SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Dari World Mathematics Invitational 2019 Jepang: Tiga Kali Raih Emas, Gilbert Dianugerahi Gelar Legenda

  • Reporter:
  • Rabu, 24 Juli 2019 | 20:05
  • Dibaca : 1026 kali
Dari World Mathematics Invitational 2019 Jepang: Tiga Kali Raih Emas, Gilbert Dianugerahi Gelar Legenda

GILBERT Ng mengharumkan Indonesia lewat ajang World Mathematics Invitational (WMI) 2019 di Fukuoka, Jepang. Bersaing dengan 2.402 murid dari 18 negara, remaja dari SMA Bodhi Dharma Batam itu mendapat penghargaan tertinggi gelar Legenda karena sudah tiga kali berturut-turut meraih medali emas. Berikut catatan tentang Gilbert yang didampingi Zainal Abidin, guru pembina yang mendampinginya selama di Jepang.

CHANDRA GUNAWAN, Jepang

Ajang WMI 2019 pada 15 Juli sampai 19 Juli di Fukuoka, Jepang, menjadi prestasi yang tak terlupakan bagi siswa- siswa Sekolah Bodhi Dharma Batam. Enam siswa SMA-nya dan juga delegasi Indonesia yang ikut berkompetisi matematika tingkat internasional ini membawa pulang banyak medali. Satu emas, tiga perunggu dan dua Merit.

Gilbert Ng paling istimewa. Masuk kategori siswa Grade 11, Gilbert hatrick emas. Tiga kali ikut, tiga kali pula Gilbert membawa medali emas pulang ke Batam. Pertama kali ikut,

Gilbert meraih emas di Ho Chi Minh, Vietnam, pada ajang WMI 2017. Setahun kemudian kembali meraih emas di WMI 2018 yang

dilangsungkan di Seoul, Korea Selatan. Di ajang ketiganya di WMI 2019 Jepang, Gilbert memenangkan anugerah Legend di ajang kompetisi matematika bergengsi taraf internasional itu.

Anugerah Legend ini tidak sembarangan. Pada WMI Final Round 2019 Jepang, hanya lima peserta yang mendapat penghargaan tertinggi itu. Kelimanya diraih peserta dari Indonesia.

Selain Gilbert, lima siswa Sekolah Bodhi Dharma yang meraih medali yakni Juve Anthony dengan perunggu dari kategori grade–11, Melvin dengan medali Merit kategori grade–11, Fery Kurniawan dengan perunggu grade–10, Leonardo Marhan dengan perunggu grade-10 dan Bryan Guok dengan medali Merit lewat grade-10.

“WMI 2019 Jepang telah menorehkan sejarah indah bagi siswa-siswa Sekolah Bodhi Dharma Batam,” ungkap Zainal Abidin, pembina dan pendamping siswa Bodhi Dharma selama di WMI 2019 Jepang.

Ajang WMI 2019 Finals diikuti 18 negara di antaranya Taiwan, China, Hong Kong, Macau, Singapura, Indonesia, Malaysia, Thailand, Myanmar, Vietnam, Laos, Kamboja, Filipina, Australia, Bulgaria, Brasil, Turki, dan Jepang. Jumlah peserta 2.402 siswa dari grade K hingga grade 12, termasuk peserta dari Indonesia sebanyak 378 siswa.

Menurut Zainal Abidin yang mendampingi enam siswanya, persiapan dan pembekalan materi dilakukan selama dua pekan menjelang keberangkatan ke Fukuoka. Persiapan ketika musim libur sekolah yang bagi siswa-siswa lain dimanfaatkan untuk menikmati suasana liburan terbebas dari rutinitas belajar.

Bagi Gilbert NG, dia langsung bergabung dalam pembinaan meski lelah baru kembali mengikuti OSN 2019 tingkat Nasional di Manado, Sulawesi Utara. Sebuah kekuatan tekad yang patut dijadikan teladan bagi siswa lain dalam mencapai prestasi.

Prestasi yang diraih siswa-siswa SMAS Bodhi Dharma Batam ini, menjadi penutup rangkaian prestasi–prestasi membanggakan yang dihasilkan sepanjang tahun pendidikan 2018-2019.

