SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Copet Wanita Beraksi di Mal

  • Reporter:
  • Kamis, 27 Desember 2018 | 10:41
  • Dibaca : 2534 kali
Copet Wanita Beraksi di Mal
Pencopet wanita beraksi di DC Mall terekam CCTv, Senin (24/12). /istimewa

BATAM KOTA – Berbelanja di pusat perbelanjaan tak menjamin terbebas dari aksi kriminal, terutama pencopetan. Aksi copet di mal ini terekam CCTv. Memanfaatkan momen liburan, copet mengincar korban yang lengah saat sedang berbelanja.

Kasus pencopetan terhadap pengunjung mal ini terjadi di Diamond City (DC) Mall, Jodoh, Senin (24/12) sekira pukul 18.16. Pelakunya seorang wanita. Kasus pencopetan yang dialami pengunjung DC Mall ini bukan baru pertama kali terjadi. Sebelumnya, sindikat copet pernah ditangkap sekuriti mal pada 27 Mei 2015 silam. Berpakaian rapi, copet itu mengincar wisatawan asing (wisman) yang berbelanja di akhir pekan.

Terakhir, Veranita (31) yang menjadi korban. Saat itu, ia sedang berbelanja keperluan Natal di Toko Zhuko di lantai dua DC Mall. Sebelum beraksi, copet wanita yang mengenakan kemeja panjang putih, celana panjang hitam dan menyandang tas ransel hitam tampak mondar-mondir di dalam toko. Agar wajahnya tak dikenal, pelaku mengenakan masker saat beraksi.

Berdasarkan rekaman CCTV, copet sudah memantau gerak-gerik korban sembari pura-pura memilih baju. Pelaku lalu mengambil baju dari pajangan di toko. Baju itu digunakan untuk menutup aksinya. Di saat mendapatkan momen yang pas, pelaku mendekati Vera dan mengambil barang yang ada di dalam tas. Dengan sangat cepat, pelaku berhasil menggasak dua ponsel dari dalam tas ransel sandang korban.

“Tas ransel saya terbuka, dan pas itu saya rasa ada yang nyenggol,” kata Vera, Rabu (26/12).

Vera mengatakan, ia menyadari tas ranselnya terbuka saat ingin keluar dari dalam toko, dan melihat tas ransel terbuka. Setelah diperiksa ponsel Xiomi dan LG miliknya telah raib.

“Karena merasa dicopet di dalam toko, saya langsung meminta pemilik toko untuk membuka CCTv. Dari rekaman CCTv, ada seorang wanita mendekati saya melakukan aksinya,” ujarnya.

Berbekal rekaman CCTv itu, korban langsung membuat laporan ke Polresta Barelang agar polisi dapat menangkap pelaku dan tindak kejahatan serupa tak menimpa pengunjung mal lainnya. Terlebih di hari libur, pengunjung mal tak hanya warga Batam karena banyak turis Singapura dan Malaysia.

“Saya berharap pelaku ditangkap, karena meresahkan pengunjung yang berbelanja. Kasus copet di mal ini membuat pengunjung tak nyaman berbelanja,” ungkap Vera.

Kanit PPA Polresta Barelang Iptu Drefani Diah Yunita yang dikonfirmasi membenarkan kasus pencopetan yang menimpa pengunjung di DC Mall. Polisi telah mendapatkan ciri-ciri pelaku dari rekaman CCTv.

“Dari rekaman CCTv, kami melihat pelaku beraksi di tempat keramaian di toko-toko baju di malam Natal,” ujarnya.

Drefani menjelaskan, modus pelaku beraksi dengan berpura-pura membeli pakaian. Pelaku melihat calon korban yang lengah untuk menjalankan aksinya. Tinggal menunggu momen tepat, pelaku beraksi menggasak barang milik korban.

“Kami juga mengimbau pengunjung mal maupun pemilik toko agar berhati-hati, karena kejahatan itu datang pada saat ada kesempatan,” kata Drefani.

Berdasarkan catatan KORAN SINDO BATAM, aksi pencopetan pernah menimpa Siti Syafiah binti Sepuan, warga Singapura yang sedang berbelanja pada 27 Mei 2015 silam. Ia menjadi korban sindikat copet berpakaian rapi beraksi di pusat-pusat perbelanjaan di Batam.

Siti tak menyangka harus membuang sebagian waktu liburnya di kantor Polisi Sektor Lubukbaja untuk membuat laporan. “Saya tak sadar ponsel saya dicopet,” kata Siti di Mapolsek Lubukbaja kala itu.

Saat kejadian, Siti bersama lima temannya belanja di DC Mall, Jodoh. Ia tak sadar gerak-geriknya dipantau seorang lelaki berpakaian rapi sejak masuk ke mal itu. Lelaki tersebut berusaha mendekat dan pelan-pelan membuka tas Siti.

Hanya dalam hitungan detik, Samsung Galaxy Note II milik wanita 26 tahun ini raib. Siti masih tak sadar jadi korban copet. Meski sempat kabur, Andre, pelaku pencopetan berhasil ditangkap sekuriti mal.

Andre mengaku sudah sering beraksi di mal. Adapun korban yang diincarnya adalah wisatawan asing dari Singapura dan Malaysia. Dia tak sendiri, bersama sindikatnya mereka sering mengincar wisatawan pada hari Minggu dan hari libur lainnya. “Saya sudah tiga kali beraksi. Pertama beraksi di Top 100 Penuin dan dua kali di DC Mall,” kata Andre kepada petugas di Polsek Lubukbaja. romi kurniawan/hendra zaimi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com