SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Damkar Tangani 273 Kasus Kebakaran

  • Reporter:
  • Rabu, 23 Januari 2019 | 14:45
  • Dibaca : 168 kali
Damkar Tangani 273 Kasus Kebakaran
Peristiwa kebakaran salah satu ruko kawasan Baloi, beberapa waktu lalu. Dinas Pemadam Kebakaran menangani 273 kejadian penanganan kebakaran sepanjang tahun 2018 lalu. f arrazy aditya

SEKUPANG – Dinas Pemadam Kebakaran mencatat ada sebanyak 273 kejadian penanganan kebakaran sepanjang tahun 2018 di Kota Batam. Jumlah ini meningkat dari tahun 2017 lalu yang tercatat hanya 134 kejadian kebakaran.

“Kasus kebakaran di Batam naik dua kali lipat,” kata Kepala Bidang Pemadam dan Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran, Kharizi Kasuma, Selasa (22/1).

Dari 273 kejadian penanganan kebakaran di tahun 2018, kebakaran pada bangunan umum 12 terdapat kejadian, bangunan perumahan ada 39 kejadian, kendaraan bermotor 5 kejadian, kapal 3 kejadian, sedangkan hutan dan semak 177 kejadian. Selain itu dampak kebakaran lainnya ada 37 kejadian.

Adapun penyebab kebakaran di antaranya, cuaca panas, arus pendek dan perilaku masyarakat yang membakar hutan yang biasa ditemukan membuka lahan baru untuk pertanian. “Kasus yang mendominasi adalah kebakaran hutan atau semak,” ujarnya.

Sementara itu, untuk kendala yang dialami petugas selama proses pemadaman kebakaran adalah tidak adanya tempat saluran air untuk proses pemadaman (hydrant) di lokasi perumahan atau pemukiman warga.

“Lumayan memakan waktu dan proses pemadaman juga kurang cepat ditangani,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat lebih memperhatikan pemasangan saluran listrik di rumah dan mengurangi pembakaran hutan. Jika ingin membakar sampah meski diperhatikan, api harus padam terlebih dahulu sebelum ditinggalkan.

“Hal ini diantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, khususnya kebakaran,” jelasnya.

Permasalahan lainnya dalam penanganan kasus kebarakan adalah lokasi areal jalan di perumahan kecil, dan akhirnya proses pemadaman kurang terjangkau oleh tim damkar.
Selain itu, perilaku masyarakat yang kurang empati untuk segera membantu proses pemadaman sebelum petugas damkar datang. Karena banyak warga kadang ada yang berkerumun menonton dan merekam video peristiwa kebakaran. “Lebih banyak yang foto selfie dan hal inilah yang kami sayangkan,” kata Kharizi. cr1

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com