Sekolah Bodhi Dharma Batam turut memberi sumbangsih mengharumkan nama Batam, Kepri bahkan Indonesia di dunia internasional melalui prestasi akademik. Prestasi demi prestasi yang dicapai ini, tentu saja tidak lepas dari peran serta guru, sekolah dan kerja sama orang tua.

“Apresiasi yang memadai dari Yayasan bagi guru pembimbing dan siswa berprestasi serta dukungan penuh dari orang tua siswa, menjadikan dinamika semangat berprestasi ini terus tumbuh di segenap keluarga besar Sekolah Budhi Dharma Batam,” ujar Metta Lie, Koordinator Sekolah Bodhi Dharma Batam.

Perut Mules dan Berdebar

Bagi Gilbert Ng, WMI 2019 lebih sulit dari yang sudah-sudah. Pelaksanaanya berbeda tapi Gilbert berhasil menjawab soal dengan lancar. Tingkat kesulitan soal yang disajikan pada tahun ini juga terus bertambah. Dia membutuhkan penalaran lebih dalam. Waktu tesnya juga semakin diperpendek. Dia merasakan pengalaman dan kesan mendalam selama perjalanan mengikuti kegiatan ini dari tahun ke tahun.

“Campur aduk. Berdebar-debar cemas saat mengerjakan soal dan menunggu hasilnya. Perut mules karena kebanyakan makanan tidak cocok dengan lidah saya,” ungkap Gilbert.

Di sisi lain, Gilbert mendapat banyak pengalaman baru berkomunikasi dengan peserta dari negara lain. Saat berinteraksi dengan peserta dari negara lain, juga ada kesan baginya. “Setiap negara logat berbahasa Inggrisnya berbeda-beda, jadi butuh penyesuaian untuk mendengar dan memahami apa yang diucapkan. Terlebih orang Jepang sendiri cenderung kurang aktif dalam berbahasa inggris jadi lumayan repot berkomunikasi,” papar dia.

Meski meraih emas dari WMI 2019, Gilbert masih merasa bisa lebih baik dalam kompetisi ini. “Sejujurnya, rasanya saya

bisa mendapat hasil yang lebih baik lagi skornya. Tapi syukurlah, ternyata hasilnya sesuai ekspektasi saya, dapat emas dan akhirnya meraih Legend winner,” kata dia.

Setelah memenangi Legend Winner, Gilbert berharap bisa melanjutkan prestasi seniornya di SMA Bodhi Dharma. Kakak kelasnya yang bernama Audrey Saudjhana berhasil menoreh prestasi dalam UNBK 2019 yaitu masuk salah satu lulusan SMA dengan nilai tertinggi se-Kepri. “Dan ikut mendorong SMAS Bodhi Dharma Batam masuk jajaran rangking nilai UNBK tertinggi,” ujar dia.

Tiga kali ikut lomba matematika internasional, Gilbert banyak mendapat manfaat dan pengalaman. Di antaranya menambah teman dari berbagai negara, belajar bersosialisasi secara universal, belajar mandiri, berani berpikir Out of the Box, serta berlatih membentuk karakter kepribadian yang kuat.

“Jika menang, tetap harus stay humble dan mengingat selalu bahwa kita bukanlah orang yang paling hebat, yang pasti masih banyak yang lebih hebat dari kita. Kalaupun kalah, sikap diri juga harus stay positive, teguhkan mindset bahwa hasil tidak akan megkhianati usaha. Trust the process!,” ujarnya.

Dia juga membagikan motivasi bagi rekan-rekannya agar semangat mengikuti kompetisi matematika ini terus ada. Menurut dia, peningkatan itu harus dimulai dari motivasi yang intens oleh guru kepada siswa agar tertanam bahwa kegiatan seperti ini sungguh banyak manfaatnya.

“Bukan bermaksud sombong, saya berharap teman- teman ataupun adik – adik kelas dapat memandang bahwa pencapian tahun ini dijadikan motivasi bahwa Batam have a legacy to be continue. Pencapaian ini harus dilanjutkan,” papar Gilbert. ***

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com