SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

CPNS Baru Mulai Bekerja Maret

  • Reporter:
  • Selasa, 8 Januari 2019 | 10:41
  • Dibaca : 269 kali
CPNS Baru Mulai Bekerja Maret
Kantor Wali Kota Batam.

BATAM KOTA – Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemko Batam yang telah dinyatakan lulus seleksi akan mulai bekerja Maret mendatang. Saat ini, 353 CPNS tersebut sedang melengkapi berkas diri, seperti surat kesehatan, pernyataan tidak pernah sebagai pengguna narkoba dan lainnya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batam, Muhammad Sahir mengatakan, tahapan saat ini adalah pengarahan dan teknis melengkapi pemberkasan. Surat Keputusan (SK) pengangkatan CPNS Kota Batam direncanakan minggu ketiga Februari. Sehingga awal Maret diharapkan sudah aktif.

“TMT (terhitung mulai tanggal) pengangkatan kami harapkan Maret. Sekarang masih menunggu SK,” ujarnya usai memberikan arahan kepada para CPNS di Kantor Wali Kota Batam, Senin (7/1).

Ia menyampaikan beberapa hal sebagai pengarahan. Mulai dari perkenalan dirinya, Wali Kota, Wakil Wali Kota, hingga Sekretaris Daerah. Syahir juga meminta para CPNS ini bersabar menunggu selesainya proses pemberkasan.

“Jangan sampai, belum apa-apa sudah mengirimkan pesan singkat ke Wali Kota mempertanyakan kapan gajian dan sebagainya,” katanya.

Menurut dia, CPNS wajib melengkapi 13 jenis surat yang harus dikumpulkan paling lambat 21 Januari mendatang. Di antaranya surat kesehatan, pernyataan tidak pernah dijatuhi hukuman penetapan dari pengadilan. Kemudian Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), pernyataan tidak pernah sebagai pengguna narkoba

Beberapa berkas sudah dilampirkan peserta ujian seleksi penerimaan CPNS di awal pendaftaran. Namun Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) tetap meminta berkas-berkas ini. Karena itulah proses pemberkasan tetap dilakukan.

“Mungkin juga karena dari pendaftaran sampai sekarang itu ada jeda. Bisa saja tadinya tidak pakai narkoba, lalu di malam tahun baru kemarin dia pakai. Tentu kami tidak menginginkan itu. Walaupun lulus SKD dan SKB, tapi kan ini penting,” sebutnya.

Bila nanti ada satu di antara persyaratan yang tak terpenuhi, keputusan kelulusan sebelumnya bisa dianulir. Misal hasil pemeriksaan ternyata positif narkoba, maka dapat menggugurkan sebagai CPNS Kota Batam.

“Tapi semua keputusannya ada di Menpan-RB. Karena ada pertimbangan teknis untuk pemberian NIP (nomor induk pegawai). Yang tidak diterbitkan artinya ada masalah,” tuturnya.

Butuh 5.000 PNS hingga 2021

Pemkot Batam membutuhkan 5.000 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru, untuk menempati berbagai posisi dalam rencana pembangunan daerah ini hingga 2021. “Kami membutuhkan 5.000 CPNS,” kata Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefriden.

Sebanyak 5.000 PNS baru itu, di antaranya untuk posisi guru, tenaga medis dan tenaga teknis, seiring dengan rencana pemerintah membangun sekolah dan pengembangan Puskesmas.

Pemko Batam pada 2018, mendapatkan kuota CPNS sebanyak 363 orang, namun hanya 353 posisi yang bisa diisi, sehingga Batam masih kekurangan banyak CPNS. Ia berharap, kekurangan CPNS bisa diisi melalui penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). “Tapi saya belum tahu bagaimana mekanisme untuk P3K,” katanya.

Kepala BKPSDM Kota Batam, Muhammad Syahir menyatakan, kebutuhan sebanyak 5.000 PNS untuk mengisi berbagai posisi sesuai dengan rencana pembangunan kota.
“Sekda lebih tahu karena akan ada pengembangan puskesmas dan sekolah,” katanya.

Ia menjelaskan, Pemko Batam pada 2018 mengajukan penerimaan sekitar 2.200 CPNS. Namun, yang diizinkan pemerintah pusat hanya 363 formasi dan yang terisi 353 posisi. Sehingga Batam masih kekurangan sekitar 1.800 orang CPNS lagi. “Ini peluang untuk P3K. Selisih dari itu,” kata Syahir.

Saat ini, Bagian Organisasi dan Tata Laksana sedang memetakan jumlah kebutuhan pegawai, yang akan diajukan untuk penerimaan P3K kepada pemerintah pusat. Penerimaan P3K, kata dia, akan dibuka untuk umum, tidak hanya untuk pegawai honorer yang sudah mengabdi di lingkungan Pemko Batam.

“Itu berlaku untuk umum, tidak ada khusus honorer. Jumlahnya nanti ditentukan pusat, misalkan diberi formasi 1.000, alhamdulillah,” ujarnya. ahmad rohmadi/ant

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com