SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Danau Lut Tawar, Lukisan Alam di Bumi Takengon

  • Reporter:
  • Sabtu, 22 April 2017 | 17:19
  • Dibaca : 366 kali
Danau Lut Tawar, Lukisan Alam di Bumi Takengon
Penampakan Kota Takengon dari danau.

Aceh, provinsi di ujung barat Indonesia ternyata menyimpan keindahan alam berupa danau besar nan mempesona.

Danau Lut Tawar. Begitu nama danau menawan ini disebut. Terletak di Aceh bagian tengah tepatnya di Kota Takengon. Takengon merupakan satu-satunya kota di Provinsi Serambi Mekah yang berada di dataran tinggi. Ya, danau ini berada di dataran tinggi di tengah kota.

Nama Danau Lut Tawar sejatinya bermakna laut yang berair tawar. Sebutan ini diberikan masyarakat dulu yang mengira danau tersebut sebagai laut. Karena itulah danau ini dinamakan Danau Laut Tawar atau Danau Lut Tawar.

Pertama kali melihat danau ini sekilas terlintas di ingatan tentang Danau Toba. Guratan alamnya mirip dengan danau di Tanah Batak itu. Dikepung tebing-tebing nan tinggi dan membentuk sebuah kawah besar. Bedanya, danau ini dipagari pepohonan pinus di sebagian sisinya.

Meski tidak sebesar Danau Toba namun Danau Lut Tawar memiliki luas 5,4 hektare. Panjangnya mencapai 17 kilometer, lebarnya 3,2 kilometer. Memandangi danau nan luas dengan air yang tenang membuat hati terasa lega. Warna danau yang biru cerah semakin cantik saat disirami sinar mentari.

Mentari yang bersinar terik tidak membuat gerah. Ibarat negeri di atas awan, Takengon memancarkan kesejukan. Keringat pun enggan muncul. Segar sepanjang kota. Kota idaman bagi pencari ketenangan.

Di salah satu sudut danau terdapat deretan penjual ikan bakar dan aneka kuliner yang berasal dari danau. Pondok-pondok dibangun persis di atas danau. Sembari menikmati ikan bakar, wisatawan dimanjakan dengan penampakan alam danau yang membentang luas.

Pondok-pondok penjual ikan bakar berjajar di dua sisi jalan di pinggir danau. Tentu saja sisi yang menghadap ke danau akan memanjakan wisatawan. Namun bisa memilih alternatif pondok ikan bakar di sisi darat tepi danau. Hanya saja, tidak bisa menikmati bentangan danau secara sempurna.

Air danau di dekat pondok terlihat bening sekali, tembus pandang hingga ke dasar danau. Ikan-ikan tampak jelas menari-nari di bawahnya. Selain tambak ikan, di sekitarnya juga terdapat tanaman rumput laut yang menutupi sebagian permukaan areal tambak di dekat pondok.

Sebagian tepian danau dijadikan areal pertambakan ikan, udang, lobster, dan aneka jenis satwa danau lainnya. Sementara padang rumput di bahu danau dijadikan lokasi peternakan kuda. Ya, selain kecantikan alamnya, Takengon juga dikenal sebagai habitat bagi hewan pembalap ulung itu.

Menuju ke Sana
Danau Lut Tawar terdapat di Kota Takengon, Provinsi Aceh. Secara geografis berada di dataran tinggi Aceh Tengah. Akses darat menuju kota penghasil kopi terbesar ini memang cukup sulit, bisa ditempuh dari dua arah: selatan dan utara.

Jalur utara menghubungkan antara Takengon dengan Lhokseumawe. Jalur ini merupakan lintasan favorit bagi pengendara motor karena memiliki akses jalan yang lebar dan lancar. Lhokseumawe berada di pesisir utara, yang juga merupakan jalur lintas Aceh-Medan.

Jalur selatan menghubungkan antara Takengon dengan Meulaboh. Jalur ini terbilang ekstrem, mendaki dan melewati jalan kecil namun sudah beraspal. Sesekali melintasi aspal jalan yang rusak penuh bebatuan. Tak jarang ditemui jalanan curam dengan pemandangan alam mempesona di seberangnya. Jalur ini jarang dilewati pengendara. Tidak disarankan melintasi di malam hari.

Bagi wisatawan yang tidak ingin mencecapi perjalanan darat tidak perlu khawatir. Takengon juga bisa ditempuh melalui jalur udara. Kota yang dihuni Suku Gayo ini memiliki Bandara Rembele. Meski berskala kecil namun sudah dimasuki pesawat nasional seperti Wings Air. Pesawat langsung menuju Takengon bisa ditempuh dari Banda Aceh, Jakarta, dan Medan.

Banyak terdapat penginapan di Kota Takengon. Tarifnya berkisar Rp100 ribu hingga Rp500 ribu per malam. Bahkan tersedia penginapan di tepi Danau Lut Tawar. Beristirahat sambil memandangi panorama danau, bagai melihat lukisan di sisi jendela hotel.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com