SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Dana Desa di Kepri Rp113,9 Miliar Cair

  • Reporter:
  • Jumat, 19 Mei 2017 | 12:43
  • Dibaca : 294 kali
Dana Desa di Kepri Rp113,9 Miliar Cair
ilustrasi

PINANG – Pemerintah pusat sudah mencairkan anggaran Dana Desa untuk se-Provinsi Kepri sebesar Rp113,9 miliar pertengahan Mei ini. Dana tersebut disalurkan melalui Kantor Pelayanan Perbedaharaan Negara (KPPN) Tanjungpinang dan Batam.

Kepala Kantor Wilayah Dirjen Perbedaharaan Negara Provinsi Kepri Heru Pudyo Nugroho mengatakan, selain Dana Desa, anggaran pusat lain yang dicairkan adalah Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik sebesar Rp199,1 miliar. Total pagu anggaran DAK Fisik se-Kepri tahun 2017 mencapai Rp665 miliar dan Dana Desa mencapai Rp228 miliar.

“Pencairan Dana Desa tahap pertama sudah dicairkan kecuali Kabupaten Bintan, karena masih terkendala administrasi yang belum lengkap,” kata Heru saat Rakor Pelaksanaan DAK Fisik dan Dana Desa 2017 se-Kepri di Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Rabu (17/5).

Heru mengatakan, untuk Pemprov Kepri, alokasi DAK Fisik dicairkan sebesar Rp40,5 miliar dari total pagu Rp93,1 miliar. Untuk DAK Fisik kabupaten/kota yang telah cair adalah, Kabupaten Anambas Rp23,7 miliar dari Rp78,9 miliar, Karimun cair Rp20,9 miliar dari Rp69,7 miliar.

Kemudian, Lingga cair Rp18,6 miliar dari total Rp62,8 miliar, Bintan cair Rp26,1 miliar dari Rp87,5 miliar, Kota Tanjungpinang cair Rp15 miliar dari total Rp50,1 miliar, dan DAK Fisik Kota Batam cair Rp26,4 miliar dari Rp88 miliar.

Sedangkan Dana Desa yang telah cair untuk Kabupaten Natuna sebesar Rp34,3 miliar dari total Rp57,1 miliar, Karimun Rp21,5 miliar dari Rp35,8 miliar, Bintan belum ada yang pencairan dari total anggaran Rp31,5 miliar. Kemudian, Lingga cair Rp35,9 miliar dari Rp59,8 miliar, dan Anambas cair Rp22,2 miliar dari Rp57,1 miliar.

“Dilihat dari pencairan baik DAK Fisik maupun Dana Desa, sudah sesuai dengan harapan. Kendala hanya untuk Kabupaten Bintan. Diharapkan Pemkab Bintan segera menyelesaikan kelengkapan administrasinya agar pembangunan desa di Bintan bisa berjalan,” kata Heru.

Direktur Pelaksanaan Anggaran Kementerian Keuangan Didyk Choiroel mengatakan, tahun ini penyaluran dan peggunaan anggaran ke daerah jumlahnya jauh lebih besar dari penyaluran anggaran ke kementerian dan lembaga.

“Untuk pertama kali, DAK dan Dana Desa melebihi belanja 82 kementerian dan lembaga di Indonesia,” katanya.

Didyk berpesan DAK Fisik dan Dana Desa tidak digeser untuk kepentingan lain. Dak Fisik untuk pembangunan kebutuhan dasar di daerah, sesuai harapan pemerintah pusat untuk membangun daerah terutama di perbatasan dan terluar.

“Jalankan sesuai aturan agar tidak timbul permasalahan di kemudian hari,” ujarnya/

Untuk DAK Fisik yang ditunda salur tahun 2016, akan dibayar tahun ini melalui APBN. Pemerintah daerah sudah bisa mengajukanya ke Dirjen Pengelolaan Keuangan Negara. Seluruh pekerjaan fisik yang sudah selesai dikerjakan akan dibayar.

“Semua sudah sepakat, untuk pengerjaan fisik yang telah selesai harus diutamakan, untuk dibayarkan,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com