SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Daerah Pesisir Bintan Jadi Pusat Ternak Sapi

  • Reporter:
  • Rabu, 15 Maret 2017 | 11:41
  • Dibaca : 846 kali
Daerah Pesisir Bintan Jadi Pusat Ternak Sapi
Dirjen PKH Ketut (tengah) didampingi Bupati Apri Sujadi (dua kiri) saat melaksanakan inseminasi buatan terhadap empat ekor sapi di Peternakan Tunas Muda, Kampung Bukit Adimulyo, Kecamatan Teluk Bintan, Selasa (14/3). Foto M Rofik

TOAPAYA – Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan), menyatakan, Kabupaten Bintan cocok untuk pengembangan peternakan hewan, di antaranya sapi. Karena posisinya berada pada garis lintang di garis ekuator, dimana tersedia rumput dan cuaca yang bagus.

Dirjen PKH Ketut Diamirta mengatakan, Kementan mendukung penuh Pemkab Bintan untuk jadi lokasi pengembangan peternakan sapi dan eksportir sapi, dengan melaksanakan sinkronisasi birahi-inseminasi buatan.

“Untuk meningkatkan populasi sapi dan produksi ternak yang dilaksanakan melalui strategi optimalisasi pelaksanaan insenminasi buatan agar sapi-sapi betina lebih produktif dan menghasilkan anak,” ujar Ketut didampingi Bupati Bintan Apri Sujadi, saat melaksanakan inseminasi buatan terhadap empat ekor sapi di Peternakan Tunas Muda, Kampung Bukit Adimulyo, Kecamatan Teluk Bintan, Selasa (14/3).

Program inseminasi buatan ini, kata dia, harus memberikan efek yang dapat dirasakan masyarakat, khususnya para peternak sapi. Diharapkan para petani menjadikan kegiatan beternak sebagai kegiatan produktif bukan sebagai pekerjaan sambilan.

“Baik kebutuhan lokal maupun potensi ekspor ke negara tetangga Malaysia dan Singapura belum terpenuhi,” ungkapnya.

Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan, dalam usaha memenuhi kebutuhan konsumsi daging sapi, butuh sebuah terobosan baru guna meningkatkan populasi sapi ternak. Sebagai acuan, kata dia, kebutuhan konsumsi daging sapi per tahun Kabupaten Bintan sebanyak 73 ton, dengan ketersediaan daging sapi sebanyak 19.11 ton. Bahkan untuk hari-hari khusus kebutuhan daging sapi meningkat, maka perlu adanya sebuah cara baru meningkatkan ketersediaan sapi.

“Pelaksanaan sinkronisasi birahi-inseminasi buatan ternak sapi yang telah dilakukan kepada empat ekor sapi betina di kelompok usaha ternak Tunas Muda merupakan cara terbaik meningkatkan populasi sapi,” kata Apri.

Pihaknya menyabut baik rencana pemerintah pusat menjadikan daerah pesisir sebagai pusat pengembangan sapi ternak. Menurut dia, letak Kabupaten Bintan cukup strategis, karena dekat dengan negara tetangga, Malaysia, Singapura maupun negara lainnya.

“Ini peluang bagus untuk memanfaatkan sebaik mungkin demi meningkatkan ekonomi masyarakat pedesaan, khususnya berkecimpung dalam usaha bidang peternakan,” ujarnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com