnya,” katanya.

Selain rasa buah naga dan original, Yani juga memodifikasi kue semprong dengan bahan lain seperti pandan dan ubi ungu. Rasanya tetap lezat namun menjadi lebih unik dan menarik. Bentuknya pun tak ia buat seperti semprong melainkan lipatan kecil-kecil. “Idenya untuk makanan camilan jadi saya buat ukuran kecil dan dimasukkan dalam toples. Kalau semprong panjang, susah makannya, mudah hancur,” kata Yani.

Di rumahnya, hampir setiap hari Yani membuat kue semprong dan kue lain seperti kue bawang, keripik gonggong, keripik bayam, keripik wortel, hingga kue lebaran. Bersama sejumlah ibu di sekitar rumahnya yang tergabung dalam Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Azzuri Kelurahan Bengkong Laut, Yani memproduksi kue untuk dijual kembali. Beberapa toko oleh-oleh di Batam, pegawai Pemko Batam, dan rombongan turis menjadi pelanggannya.

Setiap tahun ia memboyong kue semprongnya ke acara Pekan Raya Jakarta. “Alhamdulillah, selalu habis terjual. Juni ini kami juga ke sana bersama Pemprov Kepri,” katanya senang. Kue semprong buah naga buatannya ini sempat memenangkan lomba yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepri.
Melalui Kantor Disperindag dan Badan Pemberdayaan Perempuan Provinsi Kepri maupun Kota Batam, Yani mengaku memperoleh banyak pelatihan dan pembinaan mengenai bisnis usaha kecil.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com