SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Daftar ke PDIP,  Isdianto Ambil Formulir Gubernur dan Wakil Gubernur

  • Reporter:
  • Selasa, 8 Oktober 2019 | 15:39
  • Dibaca : 76 kali
Daftar ke PDIP,  Isdianto Ambil Formulir Gubernur dan Wakil Gubernur

PINANG – Isdianto sulit menentukan pilihan menjadi calon gubernur atau wakil gubernur setelah mendaftar ke PDI Perjuangan. Berniat maju pemilihan gubernur Kepri tahun depan, pencalonannya bergantung pada penetapan gubernur definitif atau tetap pelaksana tugas.

Ketua Dewan Pertimbangan PDI Perjuangan Kepri itu telah mengambil berkas pendaftaran kandidat peserta Pilkada 2020 lewat partainya sendiri di Sekretariat PDIP Kepri, Tanjungpinang, kemarin. Tampak staf khusus Saidul Khudri, pengacara Bali Dalo dan tokoh senior PKNU Kepri Lailan. Rombongan diterima Ketua Tim Penjaringan PDIP Kepri, Ruslan Kasbulatov.

Tak seperti biasanya, Pelaksana tugas Gubernur Kepri itu mengambil dua formulir yakni berkas pencalonan gubernur dan wakil gubernur. Ia optimistis dapat mencalonkan diri sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung PDIP. Formulir pendaftaran itu akan diserahkannya sebelum 12 Oktober 2019.

“Ya, saya mengambil formulir pendaftaran ini dua-duanya, formulir sebagai cagub dan cawagub. Tergantung DPP PDIP memutuskannya,” kata Isdianto, kemarin.

Tampak optimistis, Isdianto justru dalam posisi sulit. Rencana maju pilkada 2020 sebagai calon wakil gubernur lewat PDIP bisa saja buyar andai ia ditetapkan sebagai Gubernur Kepri definitif yang bergantung penyidikan kasus Nurdin Basirun. Faktor penting juga soal Soerya Respationo, Ketua DPD PDIP Kepri. Soerya pada hari yang sama mengambil formulir pendaftaran dengan berkas sebagai calon gubernur.

Dengan skenario Isdianto ditetapkan jadi Gubernur Kepri definitif, maka ia tak bisa lagi mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Kepri pada kontestasi Pilkada 2020. Mekanisme pencalonan itu diatur UU No.10/2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah. Meski hak mengusulkan ada di tangan partai pengusung, namun pencalonan wakil gubernur dari sosok gubernur diatur pasal 7 ayat (2) Huruf n UU Nomor 10 Tahun 2016. Secara garis besar, calon wakil gubernur harus memenuhi syarat yakni dinyatakan belum pernah menjabat sebagai gubernur. Isdianto bisa mendaftar dari partai lain jika ingin menjadi calon gubernur. Tapi ia tak mau loncat pagar. “Aku cinta PDIP. Tetap dari PDI P,” kata Isdianto.

Isdianto merupakan politisi pertama yang mengambil formulir pendaftaran sebagai cagub dan cawagub. Awalnya, ia dijadwalkan mengambil formulir pendaftaran pada 5 Oktober 2019, namun hal itu urung dilakukan lantaran mengikuti serangkaian kegiatan HUT TNI di Batam.

DPW PDIP Kepri pun memutuskan untuk memperpanjang jadwal pengambilan formulir, khusus untuk kandidat dari internal partai. Namun jadwal pengembalian formulir pendaftaran tetap 12 Oktober 2019.

“Sebagai petugas partai, saya siap melaksanakan keputusan DPP PDIP, apakah sebagai cagub atau cawagub,” tegasnya.

Berdasarkan catatan, Isdianto merupakan politisi yang berasal dari birokrat. Karir Isdianto sebagai pejabat di Pemprov Kepri melesat ketika HM Sani, abang kandungnya menjabat sebagai Wagub Kepri dan Gubernur Kepri. Jabatan terakhir Isdianto di Pemprov Kepri yakni Kepala Dispenda Kepri.

Setelah HM Sani meninggal dunia (8April 2016), Wakil Gubernur Kepri Nurdin Basirun menggantikannya. Kemudian partai pengusung Sani-Nurdin saat Pilkada Kepri 2015 “melelang” jabatan untuk Wagub Kepri. Isdianto satu-satunya birokrat yang didorong untuk meraih peluang itu. Namun ia bukan figur yang disukai Nurdin.

Dinamika hingga manuver politik yang diduga dilakukan kelompok Nurdin menyebabkan proses penetapan Wagub Kepri berlangsung lama. Isdianto akhirnya merapat ke PDIP untuk mendapatkan jabatan strategis itu, meski saat Pilkada Kepri partai tersebut berlawanan dengan Sani-Nurdin.

Isdianto akhirnya dilantik sebagai Wagub Kepri pada 27 Mei 2018. Kemudian Isdianto menjabat sebagai Pelaksana Gubernur Kepri pada 13 Juli 2019 setelah Nurdin Basirun ditangkap KPK dalam kasus dugaan gratifikasi ijin reklamasi Tanjung Piayu, Batam. rinto situmorang

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com